Kiriman dibuat oleh M. Daffa Ilhamsyah_2211011064

Nama : M. Daffa Ilhamsyah
NPM : 2211011064
Kelas : Manajemen A

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sangat penting bagi setiap orang untuk memiliki apa yang disebut dengan etika, sehingga dapat menjalani kehidupan yang baik, yang kemudian diturunkan kepada generasi berikutnya. Etika Pancasila memegang peranan penting dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sebagaimana dijelaskan dalam pedoman Pancasila. Perintah-perintah Tuhan memiliki nilai spiritual dimana manusia mendekatkan diri kepada sang pencipta. Sila kemanusiaan meliputi nilai-nilai kemanusiaan, yaitu berusaha meningkatkan kemanusiaan terhadap sesama. Amanat persatuan adalah solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air. Perintah manusia termasuk rasa hormat. Sila keadilan meliputi nilai kepedulian terhadap nasib orang lain dan kesadaran membantu orang lain.
Dari kelima perintah tersebut, kita dapat melihat bahwa etika Pancasila sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tanpa etika, hal-hal yang tidak diinginkan seperti korupsi, aksi terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia terjadi.
Selanjutnya, urgensi Pancasila sebagai sistem etika menempatkan Pancasila sebagai sumber moral bagi pengambilan keputusan, sikap dan tindakan. Menjadi pedoman bagi setiap warga tatanan sosial dan menjadi dasar analisis politik agar tidak menyimpang dari semangat negara kebangsaan dalam semangat Pancasila.
Nama : M. Daffa Ilhamsyah
NPM : 2211011064
Kelas : Manajemen A

Moralitas mengacu pada perilaku manusia yang dapat diukur dari sudut pandang baik atau buruk, sedangkan etika adalah cabang filsafat yang merupakan gagasan kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. Etika dan moralitas menunjukkan cara melakukan sesuatu yang menjadi kebiasaan melalui penerimaan atau praktik oleh sekelompok orang.

Tahapan Perkembangan Etika.
Secara historis dan perkembangan ilmu pengetahuan, sistem etika berkembang melalui 5 (lima) tahapan, yaitu:
1. Etika teologis
etika bersumber dari ajaran agama.
2. Etika Ontologis
yang merupakan tahap perkembangan etika agama. Dibagi menjadi empat subsistem, yaitu:
- etika deskriptif
- etika preskriptif
- etika terapan
- metaetika
3. Etika positif
berupa aturan etika perilaku yang lebih spesifik dan etika perilaku mungkin pedoman

4. Tutup etika operasional
dimana proses keadilan etika dilakukan di internal komunitas/organisasi secara tertutup.
5. Etika Bisnis Terbuka Dalam Bentuk Pengadilan Etika Terbuka.

Pengertian Kebijakan Hukum pentingnya kebijakan hukum diungkapkan oleh sebelas pakar kebijakan yaitu Teuku Mohammad Radhie, Mohammad Radhie, Soedarto, Satjipto Rahardjo, C.F.G. Soenaryati Hartono, Abdul Hakim Garuda Nusantara, Mochtar Kusumatmadja, Siti Soetami, Mahfud MD, Imam Syaukani dan A. Ahsin Thohari, Ahmad M. Ramli. Kesimpulan yang dapat diambil dari kesebelas pernyataan tersebut adalah “tiga ciri umum kebijakan hukum, yaitu kebijakan dasar, yang meliputi arah pembuatan undang-undang, dibuat oleh penguasa (powers), pembuatan undang-undang dibuat oleh masyarakat mengembangkan nilai-nilai politik hukum yang disepakati dan kemudian disajikan dalam norma-norma untuk mengecualikan perilaku biasa, dan mereka adalah bagian yang mengandung hukum yang ideal atau cita-cita hukum yang harus dipenuhi.
Hukum adalah sikap memilih apa yang berkembang dalam masyarakat, kemudian memilihnya sesuai prioritas dan menyelaraskannya dengan konstitusi kita (UUD 1945) dan kemudian menuangkannya ke dalam produk hukum.

Hukum dan Hubungan Etika Dalam Kebijakan Hukum di Indonesia. Hubungan antara etika dan hukum dapat dilihat dalam 3 (tiga) dimensi, yaitu:
1. Dimensi materi dan wadah.
2. Dimensi ruang lingkup relasional.
3. Dimensi pikiran manusia mematuhi atau tidak mematuhinya.
Nama : M. Daffa Ilhamsyah
NPM : 2211011064
KELAS :MANAJEMEN A

Hasil analisis Vidio yang saya lakukan Pancasila itu pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur. Indonesia adalah negara yang kaya akan pulau, suku, budaya , bahasa dan agama yang merupakan kekuatan tersendiri bagi Indonesia. Namun tetap diperlukan suatu unsur yang mengikat dan merekat kuat. Salah satu unsurnya adalah ketuhanan, dengan percaya pada Tuhan kita akan toleran terhadap keragaman karena keberagaman kehendak dari Tuhan. Ketika kita sudah saling menghormati maka kita sudah menjadi manusia yang beradap dan secara otomatis membuat kita bersatu, melahirkan manusia yang bijak sehingga terciptalah manusia yang mampu berbuat adil pada siapapun.

Sekian hasil analisis saya, bila ada kekurangan saya mohon maaf. Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Nama : M. Daffa Ilhamsyah
NPM : 2211011064
Kelas : Manajemen A

Pancasila disusun dengan rumusan yang solutif dan sempurna. Istilah Pancasila sudah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, bahkan pengamalan nilai-nilai pancasila telah dilaksanakan walau sila-sila Pancasila masih belum di tulis secara konkret. Lahirlah Pancasila dimulai sejak Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, kemudian dibentuklah BPUPKI yang bertujuan menyelidiki dan melakukan persiapan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam bertugas telah terjadi dua kali sidang dan salah satunya membahas dasar negara. Ada tiga tokoh yang menyampaikan pendapat yaitu Muh Yamin, Soepomo dan Ir. Soekarno. Pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang Soekarno memunculkan nama Pancasila.

Tiga pandangan tersebut dibahas BPUPKI dengan membentuk panitia sembilan, salah satu yang dihasilkan panitia sembilan adalah rancangan mukadimah UUD yang kemudian dinamakan sebagai Piagam Jakarta. Dalam piagam Jakarta tersebut dirumuskan pula dasar negara yaitu Pancasila. Namun terdapat penolakan pada sila pertama dari masyarakat timur, sehingga terciptalah Pancasila yang kita kenal sekarang.

Fungsi Pancasila:
1. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa
2. Pancasila Sebagai Dasar Negara
3. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
4. Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa.

Demikianlah tanggapan dan analisis saya terhadap jurnal 1 dan 2.
Sekian dan terimakasih, saya ucapkan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.