Posts made by 2213034014 Annisa Adelia salsabilla

GTP -> Diskusi Pertemuan 3 -> Pertanyaan -> Re: Pertanyaan

by 2213034014 Annisa Adelia salsabilla -
Nama: Annisa Adelia Salsabilla
NPM: 2213034014

1. Transmigrasi di Indonesia
Transmigrasi di Indonesia merupakan program resmi pemerintah yang dimulai sejak masa kolonial Belanda (disebut kolonisasi), lalu dilanjutkan setelah kemerdekaan dengan istilah transmigrasi. Tujuan utamanya adalah mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa, Bali, dan Madura dengan memindahkan penduduk ke luar Jawa seperti Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, hingga Papua. Pemerintah menyediakan lahan, rumah, serta fasilitas dasar agar penduduk dapat menetap dan mengembangkan wilayah baru. Program ini berorientasi pada pemerataan penduduk sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.

2.Kebijakan Perpindahan Penduduk di India
India tidak menggunakan istilah “transmigrasi” seperti Indonesia, namun memiliki kebijakan resettlement and rehabilitation (pemukiman kembali dan rehabilitasi). Program ini lebih sering terkait dengan pembangunan proyek-proyek besar, misalnya bendungan Narmada, tambang, atau kawasan industri. Dalam kebijakan ini, masyarakat yang tinggal di daerah yang terkena dampak pembangunan (misalnya desa yang terendam bendungan) dipindahkan ke wilayah baru. Pemerintah menyediakan kompensasi berupa tanah pengganti, rumah, atau uang tunai, meskipun sering terjadi kontroversi terkait keadilan distribusi dan hak-hak masyarakat adat.

- Perbedaan Utama Indonesia dan India
Indonesia: menekan kepadatan penduduk di Jawa serta pemerataan pembangunan wilayah.
India: fokus pada relokasi masyarakat terdampak proyek pembangunan besar (bendungan, tambang, infrastruktur).

- Sifat Program
Indonesia: program proaktif pemerintah, memindahkan penduduk secara sukarela maupun terorganisir.
India: program reaktif, muncul karena kebutuhan pembangunan yang memaksa masyarakat harus dipindahkan.

- Pendekatan
Indonesia: pemerintah menyiapkan lahan, rumah, dan fasilitas sosial (sekolah, jalan, rumah sakit).
India: lebih menekankan kompensasi (tanah, rumah, uang) dan pemulihan sosial-ekonomi, meski sering menghadapi masalah implementasi.

Nama : Annisa Adelia Salsabilla

NPM : 2213034014

Pertanyaan:

1. menjelaskan kembali sejarah transmigrasi yang ada di Indonesia berdasarkan video 

2, Apakah transmigrasi itu penting?

Jawaban:

1. Sejarah panjang transmigrasi Indonesia dimulai pada masa pendudukan pemerintah kolonial Belanda yang awalnya dikenal dengan istilah kolonisasi, setelah diambil alih oleh pemerintah setelah kemerdekaan berganti nama menjadi Transmigrasi. yang melatarbelakangi program perpindahan transmigrasi zaman kolonial adalah hasil penelitian dari hasil manusia yang dilaporkan pada penduduk Kedu, bahwa lahan pertanian di Jawa berkurang dari tahun 1904 hingga tahun 1905. Sedangkan penduduk menunjukkan peningkatan jumlah yang pesat dari 20.000 juta jiwa menjadi 23.000 juta jiwa. Sementara di Luar Jawa masih tersedia lahan untuk membuka perkebunan yang baru. 

Oleh karena itu residen pada saat itu diperintahkan untuk memindahkan penduduk Jawa ke luar pulau, dicatatkan dalam arsip nasional republik Indonesia hal ini dikenal dengan istilah program Kolonisasi. Program Kolonisasi kemudian dilanjutkan ke pulau Sumatera tepatnya ke provinsi lampung pada tahun 1905 ke desa bagelan kecamatan Gedongtataan. pada masanitu transmigrasi di inisiasi oleh pemerintah Hindia Belanda sebanyak 135 keluarga dari Keresidenan Kedu Jawa tengah dipindahkan ke lampung untuk memperluas wilayah perkebunan yang dikelola oleh pemerintah Hindia Belanda di luar Jawa, para Transmigran itu datang ke lampung dengan naik kapal laut dari pelabuhan Tanjungpriok dan panjangnya di pelabuhan kecil di kawasan teluk Betung kini kawasan yang dulunya pelabuhan itu berubah menjadi tempat gangguan ikan para nelayan di teluk lampung serta pasar, dari teluk betung para Transmigran berjalan kaki selama dua hari menuju sebuah desa yang diberi nama ikan Bagelan pada masa itu nama itu tetap seperti nama wilayah kabupaten di Purworejo dulu disebut sebagai Bagelan yang menjadi bagian dari Keresidenan Kedu, saat ini keturunan para Transmigran itu tersebar ke sejumlah daerah di lampung antara kabupaten lain Tanggamus Pringsewu dan metro. pemberian nama yang sama persist itu bukan tanpa alasan pemberian nama daerah yang persist sama dilakukan untuk mengobati kerinduan para Transmigran dengan daerah asalnya begitu mereka tetap betah di lampung. semula para Transmigran asal residen kedu itu hendak dikirim ke Banyuwangi namun daerah di pesisir jawa timur ini dianggap tidak cocok sebagai tujuan karena Transmigran bisa saja kembali ke daerah asal.

Keresidenan lampung yang berada di ujung Sumatera dianggap cocok karena masih banyak lahan yang kosong selain itu mereka juga harus melintasi lautan sehingga tidak mungkin akan kembali ke daerah asal, agar getaran setiap Kepala keluarga diberi bantuan berupa 20 perlengkapan emas pertanian dan alat masak. setelah Transmigrasi pertama tahun 1905 orang-orang dari Jawa terus dipindahkan ke lampung, menurut catatan museum nasional sepanjang tahun 1905 hingga 1943 terdapat 51.000 kepala keluarga yang dipindahkan Dari Jawa ke lampung, saat ini keturunan para Transmigran tersebar ke sejumlah daerah di lampung antara kabupaten lain Tanggamus, Pringsewu dan metro lampung selatan serta Bandar Lampung. di desa mulia Jaya kecamatan Tulang Bawang tengah kabupaten Tulang Bawang barat desa yang di huni keturunan generasi kedua dan ketiga warga transmigrasi asal Jawa tengah dan jokjakarta tetap melestarikan kesenian Karawitan Jaw, sedangkan di desa Tirta kencana warga suku Bali hidup berdampingan dengan warga suku Jawa dan lampung, para transmigran menemui kenyataan bahwa mereka datang dari beberapa daerah berlatar belakang suku yang beragam dan harus bertetangga dengan warga asli lampung. mereka saling melihat berkomunikasi saling menghargai saling mengenal lalu kemudian berbaur dan melebur di akar rumpun, itulah mengapa musium nasional transmigrasian di lampung tepatnya di desa bagelan kecamatan Gedongtataan. transmigrasi yang pertama kali dilakukan pada tanggal 12 Desember 1905 dari Keresidenan Kedu Jawa tengah sejumlah 23 kepala keluarga yang kemudian ditetapkan sebagai hari Bhakti transmigrasi.


2. Transmigrasi merupakan program pemindahan penduduk dari daerah padat ke wilayah yang lebih jarang penduduknya dengan tujuan pemerataan pembangunan. Program ini penting karena dapat mengurangi kepadatan penduduk di daerah asal, membuka lahan baru untuk pertanian maupun pemukiman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tujuan. Selain itu, transmigrasi juga berperan dalam meningkatkan integrasi nasional melalui percampuran budaya antar daerah. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada perencanaan yang matang, ketersediaan fasilitas, dan kelestarian lingkungan. Tanpa itu, transmigrasi bisa menimbulkan masalah sosial maupun kerusakan alam.