Posts made by Abdul Halim Bamazruk

Nama : Abdul Halim Bamazruk
NPM : 2216031066
Kelas : Reguler B
Prodi : S1 Ilmu Komunikasi

SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 ( THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)

Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu Negara tentang patriotisme seseorang, kelompok atau seluruh komponen dari suatu Negara dalam kepentingan pertahanan eksistensi suatu Negara tersebut. Dengan melakukan bela Negara maka disitu sudah mencerminkan bahwa kita ikut serta dalam melakukan bela Negara dan terbinanya suatu hubungan baik antara warga Negara. Banyak para pihak yang menanyakan perihal bagaimana kesadaran bela Negara pada saat pandemic begini. Bela Negara sebenarnya adalah wujud kecintaan, nasionalisme kita terhadap Negara yang harus ada disetiap warga Negara. Tanpa kesadaran bela Negara Negara yang tinggi maka dapat disimpulkan bahwa Negara tersebut tidak akan kokoh dan mudah runtuh karena rapuh bahkan akan rapuh ketika menghadapi era global seperti sekarang ini.

Berbagai langkah telah Negara lakukan unttuk mencegah pennyebaran virus corona ini mulai dengan membentuk gugus tugas percepatan penangannan covid19 yang berdasarkan kepada keputusan Keppres No 7/2020 dan diubah menjadi Keppres No 9/2020 melalui sinergi antara kementrian / lembaga dan pemerintah daerah. Prioritas utamanya adalah mereka yang sudah terpapar virus covid-19 agar dapat membatasi, menghentikan, dan memutus rantai penularan penyakit virus covid-19 ini sehingga tidak bertambah banyak lagi korban yang terkena virus covid-19 ini dan dapat menyelamatkan lebih banyak orang lagi. Bela Negara tidak hanya bisa dilakukan dengan mengangkat senjata saja bisa kita lakukan dengan taat pada semua himbauan yang pemerintah lakukan serta tidak menyebarkan berita yang hoax .bela Negara juga harus dibarengi dengan pengetahuan pengetahuan tentang kewarganegaraan agar tidak melakukan yang salah dan malah membuat hal yang tidak kita inginkan. Serta sesuai dengan tujuan utama kita dalam berwaganegara.
Nama : Abdul Halim Bamazruk
NPM : 2216031066
Kelas : Reguler B
Prodi: Ilmu Komunikasi

Ketahanan Sosial

Ketahanan Nasional adalah suatu keuletan, keterampilan, ketangguhan suatu bangsa dan kemampuan mengembangkan suatu potensi untuk menghadapi ancaman yang akan datang. Tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan biasanya bersumber secara langsung (seperti pada perang dunia 1 dan perang dunia 2 yang menyerang negara lain dengan senjata berat), dari luar (seperti penjajahan di Indonesia oleh negara Belanda yang berlangsung sangat lama), dari dalam (OPM atau Organisasi Papua Merdeka yang sedang memberikan tekanan kepada negara Indonesia agar mereka dapat merdeka dan berdiri dengan sendiri), atau secara tidak langsung (Seperti perang dingin yang menyerang dengan ideologi yang berbeda). Selain itu terdapat juga anacaman unsur pancagatra yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam .

Kemampuan untuk mengembangkan ketahanan nasional terdiri atas :
-Identitas
-Integritas
-Kelangsungan Hidup, dan
-Perjuangan Mencapai Tujuan Nasional

- Perwujudan aspek alamiah (Tri Gatra):
a. Lokasi dan Posisi Geografis, dilakukan dengan meningkatkan potensi darat dan laut terutama untuk wilayah yang berdekatan dengan negara tetangga.
b. Sumber Daya Alam, dilakukan dengan cara memanfaatkan kekayaan alam.
c. Kesadaran dan kemampuan Para Penduduk lewat pendidikan

Perwujudan Aspek Sosial PANCA GATRA :
1. Ideologi : Rangkaian nilai yang mampu menampung aspirasi
2. Politik : Demokrasi, keseimbangan input dan output
3. Ekonomi : Sarana, modal, teknologi
4. Sosial Budaya : Tradisi, pendidikan, kepemimpinan
5. Pertahanan dan Keamanan : Partisipasi dan kesadaran manusia
Nama : Abdul Halim Bamazruk
NPM : 2216031066
Kelas : Reguler B


a. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
=> isi artikel ini membahas tentang penegakkan HAM di Indonesia. Beberapa lembaga, seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta, menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ini marak terjadi pelanggaran HAM yang serius, terutama mengenai pelanggaran masa lalu dan konflik sumber daya alam. Selama dua dekade pelembagaan pengadilan HAM melalui undang-undang tidak kunjung berhasil mengadili penjahat HAM. sistem peradilan yang lembek dan pembatasan-pembatasan hak kebebasan, pemerintahan yang cenderung otoriter serta prinsip HAM yang tidak jelas merupakan sebuah kemunduran nyata yang harus segera diselesaikan. Hal positif yang bisa diambil adalah pentingnya kesadaran pemerintah dan masyarakat tentang HAM di Indonesia. Selain itu, ada kabar baik dimana Indonesia masih terus melakukan beberapa langkah reformasi.

b. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
=> Demokrasi di Indonesia dapat dianalisis dari perspektif adat dan budaya setempat. berikut penjelasannya:
1. Nilai-nilai kearifan lokal: Nilai-nilai demokrasi telah menjadi pandangan hidup dalam kearifan budaya Sunda Nilai-nilai tersebut antara lain bersikap adil, menghormati, mencintai orang lain, dan tidak melanggar hak orang lain.
2. Budaya politik lokal: Tingkat demokrasi lokal tergantung pada tingkat budaya politik. Ada korelasi positif antara demokrasi lokal dan tingkat budaya politik Dalam budaya politik Jawa, terdapat isu-isu seperti calon tunggal dan politik uang yang dapat mempengaruhi proses demokrasi.
3. Demokratisasi dan budaya lokal: Konsep “budaya lokal” baru menjadi wacana di Indonesia pada tahun 1980-an ketika nilai-nilai budaya lokal diakui sebagai warisan leluhur Kontribusi budaya politik lokal terhadap demokratisasi sangat signifikan, karena dapat membentuk cara masyarakat berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Tentang prinsip “ Berke-Tuhanan yang Maha Esa ” (Ketuhanan Yang Maha Esa) termaktub dalam pembukaan UUD RI dan mencerminkan keberagaman agama di negara ini. Prinsip ini penting untuk memastikan bahwa demokrasi di Indonesia tidak hanya berdasarkan nilai-nilai Barat tetapi juga nilai-nilai lokal yang menghargai keragaman agama.

c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
=> Pelaksanaan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia masih dalam proses. Praktik demokrasi di Indonesia berkembang dan dipengaruhi oleh peran negara Sila keempat. Pancasila menekankan demokrasi, yang berarti bahwa Indonesia menganut demokrasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaturan HAM oleh negara bukan berarti HAM dibatasi oleh negara, melainkan diatur oleh negara. Namun menurut Komnas HAM , implementasi demokrasi dan HAM di Indonesia masih belum seimbang, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengembangkan implementasi HAM di Indonesia.

d. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
=> pendapat saya terlihat jelas bahwa isu politisi yang mengaku mewakili suara rakyat tetapi menjalankan agenda politiknya sendiri menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat dengan tujuan untuk mewakili aspirasi rakyat, seharusnya anggota parlemen sadar bahwa mereka bisa berada diposisi ini karena rakyat. maka dari itu tidak seharusnya anggota parlemen melaksanakan agenda politik untuk kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan rakyat bahkan mengatasnamakan rakyat terhadap perilakunya itu.

e. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
=> Pihak-pihak yang memiliki kekuatan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dan tega menggerer akan loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas , dapat menimbulkan dampak negatif pada hak asasi manusia. Pemimpin harus sentiasa peka akan rakyat yang sentiasa menuntut hak kebebasan dan hak asasi manusia yang dijunjung tinggi. Dalam era demokrasi dewasa saat ini, hak asasi manusia menjadi hal yang sangat penting dan harus dijunjung tinggi. Pihak-pihak yang memiliki kekuatan kharismatik harus memperhatikan hak asasi manusia dan tidak menyalahgunakannya untuk tujuan yang tidak jelas. Semua orang harus diperlakukan sama tanpa pandang bulu, tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau ras.