Kenan Yudhistira
2216031082
Reguler B
Ilmu Komunikasi
1. Tanggapan dan kesimpulan yang dapat saya ambil dari isi artikel tersebut antara lain adalah meningkatnya konflik dalam hubungan antara penduduk Indonesia dan Timor Leste. Pembangunan jalan yang sudah melewati perbatasan, pembangunan fasilitas pelayanan bea cukai yang konon pintunya jebol, dan tanaman di wilayah perbatasan yang seharusnya digunakan sebagai area netral adalah beberapa penyebab kerusuhan ini. Langkah-langkah proaktif yang dilakukan oleh Indonesia bekerja sama dengan TNI dan Tim Satgas Pamtas untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan adalah salah satu aspek baik yang dapat saya perhatikan. Lebih jauh lagi, sejak tahun 2005, tidak ada interpretasi baru mengenai zona netral di wilayah perbatasan. Perasaan negatif telah muncul di antara orang Indonesia, mantan warga Timor-Leste, dan warga Timor-Leste saat ini yang bersaing untuk mendapatkan sumber daya seperti tanah dan kebun di wilayah perbatasan. Fakta bahwa penduduk kedua negara memiliki nenek moyang yang sama seharusnya dapat memperkuat hubungan di antara mereka.
2. Sejak kemerdekaan Indonesia, para pejuangnya telah mendukung beberapa gagasan kenegaraan, termasuk Wawasan Nusantara. Untuk memperkuat kedaulatan nasional dan integritas teritorial, serta untuk memajukan pembangunan ekonomi dan sosial, gagasan ini dapat digunakan untuk menyatukan wilayah kepulauan yang cukup luas. Gagasan negara kepulauan juga mendorong pelestarian warisan budaya negara yang kaya dan beragam. Kita tidak akan pernah berpikir bahwa pulau-pulau tersebut dapat menjadi penghubung dan pemersatu bangsa jika negara Indonesia tidak menganut paham nusantara. Pada kenyataannya, kita perlu merefleksikan kesatuan bangsa dan negara dalam wawasan nusantara meskipun dipisahkan oleh pulau-pulau dan wilayah yang sangat luas. Selain itu, tidak ada perasaan kebersamaan atau perlindungan kolektif di antara masyarakat. Akibatnya, ada kekhawatiran bahwa negara asing dapat dengan mudah mempengaruhi dan mempengaruhi negara kita. Ingatlah bahwa kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mengikuti strategi adu domba seperti yang dilakukan pada masa penjajahan Belanda. Oleh karena itu, kita harus memahami nasionalisme, patriotisme, dan toleransi antar sesama warga bangsa dan negara, serta mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
3. Gagasan wawasan nusantara dalam pencegahan konflik antara lain menghormati dan menghargai perbedaan dan keberagaman yang ada, menjaga budaya lokal, menjaga kebhinekaan di Indonesia, menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat, mendorong rasa nasionalisme dan cinta tanah air, serta menghargai setiap perbedaan yang ada. Wawasan Nusantara sendiri berperan sebagai pedoman bagi para penyelenggara negara dan seluruh warga negara Indonesia dalam menentukan suatu kebijakan, keputusan, tindakan, dan perbuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2216031082
Reguler B
Ilmu Komunikasi
1. Tanggapan dan kesimpulan yang dapat saya ambil dari isi artikel tersebut antara lain adalah meningkatnya konflik dalam hubungan antara penduduk Indonesia dan Timor Leste. Pembangunan jalan yang sudah melewati perbatasan, pembangunan fasilitas pelayanan bea cukai yang konon pintunya jebol, dan tanaman di wilayah perbatasan yang seharusnya digunakan sebagai area netral adalah beberapa penyebab kerusuhan ini. Langkah-langkah proaktif yang dilakukan oleh Indonesia bekerja sama dengan TNI dan Tim Satgas Pamtas untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan adalah salah satu aspek baik yang dapat saya perhatikan. Lebih jauh lagi, sejak tahun 2005, tidak ada interpretasi baru mengenai zona netral di wilayah perbatasan. Perasaan negatif telah muncul di antara orang Indonesia, mantan warga Timor-Leste, dan warga Timor-Leste saat ini yang bersaing untuk mendapatkan sumber daya seperti tanah dan kebun di wilayah perbatasan. Fakta bahwa penduduk kedua negara memiliki nenek moyang yang sama seharusnya dapat memperkuat hubungan di antara mereka.
2. Sejak kemerdekaan Indonesia, para pejuangnya telah mendukung beberapa gagasan kenegaraan, termasuk Wawasan Nusantara. Untuk memperkuat kedaulatan nasional dan integritas teritorial, serta untuk memajukan pembangunan ekonomi dan sosial, gagasan ini dapat digunakan untuk menyatukan wilayah kepulauan yang cukup luas. Gagasan negara kepulauan juga mendorong pelestarian warisan budaya negara yang kaya dan beragam. Kita tidak akan pernah berpikir bahwa pulau-pulau tersebut dapat menjadi penghubung dan pemersatu bangsa jika negara Indonesia tidak menganut paham nusantara. Pada kenyataannya, kita perlu merefleksikan kesatuan bangsa dan negara dalam wawasan nusantara meskipun dipisahkan oleh pulau-pulau dan wilayah yang sangat luas. Selain itu, tidak ada perasaan kebersamaan atau perlindungan kolektif di antara masyarakat. Akibatnya, ada kekhawatiran bahwa negara asing dapat dengan mudah mempengaruhi dan mempengaruhi negara kita. Ingatlah bahwa kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mengikuti strategi adu domba seperti yang dilakukan pada masa penjajahan Belanda. Oleh karena itu, kita harus memahami nasionalisme, patriotisme, dan toleransi antar sesama warga bangsa dan negara, serta mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
3. Gagasan wawasan nusantara dalam pencegahan konflik antara lain menghormati dan menghargai perbedaan dan keberagaman yang ada, menjaga budaya lokal, menjaga kebhinekaan di Indonesia, menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat, mendorong rasa nasionalisme dan cinta tanah air, serta menghargai setiap perbedaan yang ada. Wawasan Nusantara sendiri berperan sebagai pedoman bagi para penyelenggara negara dan seluruh warga negara Indonesia dalam menentukan suatu kebijakan, keputusan, tindakan, dan perbuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.