Kiriman dibuat oleh Muhammad Rafi Zaidan Ariq 2211011076

Nama : Muhammad Rafi Zaidan Ariq
NPM : 2211011076
S1 Manajemen
Pancasila Kelas A

Hubungan antara etika dan moral
Etika adalah ilmu pengetahuan yang membahas prinsip-prinsip moralitas. Setiap orang memiliki moralitasnya sendiri tapi tidak sedemikian halnya dengan etika.

Tahap perkembangan etika
1. Etika teologi yaitu etika bersumber dari doktrin-doktrin agama
2. Etika ontologis yaitu lanjutan dari teori etika teologi namun sudah dipikirkan oleh masyarakat
3. Positivasi etik, contohnya adalah kode etik
4. Etika fungsional tertutup yaitu menggunakan etika hanya di dalam internal organisasi
5. Etika fungsional terbuka yaitu menggunakan etika di manapun tempatnya baik itu lingkungan internal maupun eksternal.

Politik hukum adalah sikap untuk memilih apapun yang berkembang di masyarakat, kemudian dipilih berdasarkan prioritas dan diselaraskan dengan konstitusi kita yaitu UUD 1945 dan diaplikasikan sebagai produk hukum.

Hubungan antara hukum dan etika dapat dilihat dari tiga dimensi yaitu dimensi substansi atau wadah, dimensi luas cakupannya, dan dimensi alasan masyarakat untuk mematuhi atau melanggarnya.
Menurut Jimny asshiddiqie hubungan hukum dan etika dengan memberi catatan agama sebagai ruh atau jiwanya, dapat diilustrasikan sebagai nasi bungkus, yaitu hukum diibaratkan sebagai bungkus yang artinya hukum adalah produk atau hasil yang kita lihat sehari-hari, lalu etika diibaratkan sebagai nasi lauk dan juga sayur yang berarti Etika itu sebagai isi dari hukum, dan yang terakhir adalah agama diibaratkan sebagai protein vitamin dan zat-zat lainnya yang memiliki arti bahwa agama adalah isi kandungan dari etika.
Etika memiliki cakupan yang lebih luas daripada hukum karena orang yang melanggar etika sudah pasti melanggar hukum namun orang yang melanggar hukum belum tentu melanggar etika.
Lalu Bagaimana manusia mempertimbangkan untuk mematuhi hukum-hukum atau etika-etika yang ada bukan karena takut akan konsekuensinya tetapi karena kesadaran diri mereka untuk mematuhi hukum itu
Nama : Muhammad Rafi Zaidan Ariq
NPM : 2211011076
S1 Manajemen
Pancasila Kelas A

Etika sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan etika akan terjadi kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan dapat diwariskan ke generasi selanjutnya.
Etika Pancasila adalah salah satu cabang ilmu filsafat yang digunakan untuk mengatur perilaku kehidupan masyarakat di Indonesia.
Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari sila-sila Pancasila adalah:
Sila 1 : berisikan nilai moral dan nilai spiritualitas kepada sang pencipta, Tuhan Yang Maha Esa
Sila 2 : berisikan nilai-nilai Humanis yaitu menjadikan manusia menjadi manusiawi dan menaikkan kualitas kemanusiaan
Sila 3 : berisikan nilai solidaritas kebersamaan dan juga nilai cinta tanah air
Sila 4 : berisikan nilai sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain
Sila 5 : bersihkan nilai peduli dan empati kepada orang lain.
Adapun urgensi Pancasila sebagai sistem etika adalah :
1. Menempatkan etika sebagai sumber moral dan inspirasi bagi penentu sikap tindakan dan juga keputusan yang akan diambil.
2. Memberikan pedoman sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam bergaul baik dalam taraf nasional maupun internasional
3. Menjadi dasar analisis kebijakan
Assalamu'alaikum wrwb,
saya atas nama
Nama: M Rafi Zaidan Ariq
NPM: 2211011076
S1 Manajemen
Pancasila Kelas A
izin untuk memberikan analisis terkait video ini,

Pancasila itu pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita cita masyarakat yg adil dan makmur.
Indonesia negara yang luas dan didiami masyarakat yang beragam. Keberagaman itu kekayaan dan kekuatan kita. Untuk menyatukan keberagaman itu diperlukan beberapa hal, salah satunya adalah kepercayaan tentang keadaan tuhan. Dengan kepercayaan itu, kita seharusnya menghargai keberagaman karena kita semua itu sama, ciptaan tuhan. Jika kita sudah menghargai keragaman, maka kita akan menjadi manusia yang beradab. Dan setelah itu akan secara otomatis terciptanya kesatuan dan persatuan.
Kondisi sekarang, banyak masyarakat yang tidak menghargai keragaman, maka untuk membenahinya kita harus sadar dan mengetahui hal hal tadi, yaitu dimulai dari percaya terhadap keberadaan Tuhan, lalu menyadari bahwa kita semua sama, adalah ciptaan Tuhan, lalu kita akan dapat menghargai keragaman, dan secara otomatis akan terjadinya kesatuan dan persatuan

Terimakasih
Wassalamu'alaikum wrwb
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Nama : Muhammad Rafi Zaidan Ariq
NPM : 2211011076
S1 Manajemen
Pancasila Kelas A

Tanggapan :
Jurnal yang berjudul "Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Bernegara : Implementasi Nilai-nilai Keseimbangan dalam Upaya Pembangunan Hukum di Indonesia", karya Muhammad Chairul Huda.

Pancasila dibahas dan dirumuskan pada sidang BPUPKI. Ada tiga tokoh yang memberikan pendapatnya mengenai ideologi negara, yaitu Soepomo, Moh. Yamin dan juga Ir. Soekarno. Kemudian BPUPKI melakukan pembahasan lanjutan yang kemudian membentuk Panitia sembilan. Slaah satu yang dihasilkan panitia sembilan adalah rancangan mukadimah UUD yang dinamakan Piagam Jakarta. Piagam jakarta tersebut terumuskan pula 5 gagasan penting untuk dasar negara Indonesia, namun diubah sedikit lalu terbentuklah Pancasila sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini.
Pancasila memiliki beberapa nilai yang terkandung, yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.
Fungsi Pancasila sebagai (1) ideologi negara, yaitu pancasila adalah gagasan ajaran dan ilmu yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pandangan hidup bangsa serta menjadi petunjuk dalam menyelesaikan masalah, (2) dasar negara, yaitu Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara, (3) Pandangan Hidup Bangsa, sebagai petunjuk hidup berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari, (4) Kepribadian Bangsa, ciri khas bangsa Indonesia.
Dengan adanya Pancasila, permasalahan hukum akan selesai karena sistem hukum yang terstruktur dan bersumber langsung dari Pancasila.

# Kata Yang saya sukai adalah, Pancasila memuat relasi yang sangat baik, yaitu Hablumminallah (Hubungan kepada Allah), Hablumminannas (Hubungan kepada manusia) , juga Hablumminal 'aalam (Hubungan dengan alam)

Sekian, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh