1. Sifat kepribadian dalam kepemimpinan merupakan keteraturan yang berulang atau tren dalam perilaku seseorang. Pendekatan terhadap kepribadian yang menyatakan bahwa seorang pemimpin berperilaku seperti yang biasa mereka lakukan karena kekuatan sifat yang mereka miliki.
2. Tipe kepribadian dan kepemimpinan merupakan perilaku-perilaku seseorang dalam dunia kerja, mula mula dikembangkan oleh psikolog C.G Jung. Setelahnya dikembangkan kembali oleh Myers-Brigs yang terkenal dengan 16 tipe kepribadian MBTI, perbedaan tipe seseorang ini akan mempengaruhi kepemimpinannya dalam dunia kerja.
3.Kecerdasan dalam kepemimpinan dapat diketahui dengan cara melihat beberapa indikator, diantaranya sebagai berikut:
a.) pemimpin yang cerdas akan mudah belajar dengan lebih cepat, membuat asumsi, deduksi dan strategi.
b.) mampu membuat visi yang menarik dan dapat menjadikannya kenyataan.
c.) bisa mengembangkan solusi dengan lebih baik.
4. Kecerdasan emosional dapat berpengaruh dalam kepemimpinan, disebabkan dalam mempengaruhi bawahan atau karyawan seorang pemimpin akan dominan menunjukan kecerdasan emosionalnya atau mungkin seimbang dengan kecerdasan intelektualnya. Seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan memiliki rasa percaya diri, kharisma, simpati dan dapat dipahami oleh karyawan dengan lebih baik. Sehingga kecerdasan emosional sangat berpengaruh dalam kepemimpinan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Tipe kepribadian dan kepemimpinan merupakan perilaku-perilaku seseorang dalam dunia kerja, mula mula dikembangkan oleh psikolog C.G Jung. Setelahnya dikembangkan kembali oleh Myers-Brigs yang terkenal dengan 16 tipe kepribadian MBTI, perbedaan tipe seseorang ini akan mempengaruhi kepemimpinannya dalam dunia kerja.
3.Kecerdasan dalam kepemimpinan dapat diketahui dengan cara melihat beberapa indikator, diantaranya sebagai berikut:
a.) pemimpin yang cerdas akan mudah belajar dengan lebih cepat, membuat asumsi, deduksi dan strategi.
b.) mampu membuat visi yang menarik dan dapat menjadikannya kenyataan.
c.) bisa mengembangkan solusi dengan lebih baik.
4. Kecerdasan emosional dapat berpengaruh dalam kepemimpinan, disebabkan dalam mempengaruhi bawahan atau karyawan seorang pemimpin akan dominan menunjukan kecerdasan emosionalnya atau mungkin seimbang dengan kecerdasan intelektualnya. Seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan memiliki rasa percaya diri, kharisma, simpati dan dapat dipahami oleh karyawan dengan lebih baik. Sehingga kecerdasan emosional sangat berpengaruh dalam kepemimpinan untuk mencapai tujuan organisasi.