Kiriman dibuat oleh Eva Nesa Lia 2253053052

Nama : Eva Nesa Lia
NPM : 2253053052

Setelah saya membaca jurnal yang berjudul ''Membina Nila Moral Sosial Budaya Indonesia di Kalangan Remaja", yang dapat saya simpulkan yaitu:

-Penelitian jurnal tersebut menekankan pentingnya orang tua mengasuh anak-anak mereka dengan cinta dan kasih sayang untuk mengembangkan individu yang bertanggung jawab dan jujur secara moral.
-Menyoroti prevalensi kenakalan remaja, perkelahian siswa, dan penyalahgunaan narkoba sebagai akibat dari kelangkaan kasih sayang orang tua.
-Jurnal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan harus memprioritaskan aspek afektif dan perilaku untuk menumbuhkan karakter mulia pada generasi muda.
Ini membahas pembentukan identitas pribadi dan tanggung jawab individu terhadap diri mereka sendiri, masyarakat, dan Penciptanya.
-Jurnal tersebut menekankan perlunya kolaborasi dan koordinasi antara lingkungan pendidikan yang berbeda untuk mempromosikan nilai-nilai keluarga dan prinsip-prinsip agama, memperkuat identitas nasional Indonesia.
-Menyoroti pentingnya merefleksikan esensi manusia, menghargai keajaiban alam semesta, dan mengakui kebesaran Sang Pencipta.

Dalam lingkungan yang menantang dan menuntut saat ini, orang tua memainkan peran penting dalam mengasuh anak-anak mereka dengan cinta dan kasih sayang untuk mengembangkan individu yang bertanggung jawab dan jujur secara moral. Pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara lingkungan pendidikan yang berbeda untuk mempromosikan nilai-nilai keluarga dan prinsip-prinsip agama, memperkuat identitas nasional Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa menanamkan nilai-nilai moral dan budaya sosial di kalangan remaja Indonesia sangat penting untuk mencegah kenakalan, perkelahian mahasiswa, dan penyalahgunaan narkoba. Pentingnya merefleksikan identitas pribadi, mengakui tanggung jawab seseorang terhadap diri sendiri, masyarakat, dan Sang Pencipta, serta perlunya individu untuk menghargai keajaiban alam semesta dan kebesaran Sang Pencipta, mengilhami rasa kagum dan kekaguman.
Nama : Eva Nesa Lia
NPM : 2253053052

Setelah saya membaca jurnal yang berjudul ''Penerapan Nilai Moral Pancasila dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di
SD Negeri Osiloa Kupang tengah'', yang dapat saya simpulkan yaitu:

Pendidikan moral pancasila sangatlah penting, dengan adanya metode sosialisasi yang diterapkan bagi anak sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai moral pancasila yang ditanam sejak dini. Nilai moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sebagaimana telah diatur dalam pancasila, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Isi dari pancasila merupaan petunjuk-petunjuk nyata dan jelas. Contoh wujud pengalaman Pancasila: Pengalaman sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, kemanusiaan yang adil dan beradab, hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup, saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, dan tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia, dalam kata lain seseorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidahkaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, negara, dan bangsa, sebagaimana nilai dan norma, moral pun dapat dibedakan seperti moral ketuhanan atau agama, moral filsafat, moral etika, moral hukum, moral ilmu, dan sebagainya. Tujuan dari Penerapan Nilai Moral Pancasila Sejak Dini Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah ialah membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan, mengembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwanya.
Nama : Eva Nesa Lia
NPM : 2253053052

Dalam video disebutkan nilai teladan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
-Sila ke-1, Percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya. Contohnya dengan bersyukur kepada tuhan, melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut, tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, berdoa sebelum dan sesudah makan, serta menghormati agama orang lain.
-Sila ke-2, Saling mencintai sesama manusia. Contohnhya dengan membantu korban bencana alam, membantu adik belajar, tidak berbuat kasar kepada orang lain, menolong teman yang kesulitan, dan bersikap sopan pada orangtua
-Sila ke-3, Cinta terhadap bangsa Indonesia atau cinta tanah air. Contohnya dengan mengikuti upacara bendera dengan tertib, mencintai dan bangga menggunakan barang atau produk buatan Indonesia, bermain bersama teman dengan rukun, melestarikan budaya daerah, dan berteman dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama.
-Sila ke-4, Bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Contohnya dengan menyampaikan pendapat, berdiskusi atau kerja kelompok, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, saling menghargai pendapat, dan musyawarah dalam pemilihan Ketua Kelas.
-Sila ke-5, Bersikap adil terhadap sesama. Contohnya dengan tidak berbuat curang kepada orang lain, menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan Suka menabung, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang, dan bergotong-royong ketika membersihkan kelas.

Menurut saya agar seseorang dapat meneladani dan menerapkan nilai-nilai tersebut di era modern yang sangat terasa sudah terkikisnya nilai, moral, etika dilingkungan generasi muda yaitu dengan: saat ini generasi muda hidup di era globalisasi yang sangat canggih, sehingga diperlukan strategi khusus. Yang dapat dilakukan oleh para pendidik adalah dengan memilih metode mendengarkan dibanding dengan menggurui. Selanjutnya setelah melakukan pendekatan, cara pendidik mengenalkan Pancasila adalah dengan menggunakan media sosial, karena media sosial merupakan metode yang efektif, kreatif, dan inovatif sehingga lebih dapat diterima oleh generasi muda sekarang. Terakhir membangun semangat dengan memberikan contoh secara langsung kepada pesrta didik, misalnya dengan guru berangkat tepat waktu, hal tersebut sesuai dengan sila ke-2.
Nama : Eva Nesa Lia
NPM : 2253053052

Setelah saya membaca jurnal “Pendidian Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh”, yang dapat saya simpulkan yaitu:

pemerintah Aceh tidak hanya menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh juga melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan sekolah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum Islami. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat Islam.

Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran syariat islam.

Penyelenggaraan pendidikan di Aceh sesuai dengan prinsip penegakan hukum bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan suku, agama, ras, dan keturunan. Pemberdayaan siswa sepanjang hidup, dan pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh dengan cara yang sistematis, terintegrasi, dan terarah. Pemberian keteladanan, motivasi, keimanan, kecerdasan, dan kreativitas peserta didik. Mendorong partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan dan mengontrol kualitas layanan pendidikan. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai-nilai budaya, dan keragaman suku bangsa, serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan keadilan.

Penulis memberikan gambaran umum mengenai pendidikan di Aceh dan secara spesifik mengenai pendidikan nilai dan moral yang diselenggarakan di provinsi Aceh berdasarkan kurikulum yang ada di Aceh.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum 2

oleh Eva Nesa Lia 2253053052 -
Nama : Eva Nesa Lia
NPM : 2253053052

1. Keuntungan belajar dan memahami pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar yaitu, menanamkan pendidikan nilai dan moral akan jauh lebih efektif jika diajarkan sejak anak usia muda dan akan semakin melekat. Ketika mereka sudah dewasa, nilai dan moral tersebut dapat menjadi penguat untuk dirinya dalam menghadapi era globalisasi di lingkungan masyarakat sekitarnya.

2. Yang dilakukan pendidik bagi peserta didik untuk mengajarkan pembelajaran nilai dan moral yaitu, pertama hal yang paling utama adalah membangun komunikasi dan pendekatan yang baik kepada peserta didik. Misalnya melalui bernyanyi bersama, menanyakan kabar, dan tidak membeda-bedakan peserta didik.

Kedua, guru harus menjadi contoh yang baik, dengan menunjukan perilaku yang konsisten dengan tujuan menghormati nilai-nilai moral yang diajarkan kepada anak saat berinteraksi sehari-hari.

Jika kedua aspek tersebut berjalan dengan baik, terakhir dapat ditambahkan faktor pendukung. Misalnya dengan menciptakan lingkungan yang positf, mengajarkan anak nilai dan moral yang baik seperti nilai kejujuran, bertanggung jawab, menghargai, dan lain sebagainya.

3. Nilai dan moral yang dilaksanakan di sekolah yaitu:
- Upacara (kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, dan patriotisme)
- Melakukan doa bersama (keagamaan, dan toleransi)
- Kegiatan literasi (percaya diri, dan menambah wawasan)