Nama: Ratna Diah Mustika
NPM: 2216031084
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Komunikasi
A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel ini membahas tentang Penegakan Hak Asasi Manusia yang ada di Indonesia, dalam artikel ini juga menekankan isu-isu agar masyarakat dan pemerintah dapat melakukan perubahan yang diperlukan untuk membela hak asasi manusia di Indonesia. Ada banyak permasalahan yang masih menghambat penegakan HAM di Indonesia. Beberapa hal yang disoroti antara lain adalah kurangnya proses keadilan dan akuntabilitas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan, pembatasan kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama yang sewenang-wenang, diskriminasi berbasis gender, kegagalan dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan untuk korban pelanggaran HAM masa lalu, pelanggaran HAM yang masih berlangsung di Papua, dan penjatuhan hukuman kejam di luar pengadilan. Satu hal positif yang saya dapat yaitu pentingnya kesadaran yang besar terhadap menghormati Hak Asasi Manusia. Artikel ini bisa menjadi patokan bagi setiap individu dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia di negara sendiri.
B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Memahami demokrasi Indonesia tak bisa dilepaskan dari kenyataan sosio-kultural masyarakat.. Nilai-nilai adat dan budaya di Indonesia yang diimplementasikan dan terdapat dalam demokrasi salah satunya adalah musyawarah. Musyawarah berperan penting dalam suatu demokrasi. Lewat musyawarah, kita akan saling menghargai pendapat satu sama lain dan mencapai suatu tujuan bersama yaitu mufakat.
Indonesia memiliki 10 pilar demokrasi, salah satunya adalah demokrasi yang berketuhanan yang Maha Esa. Prinsip ini mengandung makna bahwa setaip pelaksanaan demokrasinya harus sesuai dengan nilai dan kaidah dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan adanya demokrasi yang berketuhanan yang Maha Esa berarti Indonesia membebaskan setaip warga negaranya untuk memilih dan menganut kepercayaan masing-masing.
C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Melihat praktik demokrasi Indonesia saat ini masih perlu ditingkatkan kualitasnya agar sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Hal ini karena meskipun Indonesia telah memiliki berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur dan menjamin hak asasi manusia, seperti UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, namun masih banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Untuk mengatasi kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia tersebut, diperlukan upaya-upaya yang komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga negara, lembaga HAM nasional bahkan internasional, organisasi masyarakat sipil, media massa, akademisi, serta masyarakat luas. Beberapa upaya yang dapat dilakukan seperti meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terlebih dahulu dalam menegakkan HAM melalui pendidikan, sosialisasi, advokasi, dan keterlibatan aktif dalam proses demokrasi. Kemudian, mendorong pemerintah untuk mereformasi kebijakan publik yang berpihak kepada HAM melalui harmoniasasi peraturan perundang-undangan dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas. Selain itu, perlunya juga upaya untuk memperkuat lembaga negara yang bertugas melindungi dan memajukan HAM. Mendorong organisasi masyarakat sipil untuk berperan aktif dalam memantau kasus-kasus pelanggaran HAM dan memperluas ruang dialog serta diskusi antara berbagai pemangku kepentingan terkait HAM seperti penyelenggaraan seminar, lokakarya, konferensi, dan sebagainya.
D. Bagaimanakah sikap Anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Saya sangat menyayangkan hal tersebut karena diharapkan masyarakat berharap dapat diuntungkan setelah di "kuras" nya suara mereka untuk memilih anggota Partai yang mereka percayai, maka "keluh kesah suara hati" mereka dapat tersampaikan ter wakilkan oleh para anggota partai tersebut di Parlemen prinsip demokrasi dimana rakyat dapat mengeluarkan hak suara mereka, pendapat untuk kepentingan kelompok mereka pribadi susah didengar diterima oleh Parlemen, untuk itu mereka menyalahgunakan hak mereka dengan menyiratkan kepentingan mereka sambil mengatasnamakan "kepentingan rakyat" maka pendapat mereka akan jauh lebih mungkin dipertimbangkan didengar oleh Parlemen.
E. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Ini sering sekali terjadi, banyak pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat, terlebih sekarang sedang gencar gencarnya pemilihan presiden 2024 mendatang. Partai partai besar mengandalkan sosok yg dianggap tokoh besar itulah senjata mereka karena mereka punya tujuan, punya politik untuk menguasai atau bahkan memanipulasi emosi rakyat untuk tujuan tertentu, bagus kalau tujuannya baik, kalau sebaliknya? Peristiwa ini bisa mengikis konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini, seperti terjadinya kasus korupsi, dipersulitnya kebebasan berpendapat ataupun berekspresi dan lain sebagainya. Akan tetapi hal ini bisa kita cegah dengan tidak terpengaruh dengan publik figur yang kharismatik, karena bisa jadi karisma yang ditunjukkan di publik bertolak belakang dengan prilakunya dibelakang layar, mengetahui seluk beluknya sebelum memilih pemimpin, siapa tahu ada track record jelek yang ditutupi dan hanya menonjolkan sisi karismatiknya tersebut.