Kiriman dibuat oleh Ramanda Anta Wijaya

NAMA : RAMANDA ANTA WIJAYA
NPM : 2207051026
KELAS : D3 MI
Dalam jurnal ini, penulis membahas tentang pentingnya semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19 dengan lebih spesifik. Bela negara diartikan sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua warga negara, yang diatur dalam perundang-undangan suatu negara, sebagai wujud kesetiaan dan kecintaan terhadap negara. Meskipun menghadapi kondisi sulit seperti saat ini, yakni pandemi COVID-19, bela negara tetap harus dilaksanakan oleh seluruh warga negara dengan beberapa tindakan konkret.

Tindakan bela negara dalam situasi pandemi ini meliputi tetap tinggal di rumah dan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi. Selain itu, pendidikan kewarganegaraan dan kesadaran akan bela negara juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya selama pandemi, pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satu prioritas utama adalah menghentikan dan memutus rantai penularan virus COVID-19, terutama bagi mereka yang sudah terinfeksi virus. Oleh karena itu, penting untuk tidak melakukan perjalanan ke kampung halaman dan melaksanakan isolasi mandiri. Dalam upaya bela negara, kita dapat menjalankan isolasi mandiri dengan bantuan lingkungan sekitar, seperti dalam komplek perumahan, dengan bekerja sama dengan pemerintah setempat, dan dengan patuh terhadap semua perintah dan himbauan yang diberikan oleh pemerintah.

Selain itu, dalam situasi ini, solidaritas juga sangat penting. Meskipun kita harus tinggal di rumah, kita masih dapat menunjukkan solidaritas dengan melakukan perbuatan baik, seperti membantu orang yang rentan terpapar COVID-19 dan mendukung gugus tugas penanggulangan pandemi. Selain itu, patuh terhadap himbauan pemerintah dan tetap tinggal di rumah juga merupakan bentuk solidaritas untuk melindungi orang-orang di sekitar kita.
NAMA : RAMANDA ANTA WIJAYA
NPM : 2207051026
KELAS : D3 MI
Hasil analisis:
Ketahanan Nasional adalah konsep yang mencakup dua aspek penting, yaitu aspek alamiah (TRI GATRA) dan aspek sosial (PANCA GATRA). Aspek alamiah melibatkan tiga elemen, yaitu integritas, identitas, dan kelangsungan hidup. Integritas berkaitan dengan keutuhan wilayah dan kedaulatan negara, yang berarti menjaga agar wilayah negara tetap utuh dan tidak terbagi-bagi oleh pihak asing. Identitas mencakup keberagaman budaya dalam negara dan pentingnya memperkuat persatuan dalam keberagaman tersebut. Sementara itu, kelangsungan hidup berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, seperti makanan, air, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Aspek sosial dalam Ketahanan Nasional melibatkan perjuangan mencapai tujuan nasional dengan partisipasi masyarakat serta menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. Negara perlu melibatkan masyarakat dalam upaya mencapai tujuan nasional, sehingga partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat menjadi penting. Selain itu, negara juga harus siap menghadapi tantangan dan ancaman yang dapat datang dari dalam maupun luar negeri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tantangan tersebut bisa berupa ancaman keamanan, konflik sosial, bencana alam, atau perubahan global yang berdampak pada stabilitas dan keamanan nasional.

Ketahanan Nasional memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan, kestabilan, dan kesejahteraan negara serta rakyatnya. Dalam membangun Ketahanan Nasional, negara harus menjaga integritas wilayah dan kedaulatan negara, melindungi identitas budaya dan mempromosikan persatuan, serta memastikan kelangsungan hidup rakyat dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Selain itu, negara perlu berjuang mencapai tujuan nasional dengan partisipasi aktif masyarakat, serta siap menghadapi berbagai tantangan dan ancaman baik yang datang secara langsung maupun tidak langsung. Dengan memahami dan mengatasi tantangan tersebut, negara dapat memperkuat ketahanan, stabilitas, dan kesejahteraan nasional secara keseluruhan.
NAMA : RAMANDA ANTA WIJAYA
NPM : 2207051026
KELAS : D3 MI

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel tersebut membahas tentang situasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang masih memprihatinkan pada tahun 2019. Beberapa lembaga seperti Komisi Nasional HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mencatat adanya pelanggaran HAM yang serius di masa lalu dan adanya pembatasan terhadap kebebasan sipil yang mengkhawatirkan. Artikel juga menyoroti adanya diskriminasi gender yang merugikan perempuan, serta kegagalan dalam memberikan keadilan dan pemulihan kepada korban pelanggaran HAM. Selain itu, masih terdapat peningkatan pelanggaran HAM di Papua dan penggunaan hukuman yang kejam di luar sistem pengadilan.

Artikel tersebut membahas tentang situasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang masih memprihatinkan pada tahun 2019. Beberapa lembaga seperti Komisi Nasional HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mencatat adanya pelanggaran HAM yang serius di masa lalu dan adanya pembatasan terhadap kebebasan sipil yang mengkhawatirkan. Artikel juga menyoroti adanya diskriminasi gender yang merugikan perempuan, serta kegagalan dalam memberikan keadilan dan pemulihan kepada korban pelanggaran HAM. Selain itu, masih terdapat peningkatan pelanggaran HAM di Papua dan penggunaan hukuman yang kejam di luar sistem pengadilan.

Artikel tersebut membahas tentang situasi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang masih memprihatinkan pada tahun 2019. Beberapa lembaga seperti Komisi Nasional HAM dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mencatat adanya pelanggaran HAM yang serius di masa lalu dan adanya pembatasan terhadap kebebasan sipil yang mengkhawatirkan. Artikel juga menyoroti adanya diskriminasi gender yang merugikan perempuan, serta kegagalan dalam memberikan keadilan dan pemulihan kepada korban pelanggaran HAM. Selain itu, masih terdapat peningkatan pelanggaran HAM di Papua dan penggunaan hukuman yang kejam di luar sistem pengadilan.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Demokrasi Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia memiliki beberapa ciri khas. Konsep Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "berbeda-beda tapi tetap satu", menjadi dasar inklusivitas dan toleransi dalam demokrasi Indonesia. Budaya gotong royong juga memiliki peran penting, di mana masyarakat bekerja bersama untuk mencapai kepentingan bersama.

Pendapat saya mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa adalah bahwa hal itu mencerminkan kebijaksanaan lokal dan spiritualitas yang meliputi kehidupan masyarakat Indonesia. Keberadaan Tuhan sebagai dasar demokrasi menekankan nilai-nilai moral dan etika yang menjadi landasan pembangunan negara. Prinsip ini mengajarkan pentingnya menghormati nilai-nilai keagamaan dalam pengambilan keputusan politik dan kebijakan publik, serta menghormati keragaman agama dan keyakinan yang ada di Indonesia.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi Indonesia saat ini belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip Pancasila dan UUD NRI 1945, serta masih belum sepenuhnya menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia (HAM). Pada tahun 2019, terdapat beberapa isu terkait HAM di Indonesia yang perlu diperhatikan. Beberapa di antaranya adalah kurangnya proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi gender, kegagalan dalam memberikan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu, pelanggaran HAM yang masih terjadi di Papua, serta penjatuhan dan penerapan hukuman yang kejam di luar sistem pengadilan.

Walaupun demikian, upaya reformasi telah dilakukan oleh Indonesia untuk meningkatkan perlindungan HAM. Beberapa langkah yang diambil antara lain meratifikasi perjanjian HAM internasional dan komitmen untuk meratifikasi lebih banyak konvensi HAM. Gerakan mahasiswa juga telah muncul sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah, menunjukkan adanya harapan untuk mendorong perubahan positif. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan yang perlu dihadapi, termasuk penegakan hukum terhadap pelanggaran HAM dan pengungkapan kebenaran mengenai pelanggaran masa lalu, serta penanganan isu-isu seperti rasisme, kemiskinan, dan ketidaksetaraan akses.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat langkah-langkah positif, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk memastikan praktik demokrasi Indonesia yang sesuai dengan Pancasila, UUD NRI 1945, dan menjunjung tinggi nilai HAM.

D.Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sikap saya terhadap kondisi di mana anggota parlemen menggunakan suara rakyat namun melaksanakan agenda politik mereka sendiri yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat adalah sangat tidak setuju. Sebagai wakil rakyat, anggota parlemen memiliki tanggung jawab untuk mewakili kepentingan dan kesejahteraan masyarakat yang mereka perwakili. Jika mereka menggunakan posisi mereka untuk kepentingan politik pribadi yang bertentangan dengan kebutuhan rakyat, itu merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat dan berpotensi merugikan masyarakat secara keseluruhan.

Kepentingan nyata masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi anggota parlemen. Mereka harus aktif mendengarkan dan berkomunikasi dengan rakyat yang mereka wakili, memahami aspirasi mereka, dan bertindak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tindakan ini penting agar keputusan yang diambil dapat mencerminkan keinginan sebanyak mungkin warga negara dan menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas. Anggota parlemen seharusnya tidak menggunakan posisi dan kekuasaan mereka untuk kepentingan pribadi atau politik yang bertentangan dengan kepentingan rakyat yang seharusnya mereka perjuangkan.

E.Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Pendapat saya mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang memanfaatkan tradisi atau agama untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat, bahkan hingga menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas, sangat tidak setuju. Tindakan semacam itu melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) yang menjadi dasar dalam era demokrasi dewasa saat ini. Konsep HAM menekankan pentingnya menghormati kebebasan, kesetaraan, dan martabat manusia, dan menegaskan bahwa hak-hak individu harus dihormati dan dilindungi oleh negara.

Pendapat saya mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang memanfaatkan tradisi atau agama untuk menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat, bahkan hingga menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas, sangat tidak setuju. Tindakan semacam itu melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) yang menjadi dasar dalam era demokrasi dewasa saat ini. Konsep HAM menekankan pentingnya menghormati kebebasan, kesetaraan, dan martabat manusia, dan menegaskan bahwa hak-hak individu harus dihormati dan dilindungi oleh negara.