Kiriman dibuat oleh Diah Maya Mustika

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> forum video pembelajaran

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika

NPM : 2217011063

Kelas : D

 

Tugas Analisis Video

 

Pada video tersebut Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai filsafah dan dasar negara Republik Indonesia, tetapi juga memiliki peran yang sangat penting sebagai sistem etika yang dapat membimbing perilaku warga negara. Etika dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Dalam arti yang lebih luas, etika merupakan pemikiran filosofis mengenai baik dan buruk dalam perilaku manusia. Etika berbeda dengan etiket, di mana etika lebih mengacu pada filosofi moral, sedangkan etiket lebih pada sopan santun dan adat istiadat yang ditentukan dalam suatu komunitas tertentu.

Terdapat perbedaan antara etika dan etiket, yaitu untuk makna hakiki dari etika adalah moral, sedangkan etiket lebih mengacu pada pengertian sopan santun dan asat istiadat. Etika lebih mengacu pada filsafat moral, sedangkan etiket kepada cara yang tepat yang diharapkan serta ditentukan dalam suatu komunitas tertentu. Cabang filsafat yang dijabarkan dari sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.

Pancasila, sebagai sistem etika, memiliki dimensi nilai yang terkandung dalam setiap silanya, yaitu sebagai berikut:

·       Sila ke-1, mengandung nilai moral seperti nilai spiritualitas yang mendekatkan diri manusia kepada Tuhan YME.

·       Sila ke-2, mengandung dimensi humanis yang artinya menjadi manusia yang kebuh manusiawi dengan meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam pergaulan antar sesama.

·       Sila ke-3, mengandung nilai solidaritas, rasa kebersamaan, dan cinta tanah air.

·        Sila ke-4, mengandung dimensi nilai berupa sikap menghargai orang lain, tidak egois, dan tidak memaksakan kehendak orang lain.

·       Sila ke-5, mengandung nilai mau peduli atas nasib orang lain dan bersedia membantu kesulitan yang dihadapi orang lain.

 

Etika Pancasila memiliki cerminan dari empat tabiat saleh, yaitu kebijaksanaan, kesederhanaan, keteguhan, dan keadilan. Empat tabiat tersebut mendekati pengertian dari etika keutamaan.

Urgensi Pancasila sebagai sistem etika dapat diuraikan sebagai berikut:

1.     Banyaknya kasus korupsi yang melanda negara Indonesia sehingga dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

2.     Masih terjadinya aksi terorisme yang mengatasnamakan agama sehingga dapat merusak toleransi antar umat beragama.

3.     Masih terjadinya pelanggaran HAM dalam kehidupan bernegara.

4.     Kesenjangan antar kelompok masyarakat kaya dan miskin masih menandai kehidupan masyarakat Indonesia.

5.     Ketidakadilan hukum yang masih mewarnai proses peradilan di Indonesia.

6.     Banyaknya orang kaya yang tidak bersedia membayar pajak dengan benar.

Urgensi Pancasila sebagai sistem etika memperlihatkan pentingnya dan mendesaknya peran dan kedudukan Pancasila sebagai sistem etika karena dapat menjadi tuntutan atau leading principle bagi warga negara untuk berperilaku sesuai demgan nilai-nilai Pancasila.

 


KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika

NPM : 2217011063

Kelas : D

 

Tugas Analisis Jurnal

 

Jurnal ini membahas hubungan antara hukum dan etika dalam konteks politik hukum di Indonesia, dengan menekankan peran Pancasila sebagai sumber nilai dan etika. Tujuan utama negara Indonesia, yang dijabarkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV, menjadi dasar untuk merumuskan politik hukum yang bertujuan mencapai kesejahteraan bersama. Politik hukum didefinisikan sebagai kebijakan dasar yang mengatur arah, bentuk, dan isi dari hukum yang akan dibentuk. Ini mencakup kompromi atau dominasi kepentingan politik dalam proses legislasi, yang melibatkan para ahli hukum sebagai pemberi masukan, sementara keputusan politik tetap dominan dalam menentukan produk hukum.

Etika dalam konteks ini dikaitkan dengan cabang filsafat yang membahas perilaku manusia, terutama terkait bagaimana hukum dibentuk untuk mengatur perilaku masyarakat berdasarkan prinsip moralitas. Moralitas di sini mengacu pada ajaran yang menilai baik atau buruknya suatu perilaku, sedangkan etika lebih bersifat filosofis dan kritis terhadap prinsip moral. Etika menjadi dasar refleksi kritis atas nilai-nilai moral yang berkembang di masyarakat, serta berkembang dari doktrin agama menjadi pedoman perilaku konkret dalam bentuk kode etik dan peradilan etik.

Politik hukum di Indonesia mengalami perkembangan yang terstruktur, dimulai dari TAP MPRS No. 2 tahun 1960 dan berlanjut hingga terbentuknya Prolegnas yang disusun BPHN untuk merencanakan pembangunan hukum nasional secara terkoordinasi. Dalam perkembangan ini, politik hukum terus diselaraskan dengan konstitusi dan nilai-nilai Pancasila. Hubungan antara hukum dan etika dijelaskan melalui tiga dimensi: dimensi substansi dan wadah, dimensi luas cakupan, serta alasan manusia untuk mematuhi atau melanggar aturan. Secara keseluruhan, jurnal ini menyampaikan bahwa etika menjadi pedoman preventif yang mendahului hukum, membantu mencegah perilaku menyimpang sebelum masuk ke ranah hukum.

Penutup jurnal menegaskan bahwa politik hukum adalah proses memilih nilai-nilai masyarakat yang relevan dan kemudian diselaraskan dengan konstitusi, sehingga dihasilkan produk hukum yang mencerminkan nilai-nilai bersama bangsa Indonesia.


KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Diskusi Artikel 1

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika

NPM : 2217011063

Kelas : D

Tugas Diskusi Artikel


Artikel 1 membahas tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi pendidikan Pancasila di Indonesia pada era globalisasi. Pancasila sebagai dasar ideologi negara, memegang peran penting dalam pembentukan karakter dan kesadaran berbangsa bagi warga negara. Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan Pancasila harus beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Hal ini termasuk perubahan kurikulum, metode pengajaran, serta tantangan dalam menjaga pemahaman yang konsisten terhadap nilai-nilai Pancasila. Salah satu tantangan utama adalah penyesuaian kurikulum. Kurikulum pendidikan Pancasila perlu terus diperbarui agar tetap relevan dan sesuai dengan kehidupan masyarakat. Nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, persatuan, dan demokrasi, harus diintegrasikan secara kontekstual dalam kurikulum sehingga mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi muda. Keberagaman budaya dan agama di Indonesia juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam pendidikan Pancasila. Pendidikan ini harus mampu merangkul keberagaman tersebut tanpa mengesampingkan semangat persatuan. Pancasila diharapkan bisa menjadi alat pemersatu yang menghormati perbedaan sekaligus menjaga integritas nasional. Ini menjadi lebih penting di tengah meningkatnya isu-isu identitas dan potensi konflik sosial yang bisa muncul akibat perbedaan pandangan.

Perkembangan teknologi  menambah dimensi baru dalam pendidikan Pancasila. Di satu sisi, teknologi membuka akses informasi yang luas bagi siswa, tetapi di sisi lain, juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi dan radikalisme. Pendidikan Pancasila harus mengajarkan literasiyang bijak sehingga generasi muda mampu memilah informasi yang benar dan relevan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila. Selain itu, peran pendidik dalam pendidikan Pancasila sangat penting. Guru-guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang Pancasila dan keterampilan untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut dengan cara yang menginspirasi dan relevan bagi siswa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidik melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi sangat diperlukan agar pengajaran Pancasila dapat berjalan efektif di seluruh tingkat pendidikan. Tantangan lainnya termasuk memastikan partisipasi aktif semua pihak dalam pendidikan Pancasila, termasuk keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Dukungan dari semua lapisan masyarakat diperlukan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di setiap aspek kehidupan. Selain itu, penting juga untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan ini dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap pembentukan etika, dan karakter siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Secara keseluruhan, artikel ini menekankan bahwa keberhasilan pendidikan Pancasila sangat bergantung pada kolaborasi antara pendidik, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi dinamika globalisasi. Dengan demikian, generasi muda Indonesia akan lebih siap untuk menghadapi perubahan, menjaga persatuan, dan berkontribusi positif bagi bangsa. 

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika
NPM : 2217011063

Kelas : D

Tugas Analisis Soal

Jawab:

  1. Penolakan jenazah korban Covid-19, terutama seorang perawat yang telah berjuang di garda terdepan, sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Tindakan ini mencerminkan kurangnya rasa kemanusiaan, empati, dan penghargaan terhadap pengorbanan tenaga medis. Dalam implementasi nilai Pancasila, seharusnya masyarakat menunjukkan sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan menjunjung tinggi harkat martabat manusia, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
  2.  Saran dan solusi dari saya  sebagai mahasiswa untuk mencegah kejadian serupa, yaitu dengan mengedukasi masyarakat tentang protokol penanganan jenazah Covid-19 yang aman dan sesuai standar WHO. Kemudian, melakukan sosialisasi intensif tentang nilai-nilai Pancasila dan implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat. Memberikan penguatan pendidikan karakter di semua tingkat pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Lalu, melibatkan tokoh masyarakat dan agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Melakukan penyebaran informasi yang akurat untuk menghilangkan stigma terhadap korban Covid-19. Serta membentuk tim khusus penanganan jenazah Covid-19 di setiap daerah untuk menghindari penolakan masyarakat.
  3. Ya, benar. Menurut saya, penolakan jenazah korban Covid-19 merupakan pelanggaran terhadap sila kedua Pancasila, meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa. Penghormatan terhadap jenazah merupakan bentuk penghargaan terhadap kemanusiaan dan martabat seseorang, terlepas dari kondisi hidup atau matinya. Dalam konteks budaya dan agama di Indonesia, menghormati jenazah adalah kewajiban moral dan bagian dari nilai-nilai luhur bangsa. Jenazah tenaga medis yang meninggal karena Covid-19 merupakan pahlawan kemanusiaan yang telah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain. Penolakan jenazah juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang berat bagi keluarga yang ditinggalkan. Dengan adanya tindakan tersebut mencerminkan sikap tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai-nilai gotong royong serta kepedulian sosial yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Analisis Video Pembelajaran

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika

NPM : 2217011063

Kelas : D

 

Tugas Analisis Video Pembelajaran

“Pancasila sebagai Sistem Filsafat”

Filsafat merupakan konsep yang berakar dari bahasa Yunani "Philosophia", yang terbentuk dari dua kata: "Phile" (cinta) dan "Sophia" (kebijaksanaan). Dalam konteks ini, "cinta" diartikan sebagai hasrat atau keinginan yang mendalam dan sungguh-sungguh, sementara "kebijaksanaan" merujuk pada pencarian kebenaran sejati. Dalam perkembangannya, filsafat terbagi menjadi empat aliran utama, yaitu: rasionalisme yang mengutamakan akal budi, materialisme yang berfokus pada aspek kebendaan, individualisme yang menekankan pada keunikan pribadi, dan hedonisme yang mengutamakan kesenangan sebagai tujuan hidup. Mempelajari filsafat membawa berbagai manfaat penting, seperti kemampuan menemukan kebenaran hakiki, mengembangkan cara berpikir yang logis dan menyeluruh, serta membantu seseorang dalam membuat keputusan yang bijaksana dengan menyeimbangkan pemikiran dan tindakan.

Dalam konteks negara Indonesia, kita mengenal Filsafat Pancasila yang merupakan kajian kritis dan rasional terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan cerminan budaya bangsa Indonesia. Sebagai sistem filsafat, Pancasila membentuk suatu kesatuan yang utuh, di mana setiap silanya memiliki fungsi khusus namun tetap saling terkait dan melengkapi. Dalam mengkaji filsafat, termasuk Filsafat Pancasila, terdapat tiga aspek penyelidikan utama, yaitu: ontologis yang mengkaji hakikat dan keberadaan sesuatu (sering disebut metafisika), epistemologis yang mempelajari asal-usul dan keabsahan ilmu pengetahuan, serta aksiologis yang meneliti nilai dan manfaat dari suatu pemikiran. Ketiga aspek ini membentuk kerangka yang komprehensif dalam memahami dan mengaplikasikan pemikiran filosofis dalam kehidupan sehari-hari.