Nama : Dian Ayu Nadila
Npm : 2213053304
Pada video diatas kita belajar memahami mengenai pentingnya pendidikan moral bagi anak anak sekolah dasar, karena usia yang masih tergolong muda maka akan lebih mudah untuk menanamkan nilai baik dan buruk sebagai pola prilaku yang bertanggung jawab, terdapat dua penyebab turunnya moral pada anak menurut penyaji yaitu pareundungan disekolah dan kekerasan fisik dalam keluarga.
Sekolah sebagai tempat belajar dan rumah sebagai pondasi awal seorang manusia dibentuk menjadi diri sejatinya, namun bagaimana jika kedua tempat yang dianggap paling aman tersebut malah menjadi tempat yang rentan akan perundungan dan kekerasan?
Maka sosok orang tua sangat berperan penting dalam tugas memperhatikan tumbuh kembang anak, dengan memberi perhatian yang cukup, serta menciptakan suasana keluarga yang hangat yang dapat membuat anak dapat mencontoh hal hal baik yang memiliki potensi besar menjadi panutannya hingga beranjak dewasa.
Dan tentunya tidak lepas dari peran para pendidik dan lembaga sekolah yang tidak menyepelekan kejadian bercanda diantara para siswa yang telah melampaui batas, tidak segan untuk menghukum, dan tidak gentar untuk merangkul.
Kesimpulannya, pendidikan nilai moral dapat ditemui dimana saja dan kapan saja, namun pendidikan moral adalah hal yang harus ditanamkan sejak dini dan untuk mewujudkannnya dibutuhkan peran dari lembaga sekolah maupun orang tua dirumah.
Posts made by Dian Ayu Nadila 2213053304
Nama : Dian Ayu Nadila
Npm : 2213053304
Kelas : 3 J
Analisis Jurnal
A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : -
2. Volume : -
3. Nomor : -
4. Halaman : 1-10
5. Tahun Penerbit : -
6. Judul Jurnal : PENANAMAN NILAI NILAI MORAL PADA ANAK USIA DINI
7. Nama Penulis : Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini
8. Studi Kasus : Indonesia
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan
SDM yang berkualitas tinggi. Peranan pendidikan tersebut kapan saja sangat
dibutuhkan, lebih-lebih mengingat salah satu permasalahan bangsa yang sangat mengkhawatirkan saat ini adalah moral dan akhlak. Perlunya penanaman nilai-nilai moral, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan. Pada masa usia dini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai moral, untuk perkembangan serta kecerdasan moral anak. Pendidikan moral diartikan sebagai suatu
konsep kebaikan yang diberikan atau diajarkan kepada peserta didik untuk membentuk budi pekerti luhur, berakhlak mulia dan berperilaku terpuji seperti terdapat dalam Pancasila dan UUD 1945
Npm : 2213053304
Kelas : 3 J
Analisis Jurnal
A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : -
2. Volume : -
3. Nomor : -
4. Halaman : 1-10
5. Tahun Penerbit : -
6. Judul Jurnal : PENANAMAN NILAI NILAI MORAL PADA ANAK USIA DINI
7. Nama Penulis : Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini
8. Studi Kasus : Indonesia
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan warga negara yang berkepribadian tinggi dan berakhlak mulia, sehingga dapat menciptakan
SDM yang berkualitas tinggi. Peranan pendidikan tersebut kapan saja sangat
dibutuhkan, lebih-lebih mengingat salah satu permasalahan bangsa yang sangat mengkhawatirkan saat ini adalah moral dan akhlak. Perlunya penanaman nilai-nilai moral, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan. Pada masa usia dini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai moral, untuk perkembangan serta kecerdasan moral anak. Pendidikan moral diartikan sebagai suatu
konsep kebaikan yang diberikan atau diajarkan kepada peserta didik untuk membentuk budi pekerti luhur, berakhlak mulia dan berperilaku terpuji seperti terdapat dalam Pancasila dan UUD 1945
Nama: Dian Ayu Nadila
NPM: 2213053304
Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD
Volume : 01
Nomor : 01
Halaman : 68-77
Tahun Terbit : 2016
Judul Jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT
Nama Penulis : Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini.
Kata Kunci: Penanaman, nilai-nilai moral
Hasil Analisis dari artikel jurnal tersebut yaitu:
Abstrak
Dalam penulisan abstrak peneliti menulis menggunakan bahasa Indonesia. Dalam abstrak penulis menulis tujuan penelitian dilakukan, metode dan hasil dari penelitian secara ringkas dan jelas sesuai dengan apa yang akan disampaikan.
Isi
Dalam artikel menjelaskan mengenai kemrosotan nilai moral di bangsa Indonesia. Bangsa ini harus kembali menanamkan nilai-nilai moral yang telah hilang itu. Jika tidak segera ditangani maka akan berdampak pada generasi yang akan datang.
Penulis mengatakan bahwa pendekatan pendidikan nilai moral adalah Gerakan utama untuk penanaman nilai moral pada anak.
Pada dasarnya pembentukan nilai seorang anak tergantung lingkungan dan situasi yang mendukung.
Penanaman adalah proses, cara, perbuatan menanam, menanami atau menanamkan. Sedangkan nilai adalah sifat-sifat yang penting bagi manusia.
Penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD negeri Lampeunerut.
Penulis dalam melakukan kegiatan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Dari hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%.
Nah hasil dari wawancara nya adalah guru SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan sepulih nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggung jawab dan nilai penghargaan dengan lingkungan. Caranya dengan menanamkan Nilai-nilai tersebut dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran, melalu lingkungan sekolah dan kerja sama dengan kedua orang tua.
Artikel jurnal ini dapat menambah wawasan kita mengenai bagaimana cara seorang guru menanamkan Nilai-nilai moral saat disekolah. Karena nilai moral sangat penting untuk diajarkan sedini mungkin kepada anak. Agar kemerosotan nilai yang saat ini sedang terjadi bisa teratasi dan tidak menjadi pengaruh untuk generasi yang akan datang.
NPM: 2213053304
Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD
Volume : 01
Nomor : 01
Halaman : 68-77
Tahun Terbit : 2016
Judul Jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT
Nama Penulis : Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini.
Kata Kunci: Penanaman, nilai-nilai moral
Hasil Analisis dari artikel jurnal tersebut yaitu:
Abstrak
Dalam penulisan abstrak peneliti menulis menggunakan bahasa Indonesia. Dalam abstrak penulis menulis tujuan penelitian dilakukan, metode dan hasil dari penelitian secara ringkas dan jelas sesuai dengan apa yang akan disampaikan.
Isi
Dalam artikel menjelaskan mengenai kemrosotan nilai moral di bangsa Indonesia. Bangsa ini harus kembali menanamkan nilai-nilai moral yang telah hilang itu. Jika tidak segera ditangani maka akan berdampak pada generasi yang akan datang.
Penulis mengatakan bahwa pendekatan pendidikan nilai moral adalah Gerakan utama untuk penanaman nilai moral pada anak.
Pada dasarnya pembentukan nilai seorang anak tergantung lingkungan dan situasi yang mendukung.
Penanaman adalah proses, cara, perbuatan menanam, menanami atau menanamkan. Sedangkan nilai adalah sifat-sifat yang penting bagi manusia.
Penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD negeri Lampeunerut.
Penulis dalam melakukan kegiatan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Dari hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%.
Nah hasil dari wawancara nya adalah guru SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan sepulih nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggung jawab dan nilai penghargaan dengan lingkungan. Caranya dengan menanamkan Nilai-nilai tersebut dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran, melalu lingkungan sekolah dan kerja sama dengan kedua orang tua.
Artikel jurnal ini dapat menambah wawasan kita mengenai bagaimana cara seorang guru menanamkan Nilai-nilai moral saat disekolah. Karena nilai moral sangat penting untuk diajarkan sedini mungkin kepada anak. Agar kemerosotan nilai yang saat ini sedang terjadi bisa teratasi dan tidak menjadi pengaruh untuk generasi yang akan datang.
Nama: Dian Ayu Nadilla
NPM: 2213053304
Didalam video tersebut dijelaskan bahwa pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan, yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sesuai dengan nilai dan moral masyarakat setempat.
Tahap-tahap perkembangan moral terbagi menjadi 11 bagian yaitu :
1. Usia 6-12 bulan, orang tua akan menggunakan disiplin untuk membantu mengendalikan dan melindungi bayi.
2. Usia12- 18 bulan, membuat lomtemen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani.
3. Usia 18-30 bulan, anak menunjukkan perilaku menolong, memiliki rasa bersalah,malu, dan empati ini akan mendorong perkembangan moral.
4. Usia 30-36 bulan, agresi fisik berkurang, lebih banyak verbal.
5. Usia 3-4 tahun, akruisme dan perilaku menolong yang lain jadi lebih lazim agar mendapatkan pujian.
6. Usia 4-6 tahun, penalaran moral makin fleksibel.
7. Usia 7-8 tahun, penalaran moral makin fleksibel, empati dan perilaku pro-sosial meningkat jenis permusuhan berkurang.
8. Usia 9-11 tahun, penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan.
9. Usia 12-15 tahun, penalaran moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20 tahun, relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral.
11. Dewasa muda 20-40 tahun, penilaian moral menjadi lebih rumit.
12. Dewasa tengah 40-65 tahun, penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.
13. Dewasa tua usia 65, penilaian moral akan menjadi lebih rumit
Selanjutnya penerapan perkembangan sosial dan pribadi anak dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar, KBM pada penerapan dalam perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar tetapi hakikat anak bisa melakukannya sendiri atau Mandiri.
Selanjutnya Vidio ini menjelaskan tentang rindu krisis identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender agar mengontrol atau perilaku mereka Sesuai dengan gendernya Sebenarnya bukan hanya guru saja tetapi orang tua juga memiliki peran yang sangat penting tetap ah enggak jelas ini tentang moral pendidikan.
NPM: 2213053304
Didalam video tersebut dijelaskan bahwa pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan, yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sesuai dengan nilai dan moral masyarakat setempat.
Tahap-tahap perkembangan moral terbagi menjadi 11 bagian yaitu :
1. Usia 6-12 bulan, orang tua akan menggunakan disiplin untuk membantu mengendalikan dan melindungi bayi.
2. Usia12- 18 bulan, membuat lomtemen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani.
3. Usia 18-30 bulan, anak menunjukkan perilaku menolong, memiliki rasa bersalah,malu, dan empati ini akan mendorong perkembangan moral.
4. Usia 30-36 bulan, agresi fisik berkurang, lebih banyak verbal.
5. Usia 3-4 tahun, akruisme dan perilaku menolong yang lain jadi lebih lazim agar mendapatkan pujian.
6. Usia 4-6 tahun, penalaran moral makin fleksibel.
7. Usia 7-8 tahun, penalaran moral makin fleksibel, empati dan perilaku pro-sosial meningkat jenis permusuhan berkurang.
8. Usia 9-11 tahun, penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan.
9. Usia 12-15 tahun, penalaran moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20 tahun, relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral.
11. Dewasa muda 20-40 tahun, penilaian moral menjadi lebih rumit.
12. Dewasa tengah 40-65 tahun, penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.
13. Dewasa tua usia 65, penilaian moral akan menjadi lebih rumit
Selanjutnya penerapan perkembangan sosial dan pribadi anak dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar, KBM pada penerapan dalam perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar tetapi hakikat anak bisa melakukannya sendiri atau Mandiri.
Selanjutnya Vidio ini menjelaskan tentang rindu krisis identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender agar mengontrol atau perilaku mereka Sesuai dengan gendernya Sebenarnya bukan hanya guru saja tetapi orang tua juga memiliki peran yang sangat penting tetap ah enggak jelas ini tentang moral pendidikan.
Nama: Dian Ayu Nadila
NPM: 2213053304
Video ini tersebut menyajikan contoh tanggung jawab dalam keluarga yang dapat membuat hubungan antara anggota keluarga menjadi harmonis.
Melalui pengenalan tanggung jawab dalam konteks keluarga, peserta didik diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, rasa hormat, dan kasih sayang. Video ini secara jelas menegaskan bahwa melalui pemahaman dan pelaksanaan tanggung jawab dalam lingkup keluarga, peserta didik memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kebaikan serta kesejahteraan orang lain.
NPM: 2213053304
Video ini tersebut menyajikan contoh tanggung jawab dalam keluarga yang dapat membuat hubungan antara anggota keluarga menjadi harmonis.
Melalui pengenalan tanggung jawab dalam konteks keluarga, peserta didik diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, rasa hormat, dan kasih sayang. Video ini secara jelas menegaskan bahwa melalui pemahaman dan pelaksanaan tanggung jawab dalam lingkup keluarga, peserta didik memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kebaikan serta kesejahteraan orang lain.