Nama: Yosi Tirani Putri
NPM: 2215011083
Kelas: D
Prodi: Teknik Sipil
Analisis soal 1
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Dari artikel tersebut, menurut saya kedua belah pihak (Kab. Timur Tengah Utara-Distrik Oecussi) terjadi miss communication/ salah paham yang didukung oleh ketidakjelasan dari pemerintah masing-masing negara mengenai batas wilayah sehingga pihak 1 dirugikan karena merasa sumberdaya dicuri dan pihak ke 2 tidak merasa mencuri karena merasa itu memang wilayah negaranya dan sebaliknya. Jadi keduanya merasa benar mengenai tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan/ merebut kembali wilayahnya yang merasa dicuri.
Hal positif yang saya ambil ialah pelajaran mengenai pemerintah kita, jika wilayahnya sudah digugat/diklaim Negara lain (seperti pulau Sipadan dan Ligitan) pemerintah baru peduli dan mendebat. Alias, jika masalah belum besar, pemerintah belum ada notice. Tidak hanya wilayah saja, hal lain pun demikian seperti kebudayaan dan makanan kita sering di klaim milik Malaysia dengan dalih ‘satu rumpun’ padahal kebudayaan dan makanan adalah hasil dari kreativitas masyarakat suatu Negara yang TIDAK ADA hubungannya dengan rumpun. Jika mau melibatkan rumpun, dahulu Indonesia ini hampir menguasai seluruh Asia Tenggara (Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, dll ) yang artinya kebudayaan Negara lain saat ini adalah miliki Indonesia (?) lucu bila berpendapat seperti itu, sama lucunya dengan melontarkan kata ‘satu rumpun’ untuk mengklaim suatu hal milik Negara lain.
2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidakmemiliki konsepsi wawasan nusantara?
Jika kita tidak memiliki wawasan kebangsaan maka kita tidak akan peduli dengan kebudayaan, makanan, adat, wilayah, dll saat di klaim Negara lain. jika sudah demikian maka perlahan Negara yang tidak memilki wawasan kebangsaan ini akan dikuasai/dijajah Negara lain.
3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikell diatas?
Dengan adanya wawasan nusantara maka diharapkan dapat mencegah konflik yang terjadi seperti artikel diatas karena adanya kepedulian terhadap sesama. Walaupun ada perbedaan, dengan wawasan kebangsaan kita dapat saling memahami dan menghargai antar wilayah dan konflik antarwarga Negara dapat dihindari. Tapi wawasan kebangsaan adalah konsep yang diterapkan di Indonesia. Apakah Timor Leste juga menerapkannya? Jika tidak maka konflik akan terus terjadi karena hanya sebelah pihak saja yang ingin menghentikan konflik, pihak lain belum tentu demikian. Oleh karena itu, saran saya untuk menghindari konflik tersebut ialah membuat kejelasan mengenai batas wilayah yang dilakukan oleh kedua Negara bersangkutan (Indonesia-Timor Leste) dan berikan wawasan nusantara setelahnya.