Nama : Muhammad Al Ikhsan
NPM : 2218011051
Analisis Soal Pertemuan 12
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban :
Secara garis besar, tampak politik di Indonesia sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti pada nilai sila ke-5 keadilan, pemerintah sudah memperhatikannya pembangungan di daerah-daerah terpencil, serta peningkatan ekonomi di daerah tertinggal.
Seperti yang kita tahu, etika politik sebagai salah satu sarana untuk mencapai kemajuan bangsa dan negara dengan mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi atau golongan. Bertujuan kepada setiap elit politik dan pejabat negara untuk bersikap jujur, amanah, siap melayani, memiliki keteladanan, rendah hati, berjiwa besar dan siap mundur dari jabatan apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan dalam masyarakat. (Hartati,2019).
Namun, pada satu kesempatan, masih terdapat kejadian pemimpin yang mementingkan diri sendiri serta kerabat dekatnya. Banyaknya pejabat dan pemimpin yang terjerat kasus hokum. Namun, dengan adanya hal tersebut juga kita tidak bisa mendefinisikan bahwa etika politik di Indonesia itu buruk, masih banyak pemimpin di daerah, Negara kita yang masih jujur, dan sangat peduli dengan rakyatnya.
Maka dari itu, untuk mencegah hal ini dan membuat etika politik di Indonesia kedepannya tetap sejalur dengan nilai-nilai Pancasila tentunya dari kita sendiri harus menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari untuk menciptakan bibit pemimpin yang bersih, jujur, dan peduli dengan rakyatnya.
2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawaban :
Di lingkungan tempat saya tinggal, beruntungnya generasi muda disana memiliki etika yang baik, mereka dapat menghargai orang-orang yang tinggal disana baik secara kepentingan sosial hingga religius. Generasi muda di tempat tinggal saya pun aktif untuk berorganisasi di masyarakat, mengadakan rapat” untuk menyambut acara besar seperti Hari Raya Idul Adha ataupun HUT RI.
Tak hanya di lingkungan rumah, di lingkungan kampus pun saya cukup beruntung mendapat teman-teman yang semuanya mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila, mereka peduli terhadap sesama temannya, menghargai perbedaan, dan mereka pun cukup aktif dalam kegiatan kampus ataupun menyiapkan acara kampus seperti dies natalies serta penampilan angkatan.
Untuk menghadapi dekadensi moral yang terjadi saat ini, ada beberapa solusi yang dapat saya sampaikan.
1. Menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini
2. Selektif dalam pergaulan dan konten di media sosial
3. Membiasakan untuk peduli dan menghargai sesama
4. Memperkuat toleransi serta paham akan keadaan sosial yang mencakup perbedaan perbedaan yang ada
NPM : 2218011051
Analisis Soal Pertemuan 12
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawaban :
Secara garis besar, tampak politik di Indonesia sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti pada nilai sila ke-5 keadilan, pemerintah sudah memperhatikannya pembangungan di daerah-daerah terpencil, serta peningkatan ekonomi di daerah tertinggal.
Seperti yang kita tahu, etika politik sebagai salah satu sarana untuk mencapai kemajuan bangsa dan negara dengan mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi atau golongan. Bertujuan kepada setiap elit politik dan pejabat negara untuk bersikap jujur, amanah, siap melayani, memiliki keteladanan, rendah hati, berjiwa besar dan siap mundur dari jabatan apabila terbukti melakukan kesalahan dan secara moral kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rasa keadilan dalam masyarakat. (Hartati,2019).
Namun, pada satu kesempatan, masih terdapat kejadian pemimpin yang mementingkan diri sendiri serta kerabat dekatnya. Banyaknya pejabat dan pemimpin yang terjerat kasus hokum. Namun, dengan adanya hal tersebut juga kita tidak bisa mendefinisikan bahwa etika politik di Indonesia itu buruk, masih banyak pemimpin di daerah, Negara kita yang masih jujur, dan sangat peduli dengan rakyatnya.
Maka dari itu, untuk mencegah hal ini dan membuat etika politik di Indonesia kedepannya tetap sejalur dengan nilai-nilai Pancasila tentunya dari kita sendiri harus menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari untuk menciptakan bibit pemimpin yang bersih, jujur, dan peduli dengan rakyatnya.
2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawaban :
Di lingkungan tempat saya tinggal, beruntungnya generasi muda disana memiliki etika yang baik, mereka dapat menghargai orang-orang yang tinggal disana baik secara kepentingan sosial hingga religius. Generasi muda di tempat tinggal saya pun aktif untuk berorganisasi di masyarakat, mengadakan rapat” untuk menyambut acara besar seperti Hari Raya Idul Adha ataupun HUT RI.
Tak hanya di lingkungan rumah, di lingkungan kampus pun saya cukup beruntung mendapat teman-teman yang semuanya mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila, mereka peduli terhadap sesama temannya, menghargai perbedaan, dan mereka pun cukup aktif dalam kegiatan kampus ataupun menyiapkan acara kampus seperti dies natalies serta penampilan angkatan.
Untuk menghadapi dekadensi moral yang terjadi saat ini, ada beberapa solusi yang dapat saya sampaikan.
1. Menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini
2. Selektif dalam pergaulan dan konten di media sosial
3. Membiasakan untuk peduli dan menghargai sesama
4. Memperkuat toleransi serta paham akan keadaan sosial yang mencakup perbedaan perbedaan yang ada