Kiriman dibuat oleh YOGA FIRNANDO RAHMAD_2211011061 YOGA

Nama : Yoga Firnando Rahmad
Npm :2211011061
Kelas : S1 Manajemen A

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab
• Sila pertama
Bahwa perkembangan IPTEK diartikan sebagai bentuk syukur pemberian akal oleh Yang Maha Esa. Sehingga dalam proses pengembangan IPTEK tidak dibuat tanpa tidak memikirkan dampak yang terjadi.

•Sila kedua
Dalam pengembangan IPTEK harus dengan cara yang sesuai dengan nilai kemanusiaan dan memiliki adab agar tidak merugikan manusia yang bertujuan untuk menyejahterakan manusia.

•Sila ketiga
Dalam pengembangan IPTEK ilmuwan harus berjiwa nasionalisme,
sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK.

•Sila keempat
Sila ini memberikan penekankan akan kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.

•Sila kelima
Dengan menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan dalam hubungan dengan dirinya sendiri manusia dan tuhannya serta sesama manusia lainnya.

2.Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasialis di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab:

Pemimpin yang dibutuhkan Bangsa Indonesia adalah pemimpin yang berjiwa Pancasila. Mengapa harus berjiwa Pancasila.

Pemimpin harus memiliki lima karakteristik sebagaimana yang terkandung dalam Lima sila yang terdapat dalam Pancasila.
Antara lain:

Karakteristik yang pertama adalah Beriman,Pemimpin yang beriman cenderung akan memiliki perilaku yang baik karena ia akan melibatkan Tuhan dalam setiap tindakannya.

Karakteristik yang kedua adalah menjunjung tinggi HAM, pemimpin harus memiliki kesadaran tinggi atas hak dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin.

Karakteristik yang ketiga adalah memiliki rasa nasionalisme,maka pemimpin akan memiliki loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.

Karakteristik yang keempat adalah mendengarkan rakyat,yaitu suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.


Karakteristik yang kelima adalah adil,Pemimpin yang adil akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi rakyatnya.
Nama : Yoga Firnando Rahmad
Npm :2211011061
Kelas : S1 Manajemen A
Judul jurnal:
"PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI"
Penulis:Syarifuddin

Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia
dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa.Perkembangan ilmu pengetauan saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara, memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan
adat dan budaya bangsa. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa,terutama dari segi moralitas dan mentalitas.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK

1.Sila pertama contohnya
Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
2.Sila Kedua contohnya
Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban
antara sesama manusia.
3.Sila Ketiga contohnya
Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
4.Sila Keempat contohnya
Manusia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat
mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
5.Sila Kelima contohnya
Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik,
ekonomi, sosial dan budaya.


Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad.
Berangkat dari
pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan
pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.
Nama: Yoga Firnando Rahmad
Npm. :2211011061
Kelas :S1 Manajemen A

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawab:
Menurut saya tidak mudah memberi tahu seseorang terkait berita hoaks apabila orang tersebut menyukai kontennya. Oleh karena itu, hoaks semakin sulit dibedakan karena telah menyusup kehidupan seseorang. Elit politik harus sadar bahwa kemenangan yang diraih dengan menghalalkan penyebaran berita hoaks adalah kekalahan bangsa.

Cara untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs adalah:
1. Hindari Judul yang Provokatif
2. Periksa sumber berita
3. Periksa alamat situs web
4. Berpikir logis dan kritis
5. Konfirmasi dahulu sebelum di share


B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab:
Untuk mengatasi pengaruh negatif akan pengembangan IPTEK, sudah seharusnya IPTEK selaras dengan nilai" yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945, menjadi manusia yang beradab dalam pengembangan IPTEK,dan ikut membantu pemerintah dalam pengembangan IPTEK lebih baik lagi dengan cara bijak dalam bersosial media.


C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab:
1)Perencanaan. Dalam mengambil kebijakan harus merencanakanya terlebih dahulu, sehingga konsumsi yang akan kita lakukan bisa dibatasi
2) Pengorganisasian. Setelah perencanaan, kita tidak lupa untuk melihat seberapa banyak sumber daya yang kita punya
3) Memimpin. Untuk mencapai tujuan yang kita inginkan kita harus memotivsai diri, jangan sampai motivasi terkait pembatasan konsumsi yang kita lakukan tidak tercapai
4) Mengendalikan. Selalu memantau seluruh tahapan yang telah dibuat.
Nama : Yoga Firnando Rahmad
Npm :2211011061
Kelas : S1 Manajemen A

Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 menandai berakhirnya Perang Dunia II. Amerika Serikat & Sekutu melancarkan pengeboman kedua kota tersebut Pengeboman ini adalah pembalasan Amerika Serikat atas serangan militer Jepang.

Tujuan penghancuran Hiroshima dan Nagasaki tidak lain tidak bukan adalah untuk melemahkan Jepang.Dikarenakan keduanya menjadi pusat militer Jepang yang kuat. Kota Hiroshima sebagai markas militer dan pusat industri Jepang.
Dampaknya dari tragedi itu sangat besar antaranya menelan ratusan ribu korban jiwa, kerugian material, timbulnya banyak penyakit sebab terpapar radiasi membuat penduduk jepang saat itu sangat menderita.

Indonesia memanfaatkan situasi ini karena kokosongan dari kekuasaan Jepang,para pemuda mendesak Soekarno Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,Selang dua hari Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 .
Nama : Yoga Firnando Rahmad
Npm :2211011061
Kelas : S1 Manajemen A

Pada video diatas diinformasikan adanya konflik antara warga desa dengan pabrik pakaian yang terjadi di daerah Pekalongan, Jawa Barat.Konflik tersebut adalah pembuangan limbah pabrik ke sungai yang menyebabkan air sungai tercemar . Warga berupaya menghentikan pembuangan limbah pabrik ke sungai dengan cara menutup aliran pembuangan limbah pabrik dan melakukan unjuk rasa ke pemerintah desa untuk menghentikan operasional pabrik tersebut apabila ke 6 pabrik tidak melakukan pengolahan limbahnya dengan baik.

Konflik ini tercerminkan dalam sila kedua. Nilai Kemanusiaan Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu artinya kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani masing-masing, dengan memperlakukan sesuatu hal dengan sebagaimana semestinya.

pabrik tersebut tidak mencerminkan nilai dari Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu,para pengusaha seharusnya bisa memanfaatkan IPTEK yang sudah ada agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.