གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2213034008 INTAN PRAMUDITA

GTP -> Diskusi Pertemuan 3 -> Pertanyaan -> Re: Pertanyaan

2213034008 INTAN PRAMUDITA གིས-
Nama: Intan Pramudita
NPM: 2213034008

1. Menurut anda apakah negara lain memiliki kebijakan transmigrasi? jika iya. jelaskan apa perbedaan transmigrasi di Indonesia dengan negara lain (pilih salah satu negara)
Jawab:
Iya benar, beberapa negara juga memiliki kebijakan yang mirip dengan transmigrasi, salah satunya adalah China dengan program resettlement atau pemindahan penduduk. Perbedaan antara transmigrasi di Indonesia dan China terletak pada tujuan serta pendekatannya. Di Indonesia, transmigrasi lebih difokuskan untuk pemerataan jumlah penduduk, khususnya mengurangi kepadatan di Pulau Jawa dan Bali, sekaligus membuka wilayah baru agar produktif melalui pertanian dan pembangunan daerah. Sementara itu, di China pemindahan penduduk lebih banyak dilakukan untuk mendukung proyek pembangunan infrastruktur besar, seperti Bendungan Tiga Ngarai, serta untuk mengendalikan laju urbanisasi. Dari sisi pelaksanaan, transmigrasi Indonesia biasanya disertai dengan penyediaan lahan, rumah, serta fasilitas penunjang bagi masyarakat agar dapat mandiri, sedangkan di China pemindahan lebih bersifat top-down atau perintah dari pemerintah pusat, sehingga masyarakat sering tidak memiliki banyak pilihan. Dampaknya pun berbeda, di Indonesia transmigrasi menimbulkan interaksi antara pendatang dengan masyarakat lokal yang dapat memperkuat integrasi bangsa, meski kadang memicu konflik sosial, sedangkan di China lebih menimbulkan persoalan adaptasi ekonomi dan sosial akibat kehilangan tanah leluhur, namun konflik etnis tidak terlalu dominan karena mayoritas penduduk berasal dari etnis Han.

GTP -> Diskusi Peretemuan 1 -> Pertanyaan -> Re: Pertanyaan

2213034008 INTAN PRAMUDITA གིས-

Nama: Intan Pramudita

NPM: 2213034008

 

1. Jelaskan kembali sejarah transmigrasi yang ada di Indonesia berdasarkan video 

Sejarah transmigrasi di Indonesia bermula pada masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1905. Program ini dikenal dengan istilah kolonisatie, bertujuan mengatasi kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di wilayah luar Jawa seperti perkebunan dan daerah terpencil.

  • Periode Jepang dan Transmigrasi Kokuminggakari

Pada masa pendudukan Jepang, program transmigrasi beralih nama menjadi Kokuminggakari. Pelaksanaannya berlangsung satu kali pada tahun 1943, dengan basis pemindahan bersifat individu (bukan keluarga) yang awalnya bersifat sukarela, kemudian berubah menjadi pemaksaan. Sekitar 31.700 jiwa dipindahkan dari Pulau Jawa ke Lampung (sekarang Kecamatan Purbolinggo, Lampung Tengah) untuk memenuhi tenaga dalam produksi bahan pangan dan kebutuhan militer Jepang.

  • Era Pasca Kemerdekaan: Orde Lama

Istilah “transmigrasi” mulai digunakan secara resmi sejak era Orde Lama (setelah kemerdekaan). Program ini masuk dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan bertujuan pemerataan penduduk serta pembangunan daerah. Transmigrasi pertama di era kemerdekaan dilaksanakan pada Desember 1950 di Lampung, dengan penerima sekitar 22.360 orang antara tahun 1950–1959.

  •  Era Orde Baru dan Program Transmigrasi Besar-Besaran

Pada masa Orde Baru, transmigrasi dijadikan bagian penting dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Setiap Pelita memiliki orientasi berbeda namun konsisten pada pemerataan dan pembangunan daerah, termasuk Pelita I hingga IV. Antara tahun 1974–1979 program transmigrasi memberangkatkan sekitar 204.000 orang (Repelita II), sementara pada 1979–1983 (Repelita III) mencapai lebih dari 500.000 keluarga. Hingga akhir 1985 (Repelita IV), jumlah yang diberangkatkan mencapai 350.606 keluarga atau 1.163.771 orang.

  • Transmigrasi di Era Reformasi hingga Kini

Pada era Reformasi, pendekatan transmigrasi bergeser mengikuti prinsip otonomi daerah dan desentralisasi. Fokus tidak lagi hanya pada relokasi penduduk, melainkan pada pembangunan kawasan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Transmigrasi modern juga mengadopsi program-program seperti Trans Tuntas, Translok, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong, yang menekankan pemberdayaan masyarakat lokal, penyelesaian sengketa lahan, pembangunan ekonomi inklusif, dan kolaborasi multi-pihak.

  •  Pelestarian dan Dokumentasi Sejarah Transmigrasi

Museum Nasional Transmigrasi, yang terletak di Lampung, dibangun untuk mendokumentasikan sejarah panjang program transmigrasi Indonesia. Museum ini merupakan satu-satunya di dunia yang didedikasikan khusus untuk itu, mulai dibangun pada 12 Desember 2004, bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Transmigrasi.

2. Apakah transmigrasi itu penting?

Transmigrasi merupakan program yang penting bagi Indonesia karena memiliki peran strategis dalam pemerataan penduduk dan pembangunan wilayah. Melalui transmigrasi, pemerintah berupaya mengurangi kepadatan penduduk di pulau-pulau besar seperti Jawa, Madura, dan Bali, serta memanfaatkan lahan yang masih luas di luar Jawa agar dapat dikelola secara produktif. Selain itu, transmigrasi membuka peluang kerja baru, meningkatkan ketahanan pangan dengan adanya lahan pertanian baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan melalui pembangunan infrastruktur dan terbentuknya pusat-pusat permukiman baru. Program ini juga membantu memperkuat integrasi nasional karena masyarakat dari berbagai daerah dapat hidup berdampingan dan saling berinteraksi, sehingga memperkaya keragaman budaya. Meskipun begitu, transmigrasi tidak lepas dari tantangan, seperti potensi konflik sosial dengan penduduk lokal, keterbatasan fasilitas dasar, hingga risiko kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan baru. Oleh karena itu, transmigrasi tetap penting, tetapi pelaksanaannya perlu dilakukan dengan perencanaan matang, pendekatan berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat setempat agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara adil dan merata.