Nama : M. Daffa Ilhamsyah
NPM : 2211011064
Kelas : Manajemen A
14.A
Sains dan teknologi adalah sarana yang digunakan orang untuk membuat penemuan baru dan kemajuan dalam sains dan teknologi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang pesat dan memberikan dampak positif dan negatif bagi dunia
Contoh dampak positif adalah:
1. Untuk mendukung kegiatan produksi
2. Memfasilitasi komunikasi dengan orang
3. Memfasilitasi pembelajaran
Contoh dampak negatif
1. Skimming, peretasan kartu kredit melalui internet
2. Kecanduan dan kemalasan
3. Mengandung unsur pornografi
Untuk menghindari pengaruh buruk ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat harus mampu mengimplementasikan visi hidup dan nilai-nilai Pancasila dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi:
Kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup:
1. Sebagai sumber solusi
2. Sebagai pembangun karakter
3. Persatuan bangsa
nilai pancasila :
1. Ketuhanan, ilmu pengetahuan dan teknologi harus dirasionalisasi untuk memberikan efek positif
2. Kemanusiaan, keadilan dan kesopanan, kesetaraan dan menghargai perbedaan
3. Persatuan, iptek dapat berkembang dalam kesatuan
4. Seorang populis yang memikirkan solusi untuk memenuhi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Pemahaman hukum, iptek harus adil, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras atau agama.
14.B
Perintah-perintah Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna mutlak bahwa di Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada tempat bagi pertentangan-pertentangan mengenai ketuhanan atau agama, sikap dan perbuatan yang ditujukan kepada Tuhan atau agama. dan menegakkan agama.
umat manusia
kebenaran adalah pengetahuan
perwujudan dan pemenuhan keberadaan Pria Notonagora menjelaskan bahwa sila kedua Pancasila mengandung cita-cita kemanusiaan yang sepenuhnya memenuhi fitrah manusia.
Hal-hal penting yang terkait dengan kasus ini meliputi: Bhinneka - tunggal dan jamak - satu atau tunggal.
Persatuan:
Sifat mutlak Kesatuan bangsa, daerah dan negara Indonesia yang terkandung dalam sila ketiga, dengan segala perbedaan dan kontradiksinya, memenuhi sifat esensi yang mutlak tak terpisahkan. Segala perbedaan pendapat dan pertentangan adalah hal yang wajar yang tentunya dapat disalurkan untuk menjaga dan mengembangkan persatuan bangsa.
kewarganegaraan
Sila ke-4 terdiri dari dua cita-cita filosofis, yaitu:
1. Demokrasi, yang meliputi cita-cita bahwa negara adalah alat pemenuhan kebutuhan seluruh rakyat, dan cita-cita demokrasi sosial-ekonomi.
2. Permusyawaratan atau demokrasi politik yang diwujudkan dalam prinsip-prinsip politik negara adalah negara rakyat yang berdaulat.
keadilan
Kebenaran adalah pemenuhan hakekat keadilan (righteousness). Inilah makna kebenaran dalam Pancasila yang bersumber dari sila kelima. Esensi keadilan menurut pemahaman ilmiah, yaitu terwujudnya semua hak untuk hidup berdampingan sebagai hakikat hubungan satu sama lain, mengarah pada terwujudnya semua hak dalam hubungan. Jadi, dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah kebenaran
Sebuah teori kebenaran
Sebagai bagian dari diskusi
Filsafat, sistem filsafat Pancasila, harus memenuhi tiga teori kebenaran, yaitu teori koherensi, teori korespondensi dan pragmatik. Sistem filsafat Pancasila menjadi keras terhadap sistem filsafat lainnya.
1. Teori Koherensi
Koneksi logis sebagai pengakuan
atau cerminan dari teori koherensi dapat dilihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagora bersifat hierarkis dan piramidal . Artinya, lima sila dalam Pancasila menunjukkan satu rangkaian
ini multi-level jadi Anda tidak bisa
urutan terbalik.
2. Teori korespondensi
Menurut teori korespondensi ini ada satu Suatu pernyataan dikatakan benar jika informasi material yang terkandung dalam pernyataan tersebut relevan
dengan objek yang menjadi subjek kalimat.
3. Teori Pragmatis
Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filosofis Pancasila bekerja dalam praktek. Pancasila merupakan bagian integral dari peraturan-peraturannya, yang harus menjadi sumber nilai, ekspresi pemikiran dan prinsip moral bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Teknologi. Oleh karena itu, ketentuan Pancasila mengacu pada sistem etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu:
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Melakukan sains, menciptakan, antara rasional dan irasional, nalar, emosi, dan keseimbangan Akan Tuntutan.
Kemanusiaan yang adil dan beradab. memberikan landasan moral bagi umat manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari proses kebudayaan manusia yang beradab dan bermoral.
Persatuan Indonesia.
Menyadarkan bangsa Indonesia bahwa nasionalisme adalah masyarakat internasional.
Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara demokratis.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia.