Nama: Intan Pramudita
NPM: 2213034008
1. Jelaskan kembali sejarah transmigrasi yang
ada di Indonesia berdasarkan video
Sejarah transmigrasi di Indonesia bermula pada masa
pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1905. Program ini dikenal dengan
istilah kolonisatie, bertujuan mengatasi kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan
memenuhi kebutuhan tenaga kerja di wilayah luar Jawa seperti perkebunan dan
daerah terpencil.
- Periode
Jepang dan Transmigrasi Kokuminggakari
Pada
masa pendudukan Jepang, program transmigrasi beralih nama menjadi Kokuminggakari.
Pelaksanaannya berlangsung satu kali pada tahun 1943, dengan basis pemindahan
bersifat individu (bukan keluarga) yang awalnya bersifat sukarela, kemudian
berubah menjadi pemaksaan. Sekitar 31.700 jiwa dipindahkan dari Pulau Jawa ke
Lampung (sekarang Kecamatan Purbolinggo, Lampung Tengah) untuk memenuhi tenaga
dalam produksi bahan pangan dan kebutuhan militer Jepang.
- Era Pasca Kemerdekaan: Orde Lama
Istilah
“transmigrasi” mulai digunakan secara resmi sejak era Orde Lama (setelah
kemerdekaan). Program ini masuk dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN)
dan bertujuan pemerataan penduduk serta pembangunan daerah. Transmigrasi pertama di
era kemerdekaan dilaksanakan pada Desember 1950 di Lampung, dengan penerima
sekitar 22.360 orang antara tahun 1950–1959.
- Era Orde Baru dan Program Transmigrasi Besar-Besaran
Pada
masa Orde Baru, transmigrasi dijadikan bagian penting dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (Pelita).
Setiap Pelita memiliki orientasi berbeda namun konsisten pada pemerataan dan
pembangunan daerah, termasuk Pelita I hingga IV. Antara tahun 1974–1979 program
transmigrasi memberangkatkan sekitar 204.000 orang (Repelita II), sementara
pada 1979–1983 (Repelita III) mencapai lebih dari 500.000 keluarga. Hingga
akhir 1985 (Repelita IV), jumlah yang diberangkatkan mencapai 350.606 keluarga
atau 1.163.771 orang.
- Transmigrasi di Era Reformasi
hingga Kini
Pada
era Reformasi, pendekatan transmigrasi bergeser mengikuti prinsip otonomi
daerah dan desentralisasi. Fokus tidak lagi hanya pada relokasi penduduk,
melainkan pada pembangunan kawasan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Transmigrasi modern juga
mengadopsi program-program seperti Trans Tuntas, Translok, Trans Patriot,
Trans
Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong, yang
menekankan pemberdayaan masyarakat lokal, penyelesaian sengketa lahan,
pembangunan ekonomi inklusif, dan kolaborasi multi-pihak.
- Pelestarian dan Dokumentasi
Sejarah Transmigrasi
Museum
Nasional Transmigrasi, yang terletak di Lampung, dibangun untuk
mendokumentasikan sejarah panjang program transmigrasi Indonesia. Museum ini
merupakan satu-satunya di dunia yang didedikasikan khusus untuk itu, mulai
dibangun pada 12 Desember 2004, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti
Transmigrasi.
2. Apakah transmigrasi itu penting?
Transmigrasi merupakan program yang penting bagi
Indonesia karena memiliki peran strategis dalam pemerataan penduduk dan
pembangunan wilayah. Melalui transmigrasi, pemerintah berupaya mengurangi
kepadatan penduduk di pulau-pulau besar seperti Jawa, Madura, dan Bali, serta
memanfaatkan lahan yang masih luas di luar Jawa agar dapat dikelola secara
produktif. Selain itu, transmigrasi membuka peluang kerja baru, meningkatkan
ketahanan pangan dengan adanya lahan pertanian baru, serta mendorong
pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan melalui pembangunan infrastruktur dan
terbentuknya pusat-pusat permukiman baru. Program ini juga membantu memperkuat
integrasi nasional karena masyarakat dari berbagai daerah dapat hidup
berdampingan dan saling berinteraksi, sehingga memperkaya keragaman budaya.
Meskipun begitu, transmigrasi tidak lepas dari tantangan, seperti potensi
konflik sosial dengan penduduk lokal, keterbatasan fasilitas dasar, hingga
risiko kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan baru. Oleh karena itu,
transmigrasi tetap penting, tetapi pelaksanaannya perlu dilakukan dengan
perencanaan matang, pendekatan berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat
setempat agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara adil dan merata.