Kiriman dibuat oleh 2213034032 NABILA AYU TRISNA

GTP -> Diskusi Pertemuan 3 -> Pertanyaan -> Re: Pertanyaan

oleh 2213034032 NABILA AYU TRISNA -
Nama : Nabila Ayu Trisna
NPM : 2213034032

Soal !
Menurut Anda apakah negara lain memiliki kebijakan transmigrasi? jika ya. jelaskan apa perbedaan transmigrasi di Indonesia dengan negara lain (pilih salah satu negara)
Jawaban :
Ya, negara yang memiliki kebijakan transmigrasi salah satunya Negara Myanmar.
Program transmigrasi di Indonesia memiliki tujuan utama untuk mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa, Bali, dan Madura dengan memindahkan mereka ke daerah yang relatif jarang penduduk seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Kebijakan ini bersifat sukarela namun difasilitasi penuh oleh pemerintah, misalnya dengan pemberian lahan, rumah, alat pertanian, serta bantuan hidup pada masa awal. Selain itu, transmigrasi juga memiliki misi sosial yaitu menciptakan pemerataan pembangunan, mempercepat pengelolaan sumber daya alam di daerah terpencil, serta memperkuat integrasi bangsa melalui interaksi antar-suku dan budaya.

Sementara itu, Myanmar juga pernah menjalankan kebijakan yang serupa, meskipun orientasi dan dampaknya berbeda. Sejak tahun 1960-an hingga 1980-an, pemerintah militer Myanmar melaksanakan program pemindahan penduduk ke daerah-daerah terpencil, khususnya wilayah perbatasan. Tujuan utamanya adalah untuk membuka lahan pertanian baru, meningkatkan ketersediaan pangan, serta memperkuat kontrol politik dan militer terhadap daerah-daerah yang dihuni oleh kelompok etnis minoritas. Pemerintah memberikan lahan dan perumahan sederhana bagi keluarga yang dipindahkan, namun pelaksanaannya sering bersifat top-down dan kurang memperhatikan kondisi sosial-budaya masyarakat setempat.

Perbedaan utama antara transmigrasi di Indonesia dengan Myanmar terletak pada orientasi kebijakan. Transmigrasi Indonesia lebih menekankan pada aspek demografi dan sosial, yaitu pemerataan jumlah penduduk, pembangunan wilayah, dan integrasi bangsa. Sementara itu, kebijakan di Myanmar lebih bernuansa politik dan militeristik karena diarahkan untuk memperkuat pengawasan pemerintah pusat di daerah perbatasan. Dampaknya, jika transmigrasi di Indonesia relatif berhasil mendorong pembentukan masyarakat multietnis yang berbaur di daerah tujuan, di Myanmar program ini justru sering menimbulkan konflik horizontal antara pendatang dan kelompok etnis lokal karena dianggap sebagai upaya dominasi oleh pemerintah pusat.

GTP -> Diskusi Peretemuan 1 -> Pertanyaan -> Re: Pertanyaan

oleh 2213034032 NABILA AYU TRISNA -
Nama : Nabila Ayu Trisna
NPM : 2213034032
Soal
1. Menjelaskan kembali sejarah transmigrasi yang ada di Indonesia berdasarkan video.
Jawaban :
Sejarah transmigrasi di Indonesia dimulai pada masa kolonial Belanda yang dikenal dengan kolonisasi. Setelah kemerdekaan Indonesia, istilah kolonisasi berubah menjadi transmigrasi. Latar belakang transmigrasi pada masa kolonial Belanda adalah hasil penelitian dari hasilman yang dilaporkan kepada residen Kedu bahwa lahan pertanian di Jawa berkurang dari tahun 1904 hingga 1905. Sedangkan adanya peningkatan jumlah penduduk yang pesat dari 20.000 juta jiwa menjadi 23.000 juta jiwa. Sementara di luar pulau Jawa masih tersedia lahan untuk membuka perkebunan yang baru. Oleh karena itu residen di perintahkan untuk memindahkan penduduk Jawa ke luar pulau dicatatkan pada arsip Nasional Republik Indonesia. Sehingga dikenal dengan program kolonisasi.

Program kolonisasi dilanjutkan di pulau Sumatera tepatnya ke Provinsi Lampung pada tahun 1905 di Desa Bagelan, Kecamatan Gedong Tataan.Pada masa itu transmigrasi di inisiasi oleh
Pemerintah Hindia Belanda sebanyak 135 keluarga dari keresidenan Kedu, Jawa Tengah dipindahkan ke Lampung untuk perluasan daerah perkebunan yang dikelola oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda di luar Jawa.

Para transmigran datang ke Lampung dengan menaiki kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok dan bersandar di pelabuhan kecil, Teluk Betung.
Kini kawasan pelabuhan tersebut berubah menjadi tempat pendaratan ikan oleh nelayan di Teluk Lampung serta pasar ikan.

Dari Teluk Betung, transmigran berjalan kaki selama 2 hari menuju desa Bagelan. Nama Desa Bagelan sangat mirip dengan nama wilayah Kabupaten Purworejo yang bernama Bagelan yang menjadi bagian keresidenan Kedu.
Saat ini para transmigran tersebar ke sejumlah daerah di Lampung yaitu Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, dan Metro.

Alasan pemberian nama desa yang sama persis tersebut yaitu untuk mengobati rindu para transmigran dengan daerah asalnya agar betah di Lampung.
Awalnya para transmigran Kedu tersebut hendak dikirim ke Banyuwangi, namun daerah tersebut dianggap tidak cocok sebagai daerah tujuan karena transmigran bisa kembali ke daerah asalnya.

Keresidenan Lampung yang berada di ujung Sumatera dianggap cocok karena masih banyak lahan yang kosong. Selain mereka harus menyebrang lautan, sehingga tidak mungkin akan kembali ke daerah asalnya .
Agar para transmigran betah, setiap keluarga diberi bantuan berupa 20 golden, perlengkapan pertanian dan alat masak.

Setelah transmigrasi pertama pada tahun 1905. Orang- orang dari Jawa terus dipindahkan ke Lampung.
Menurut catatan Museum Nasional, sepanjang tahun 1905 hingga 1943 terdapat 51.000 kepala keluarga yang dipindahkan dari Jawa ke Lampung.

Saat ini, keturunan para transmigran tersebar ke sejumlah daerah di Lampung antara lain Kabupaten Tanggamus, Metro, Lampung Selatan dan Bandar Lampung.

Di Desa Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah desa yang dihuni oleh keturunan generasi kedua dan ketiga warga yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta tetap melestarikan kesenian karawitan Jawa. Sedangkan di Desa Tirta Kencana, warga suku Bali hidup berdampingan dengan suku Jawa dan Lampung.

Para transmigran menemui kenyataan bahwa mereka datang dari beberapa daerah yang berlatar belakang dari suku yang beragam dan harus bertetangga dengan warga asli Lampung. Mereka saling berkomunikasi, menghargai , dan mengenal lalu kemudian berbaur dan melebur menjadi satu rumpun. Itulah kenapa museum nasional ketransmigrasian ada di Lampung, tepatnya di Desa Bagelan, Kecamatan Gedong Tataan.

Transmigrasi yang pertama kali dilakukan pada tanggal 12 Desember 1905 dari Keresidenan Kedu Jawa Tengah sejumlah 23 kepala keluarga yang kemudian di tetapkan sebagai hari Bakti Transmigrasi.

Soal
2. Apakah transmigrasi itu penting ?
Jawaban :
Transmigrasi penting karena berfungsi sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan penduduk di Jawa sekaligus memanfaatkan lahan kosong di luar Jawa. Program ini juga mendorong pemerataan pembangunan, membuka kawasan perkebunan dan pertanian baru, serta mempertemukan berbagai suku bangsa sehingga terjalin integrasi sosial dan budaya. Dengan demikian, transmigrasi berperan besar dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan persatuan bangsa Indonesia.