Posts made by Muhammad Kheiza Twevaldrian

NAMA : MUHAMMAD KHEIZA TWEVALDRIAN
NPM : 2216031074
KELAS : REGULER B
PRODI : S-1 ILMU KOMUNIKASI

Judul Artikel : SEMANGAT BELA NEGARA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 ( THE NATIONAL SPIRIT OF DEFENSE IN THE MIDDLE OF THE COVID-19 PANDEMIC)

Oleh : Syahrul kemal

Berdasarkan artikel jurnal tersebut, saya melakukan analisis bahwa Pendidikan kewarganegaraan dan bela Negara itu adalah hal yang sangatlah penting bagi warga Negara karena hal tersebut mencerminkan kecintaan dan kesetiaan warga negara kepada negaranya tersebut maka hal tersebut sangatlah penting bagi suatu negara. Banyak kasus kasus sosial di lingkungan sekitar kita yang kurang kita perhatikan yang berkaitan dengan bela Negara padahal hal tersebut bila dibiarkan saja akan berdampak buruk untuk kedepanya makanya harus kita tangani dengan baik dan serius agar tidak berdampak buruk untuk kedepannya.

Kesolidaritasan merupakan salah satu bentuk bela negara yang juga dapat dilakukan. Saat kita berdiam diri dirumah, kita tetap dapat menunjukkan kesolidaritasan seperti quality time dengan keluarga di rumah untuk saling menguatkan di kondisi pandemi, selalu menyisihkan rezeki untuk orang orang yang kurang mampu dan kekurangan.

Hal-hal tersebut mampu meningkatkan rasa belan negara. Semakin tinggi kesadaran suatu warga Negara tentang bela Negara maka akan semakin kokoh juga Negara tersebut maka yang terjadi konflik di Negara tersebut akan rendah karena kesadaran warganya terhadap bela Negara sangatlah tinggi hingga Negara tersebut bisa maju dan sukses dalam pengembangan negaranya.
NAMA : MUHAMMAD KHEIZA TWEVALDRIAN
NPM : 2216031074
KELAS : REGULER B
PRODI : S-1 ILMU KOMUNIKASI

HASIL ANALISIS VIDEO KETAHANAN NASIONAL
Ketahanan nasional melibatkan keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman dari berbagai sumber, baik langsung maupun tidak langsung. Ancaman tersebut dapat berasal dari dalam maupun luar negeri, dan meliputi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan.
1. Perwujudan Aspek Trigatra
Trigatra adalah tiga aspek alamiah, yaitu aspek geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam yang merupakan potensi dan modal bagi bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan, oleh karena itu Trigatra harus dikelola dengan baik
2. Ancaman Unsur Trigatra
a. Lokasi dan posisi geografis
b. Keadaan dan kekayaan alam
c. Kemampuan penduduk
3. Unsur Pancagatra
a. Ideologi
b. Politik
c. Sosial Budaya
d. Ekonomi
e. Pertahanan dan Keamanan
4. Ancaman Unsur Pancagatra
a. Ideologi
b. Politik
c. Ekonomi
d. Sosial budaya
e. Pertahanan dan keamanan
NAMA : MUHAMMAD KHEIZA TWEVALDRIAN
NPM : 2216031074
KELAS : REGULER B
PRODI : S-1 ILMU KOMUNIKASI

a. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisisnya secara jelas? Hal positif apa saja yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
isi artikel ini membahas tentang penegakkan HAM di Indonesia. disebtukan bahwa penegakkan HAm di Indonesia masih buruk pada tahun 2019. kendati demikian, masih ada beberapa perkembangan baik yang dapat menjadi harapan kedepannya. indonesia terus melakukan beberapa langak reformasi kunci guna memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, menegakkan supremasi hukum, dan mereformasi sektor keamanan publik. hal positif yang saya ambil adalah, saya mengetahui bahwa rakyat merupakan komponen paling penting dalam penegakkan HAM. selain itu, saya mengetahui prinsip penegakkan HAM, yaitu tiada seorangpun yang boleh dilanggar kemerdekaan dan kebebasannya serta diperlakukan diskriminatif.

b. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Jawab- Indonesia memiliki nilai-nilai yang dijadikan sebagai dasar untuk memperkuat demokrasi yang ada, di antaranya mufakat, kebersamaan, gotong-royong, serta menghormati keberagaman. Menurut pendapat saya, sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, maka prinsip keagamaan dijadikan sebagai dasar dalam penerapan nilai-nilai keseharian di dalam masyarakat. Nilai keagamaan menjunjung tinggi kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama serta memberikan ruang kepada masyarakat umum untuk melakukan kebebasan dalam memilih agama dan kepercayaan masing-masing. Hak Asasi Manusia terutama dalam hal kebebasan beragama merupakan hal penting dalam membangun demokrasi yang kuat bagi negara Indonesia. Untuk mendorong penegakan Hak Asasi Manusia dan keadilan yang diperoleh oleh setiap masyarakat, maka diperlukan kerja sama untuk menjunjung tinggi nilai kepedulian dan toleransi, serta menghindari diskriminasi terhadap suatu golongan dan tidak melakukan pembatasan terhadap kaum-kaum tertentu yang memberikan imbas terhadap ketidakadilan yang didapatkan.

c. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini, apakah sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 serta menjunjung tinggi nilai Hak Asasi Manusia?
Pada kenyataannya praktik demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 karena masih terdapat ketidakadilan dalam memperlakukan HAM, namun saat ini demokrasi Indonesia semakin berkembang dan meningkat, hal ini menunjukkan adanya kemajuan pada sistem demokrasi di Indonesia.

d. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
anggota parlemen memang dapat mengatas namakan rakyat, karena Indonesia adalah negara demokrasi, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat. Jika sering kali berbeda, maka ada penyalahgunaan. Seharusnya bisa lebih diwaspadai, karena tidak semua agenda politik berkaitan dengan kepentingan rakyat. Sebagai pemimpin dan pejabat publik yang mengatasnamakan rakyat seharusnya dalam menjalankan agenda politik harus memprioritaskan konstituennya. Jangan hanya memikirkan dirinya sendiri, seharusnya berpikir untuk kepentingan rakyat. Seharusnya pemimpin dan pejabat publik soldier juga, berempati dengan konstituennya yang ada di daerah, kampung-kampung yang miskin dan yang terpinggirkan. Harusnya sebagai parlemen yang dalam melaksanakan agenda politiknya selalu mengatasnamakan rakyat, sudah semestinya rakyat itu yang dibantu bukan mensejahterakan dirinya sendiri. Jadi sistem politik di Indonesia, kehendak rakyat itu disalurkan lewat partai politik. Partai politik harus bisa menyerap aspirasi dan kemudian mendesain programnya sebagai respon atas kehendak rakyat tersebut. Misalnya rakyat ingin dapatkan lapangan kerja yag diartikan menurunkan tingkat pengangguran, nanti partai harus membuat plan bagaimana cara membuka lapangan kerja baru. Dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan moto demokrasi yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

e. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
sangat tidak baik, karena pada prinsip demokrasi, seharusnya pemimpin dipilih berdasarkan suara rakyat, tidak secara turun temurun dengan syarat tertentu. apalagi menggunakan loyalitas rakyat untuk tujuan yang tidak jelas, itu sangat salah. seharusnya pemerintah yang bekerja untuk kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya. selain itu, hal itu tidak sesuai dengan konsep HAM saat ini, dimana setiap individu berhak mendapatkan kemerdekaan, kebebasan, serta tidak dibatasi untuk berpendapat. jika hal tersebut dilakukan, maka tidak memenuhi konsep HAM pada era demokrasi saat ini. karena hal tersebut bisa saja membatasi pergerakan dan kebebasan rakyat untuk berpendapat, serta memaksa rakyat untuk tunduk secara paksa.