RIZKA SELVIANA PUTRI_2213053254_HADIR
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rizka Selviana Putri 2213053254
Nama : Rizka Selviana Putri
NPM : 2213053254
Nama Jurnal : Jurnal Cakrawala Pendidikan
Nomor : 3
Halaman : 159 - 166
Tahun Penerbit : 2001
Judul Jurnal : PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Nama Penulis : Darmiyati Zuchdi
ANALISIS JURNAL
Nilai pendidikan dengan konvergensi komprehensif dianggap layak untuk digunakan menerapkannya karena di era ini hidup menjadi lebih rumit dan perubahan di segala bidang kehidupan terjadi dengan sangat cepat. DiIiIlat materi, pendidikan berharga dan Moralitas orang Indonesia cukup luas, karena potensi gagal bayar memandu arah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan mulai sekarang kepada semua orang orang diarahkan pada subjeknya siswa di semua tingkat pendidikan untuk mendaftar Pendidikan agama dan pendidikan moral Pancasila. Tapi metode dan Strategi Inashi memiliki banyak kelemahan harus diproses.
Ada empat jenis subtansi Pendidikan nilai disebut sebuah gerakan penting dalam pendidikan nilai di Amerika menyatakan, yaitu : penerapan nilai, pendidikan” karakter, pendidikan kewarganegaraan dan Pendidikan moral Empat jenis materi Ini layak untuk dipertimbangkan secara mendalam berkaitan dengan pendidikan nilai dan moral Indonesia. Bagian yang bijaksana yang penting dapat diintegrasikan Program pendidikan dan pelatihan agama Moralitas Pancasila khususnya mengenai pendidikan kewarganegaraan, termasuk itu termasuk penghargaan dan pengakuan ke sistem demokrasi, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja tim dan keterampilan resolusi konflik.
Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subjek didik memiliki keterampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut dengan kata lain pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat menimbulkan subjek didik secara holistik yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual emosional dan spiritual.
KELEBIHAN JURNAL: Jurnal menggunakan kata yang mudah untuk dipahami
KEKURANGAN JURNAL: tidak adanya abstrak berupa bahasa Indonesia sehingga pembaca yang kurang memahami B.inggris tidak paham serta di dalam jurnal tidak memiliki pembahasan
NPM : 2213053254
Nama Jurnal : Jurnal Cakrawala Pendidikan
Nomor : 3
Halaman : 159 - 166
Tahun Penerbit : 2001
Judul Jurnal : PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Nama Penulis : Darmiyati Zuchdi
ANALISIS JURNAL
Nilai pendidikan dengan konvergensi komprehensif dianggap layak untuk digunakan menerapkannya karena di era ini hidup menjadi lebih rumit dan perubahan di segala bidang kehidupan terjadi dengan sangat cepat. DiIiIlat materi, pendidikan berharga dan Moralitas orang Indonesia cukup luas, karena potensi gagal bayar memandu arah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan mulai sekarang kepada semua orang orang diarahkan pada subjeknya siswa di semua tingkat pendidikan untuk mendaftar Pendidikan agama dan pendidikan moral Pancasila. Tapi metode dan Strategi Inashi memiliki banyak kelemahan harus diproses.
Ada empat jenis subtansi Pendidikan nilai disebut sebuah gerakan penting dalam pendidikan nilai di Amerika menyatakan, yaitu : penerapan nilai, pendidikan” karakter, pendidikan kewarganegaraan dan Pendidikan moral Empat jenis materi Ini layak untuk dipertimbangkan secara mendalam berkaitan dengan pendidikan nilai dan moral Indonesia. Bagian yang bijaksana yang penting dapat diintegrasikan Program pendidikan dan pelatihan agama Moralitas Pancasila khususnya mengenai pendidikan kewarganegaraan, termasuk itu termasuk penghargaan dan pengakuan ke sistem demokrasi, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kerja tim dan keterampilan resolusi konflik.
Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subjek didik memiliki keterampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut dengan kata lain pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat menimbulkan subjek didik secara holistik yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual emosional dan spiritual.
KELEBIHAN JURNAL: Jurnal menggunakan kata yang mudah untuk dipahami
KEKURANGAN JURNAL: tidak adanya abstrak berupa bahasa Indonesia sehingga pembaca yang kurang memahami B.inggris tidak paham serta di dalam jurnal tidak memiliki pembahasan
Nama : Rizka Selviana Putri
NPM : 2213053254
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 3
Halaman : 710 - 724
Tahun Penerbit : 2017
Judul Jurnal : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati
ANALISIS JURNAL
Dalam jurnal yang telah saya baca dapat saya analisis bahwa jurnal tersebut membahas tentang pendidikan moral di sekolah sekolah merupakan lingkungan mikrosistem yaitu sebuah pola dari aktivitas peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang di dalam setting tertentu dengan karakteristik fisik khusus sebagai seorang individu oleh karena itu pendidikan moral di sekolah penting dilakukan agar membentuk karakteristik peserta didik yang baik selain itu peran guru atau yang dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang kompresif sangatlah penting. Seorang guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula sehingga peserta didik yang ada di sekolah dapat mencontoh dan mengikuti perilaku guru yang bermoral baik sehingga tidak adanya kasus kriminal ataupun kasus kekerasan yang mengakibatkan peserta didik tersebut tidak bermoral baik. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah harus dipelajari oleh guru dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut sekolah dengan guru sebagai peran utama dalam merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Kelebihan jurnal : jurnal tersebut menggunakan bahasa yang sangat mudah dipahami sehingga pembaca dapat memahami dengan baik selain itu juga jurnal tersebut dijelaskan secara singkat padat dan jelas sehingga pembaca merasa paham dengan materi yang ada di dalam jurnal
Kekurangan jurnal : tidak adanya tujuan dari jurnal tersebut serta kurangnya abstrak dalam jurnal
NPM : 2213053254
Nama Jurnal : Jurnal Humanika
Nomor : 3
Halaman : 710 - 724
Tahun Penerbit : 2017
Judul Jurnal : PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH
Nama Penulis : Rukiyati
ANALISIS JURNAL
Dalam jurnal yang telah saya baca dapat saya analisis bahwa jurnal tersebut membahas tentang pendidikan moral di sekolah sekolah merupakan lingkungan mikrosistem yaitu sebuah pola dari aktivitas peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang di dalam setting tertentu dengan karakteristik fisik khusus sebagai seorang individu oleh karena itu pendidikan moral di sekolah penting dilakukan agar membentuk karakteristik peserta didik yang baik selain itu peran guru atau yang dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang kompresif sangatlah penting. Seorang guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula sehingga peserta didik yang ada di sekolah dapat mencontoh dan mengikuti perilaku guru yang bermoral baik sehingga tidak adanya kasus kriminal ataupun kasus kekerasan yang mengakibatkan peserta didik tersebut tidak bermoral baik. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah harus dipelajari oleh guru dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut sekolah dengan guru sebagai peran utama dalam merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Kelebihan jurnal : jurnal tersebut menggunakan bahasa yang sangat mudah dipahami sehingga pembaca dapat memahami dengan baik selain itu juga jurnal tersebut dijelaskan secara singkat padat dan jelas sehingga pembaca merasa paham dengan materi yang ada di dalam jurnal
Kekurangan jurnal : tidak adanya tujuan dari jurnal tersebut serta kurangnya abstrak dalam jurnal
Nama : Rizka Selviana Putri
NPM : 2213053254
Dari video yang telah saya tonton yang berjudul pendekatan pentahelix pendidikan nilai dan moral dari video tersebut menjelaskan tentang nilai yaitu pemberian harga pada suatu konsep yang dihadapi sedangkan moral adalah kebiasaan-kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang. Menurut pendekatan pentahelix ada beberapa faktor untuk menanamkan nilai undang-undang
1. Pemerintah (membuat UUD bahwa Pancasila, agama, PPKN wajib ada di dalam pendidikan)
2. Masyarakat/Komunitas (kebiasaan yang ada)
3. Akademisi (guru atau dosen melakukan transfer of knowledge)
4. Pengusaha/Pemilik modal (penerapan nilai)
5. Media (elektronik atau sosial)
Herman mengemukakan bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan tetapi nilai harus ditangkap dan dipenjarakan nilai harus ditangkap dicerna kemudian diinterlisasikan dan dibekukan dalam diri kita.
Ada beberapa aliran dalam pengajaran nilai yang pertama yaitu aliran relativisme atau nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif subjektif temporer dan situasional. Yang kedua yaitu aliran kebebasan adalah nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihan secara bebas dan mandiri.
Penerapan nilai dan penanganan nilai sangatlah penting untuk manusia karena untuk menjalani kehidupan oleh sebab itu kita sebagai manusia harus memiliki nilai dan moral dalam kehidupan agar dapat menjalani kehidupan dengan baik dan benar
NPM : 2213053254
Dari video yang telah saya tonton yang berjudul pendekatan pentahelix pendidikan nilai dan moral dari video tersebut menjelaskan tentang nilai yaitu pemberian harga pada suatu konsep yang dihadapi sedangkan moral adalah kebiasaan-kebiasaan yang berulang-ulang oleh sekelompok orang. Menurut pendekatan pentahelix ada beberapa faktor untuk menanamkan nilai undang-undang
1. Pemerintah (membuat UUD bahwa Pancasila, agama, PPKN wajib ada di dalam pendidikan)
2. Masyarakat/Komunitas (kebiasaan yang ada)
3. Akademisi (guru atau dosen melakukan transfer of knowledge)
4. Pengusaha/Pemilik modal (penerapan nilai)
5. Media (elektronik atau sosial)
Herman mengemukakan bahwa substansi nilai tidaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan tetapi nilai harus ditangkap dan dipenjarakan nilai harus ditangkap dicerna kemudian diinterlisasikan dan dibekukan dalam diri kita.
Ada beberapa aliran dalam pengajaran nilai yang pertama yaitu aliran relativisme atau nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif subjektif temporer dan situasional. Yang kedua yaitu aliran kebebasan adalah nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan dasar manusia untuk menentukan pilihan secara bebas dan mandiri.
Penerapan nilai dan penanganan nilai sangatlah penting untuk manusia karena untuk menjalani kehidupan oleh sebab itu kita sebagai manusia harus memiliki nilai dan moral dalam kehidupan agar dapat menjalani kehidupan dengan baik dan benar
Nama : Rizka Selviana Putri
NPM : 2213053254
Video di atas menjelaskan tentang peran seorang pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui PPKN. Video tersebut menjelaskan apakah kesadaran molal itu penting kesadaran nilai moral mengarahkan anak untuk mampu membuat pertimbangan secara matang atas perilaku dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat jadi menurut saya pendidikan moral atau kesadaran moral sangat penting untuk ditanamkan kepada peserta didik agar terhindarnya kasus-kasus kriminal ataupun kasus-kasus tidak sopannya seorang peserta didik terhadap pendidik jika seorang peserta didik tidak dibekali pendidikan moral yang akan terjadi adalah anak tersebut mengalami masalah moral yaitu masalah yang menyita perhatian terutama orang tua orang tua akan berpikir susahnya seorang anak yang tidak memiliki moral keras kepala sukar untuk patuh serta sering melawan. Jadi peran kertas sebagai pendidik harus mengajarkan pentingnya pendidikan moral kepada peserta didik karena demi untuk kemajuan bangsa. Oleh sebab itu pelajaran PPKN sangat penting untuk membentuk pendidikan nilai dan moral peserta didik karena pelajaran PPKN dapat membangun watak atau karakter sebagai wahana sosial pedagogis kecerdasan kehidupan bangsa acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah serta jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik. Sebagai pendidik seharusnya menanamkan pentingnya pendidikan nilai moral melalui PPKN karena pada pembelajaran ini di dalamnya terdapat penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan pentingnya sila-sila tersebut dapat membentuk suatu karakter peserta didik menjadi seseorang yang bermoral dan bisa memajukan kehidupan bangsa selain itu juga sebagai pendidik harus menjadi teladan atau contoh, indoktrinasi, dan sebagai pembiasaan dalam perilaku. Tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk nilai moral yaitu memberikan pengertian pengetahuan dan pemahaman tentang Pancasila dan menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik serta meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila.
NPM : 2213053254
Video di atas menjelaskan tentang peran seorang pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui PPKN. Video tersebut menjelaskan apakah kesadaran molal itu penting kesadaran nilai moral mengarahkan anak untuk mampu membuat pertimbangan secara matang atas perilaku dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat jadi menurut saya pendidikan moral atau kesadaran moral sangat penting untuk ditanamkan kepada peserta didik agar terhindarnya kasus-kasus kriminal ataupun kasus-kasus tidak sopannya seorang peserta didik terhadap pendidik jika seorang peserta didik tidak dibekali pendidikan moral yang akan terjadi adalah anak tersebut mengalami masalah moral yaitu masalah yang menyita perhatian terutama orang tua orang tua akan berpikir susahnya seorang anak yang tidak memiliki moral keras kepala sukar untuk patuh serta sering melawan. Jadi peran kertas sebagai pendidik harus mengajarkan pentingnya pendidikan moral kepada peserta didik karena demi untuk kemajuan bangsa. Oleh sebab itu pelajaran PPKN sangat penting untuk membentuk pendidikan nilai dan moral peserta didik karena pelajaran PPKN dapat membangun watak atau karakter sebagai wahana sosial pedagogis kecerdasan kehidupan bangsa acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah serta jembatan untuk menuju pendidikan moral yang baik. Sebagai pendidik seharusnya menanamkan pentingnya pendidikan nilai moral melalui PPKN karena pada pembelajaran ini di dalamnya terdapat penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan pentingnya sila-sila tersebut dapat membentuk suatu karakter peserta didik menjadi seseorang yang bermoral dan bisa memajukan kehidupan bangsa selain itu juga sebagai pendidik harus menjadi teladan atau contoh, indoktrinasi, dan sebagai pembiasaan dalam perilaku. Tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk nilai moral yaitu memberikan pengertian pengetahuan dan pemahaman tentang Pancasila dan menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik serta meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila.