Posts made by Rizkia NADIA Al Afifah

Assalamualaikum Wr.Wb 

Mohon maaf bu izin mengumpulkan tugas, 

Nama : Rizkia Nadia Al Afifah

NPM : 2218011053

Kuliah Umum Mahasiswa Baru

Dengan tema penguatan karakter religius dan kebangsaan.

Pemateri 1: Dr. Mohammad Bahrudin, M.A

Judul Materi : Spirit Moderasi Beragama

Salah satu perilaku moderat adalah saling tolong-menolong antara umat beragama contohnya dengan memberi air minum.

Mengapa kita harus rukun ?

 karena semua kemajuan keberagaman pluralitas merupakan sunnatullah merupakan hukum alam yang bahasa umum dan tidak ada satupun diantara kita yang menolak Allah SWT telah menciptakan bahwa selain Allah semuanya adalah berhilang. Ini terdapat pada surat Al ikhlas.

Apapun sukunya apapun agamanya kita tetap harus rukun.

Harus ada kerukunan umat beragama, jika tidak ada maka akan terjadi kericuhan seperti misalnya kejadian Poso dan Perang Salib.

Bila umat beragama tidak rukun maka warga negara di bangsa ini akan menjadi berantakan.

Mengapa moderasi beragama?

Karena moderasi agama merupakan roh Spirit dari kerukunan umat beragama. Kalau tidak mempunyai karakter tidak mempunyai sikap mental dan hanya sekedar rukun itu mudah.

Kalau hanya sekedar rukun itu mudah namun, Yang penting mental jika ada godaan dia tidak runtuh itu merupakan sikap moderat beragama.

Di Indonesia ada lima agama yang difasilitasi negara Indonesia yaitu Islam, Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu.

Yang di rukunkan itu adalah umatnya bukan ajarannya. Bukan ajarannya karena tidak boleh mencampurkan ajaran-ajaran agama yang berbeda.

 

 

 

Moderasi beragama dipahami sebagai pilihan  untuk memiliki cara pandang, sikap dan perilaku di tengah-tengah adil dan seimbang. Termasuk seimbang antara pengamalan agama sendiri dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan.

Moderasi beragama merupakan Soul/ Ruh kerukunan umat beragama dan kerukunan umat beragama merupakan Pilar kerukunan nasional.

Ada tiga pilar moderasi beragama yaitu

  1. moderasi pemikiran
  2. moderasi gerakan
  3.  moderasi perbuatan.

Moderasi beragama dalam berbagai bidang :

1. Moderat dalam berkeyakinan

2. Terbukanya pintu rukhsah /keringanan

3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit

4. Moderat dalam perilaku

5. Moderat dalam membelanjakan harta.

Ajaran agama tidak pernah mempersulit ketika ada kesulitan Allah memberikan rukhsah atau keringanan bagi umatnya.

Agama Islam mengajarkan supaya kita tidak boros dan berperilaku biasa-biasa saja dalam membelanjakan harta.

Indikator moderat

Value: menjunjung tinggi nilai-nilai luhur universal agama-agama

Respect : Mengapresiasi kontribusi setiap kelompok agama

Learn : belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu

Celebrate: menikmati keberagaman yang disumbangkan setiap agama

Acknowledge: menghormati kehadiran agama lain di negara kita

Tolerate: memberikan hak yang sama kepada agama lain.

Pemateri 2 : Prof. Dr. Ainul Gani,S.Ag., S.H, M.Ag.

Judul Materi : Penguatan karakter melalui pendidikan spiritual

Semua perbuatan tergantung niatnya.

Pendidikan karakter dan spiritual penting saat ini.

Tawuran melibatkan para remaja-remaja yang mengakibatkan banyak korban dan juga terdapat kasus kekerasan di kalangan generasi muda, terdapat juga perilaku seksual di kalangan remaja yang meningkat contoh akibatnya hamil di luar nikah.

Generasi muda adalah harapan dan penerus bangsa. Dari permasalahan-permasalahan di atas terdapat solusinya yaitu perlu diterapkannya pendidikan spiritual.

Pendidikan spiritual adalah nutrisi berisi tinggi yang sangat dibutuhkan oleh manusia sehat agar tidak menjauhi dari daya Allah SWT.

Empat cara yang akan ditanyakan di hari akhir yaitu umur ilmu harta dan tubuh.

Kesimpulan:

mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik

Mahasiswa sukses adalah orang yang bisa mengajak orang lain sukses

Orang yang paling cerdas adalah mereka yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya

Orang yang paling bahagia adalah mereka yang bisa membuat orang lain bahagia

 

Pemateri 3 :  Dr. Sairul Basri, M.Pd.

Judul materi : Membangun karakter kebangsaan

Bahasa Indonesia terdapat ancaman-ancaman besar yang harus kita antisipasi. Kalau kita generasi muda tidak semangat maka bangsa Indonesia ini bisa hancur. Nasionalisme dan ideologi yang tidak bisa diganti adalah dua hal yang membuat bangsa kita tetap bersatu. 

Ancaman ancaman Negara : Peran teknologi, perang ekonomi, ancaman non militer, pornografi, narkoba, radikalisme dan terorisme, Legislasi, bencana alam, politik

Negara layaknya seperti makhluk hidup yang bisa berubah dan  berkembang

Maka perlu dilindungi dari hambatan tantangan ancaman dan gangguan. Doktrin nilai nasionalisme yang ber Pancasila :

- mencintai tanah air

-Yakin Pancasila sebagai ideologi negara

-Sadar berbangsa dan bernegara

-Rela berkorban untuk kepentingan bangsa

Pancasila dan Alquran adalah satu satuan yang terintegrasi. Agama dihancurkan negara lebur. Negara dihancurkan maka agama lebur karena mereka keduanya saling berhubungan. Alat pemersatu ideologi bangsa yaitu Pancasila dan UUD NRI 1945.

Bentuk generasi yang lemah dan bodoh : Merokok, minuman keras,  seks bebas,  melawan orang tua , ketergantungan, Hura- hura.

Negarawan adalah seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara ke depan untuk kemajuan bangsa.

Tujuannya adalah segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara, ketuhanan wilayah NKRI, dan keselamatan negara dari berbagai ancaman.

Ideologi terancam apabila warga negara :

  1. Bertindak sendiri tanpa dengan kearifan lokal karena Pancasila diambil dari keluargaan.
  2. Tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh warga negara
  3. Pancasila hanya sebagai slogan saja teori dan tidak menjadi pandangan hidup berbangsa
  4. Berpikir dan berupaya untuk mengganti ideologi bangsa ini resiko yang tertinggi
  5. Melemahkan kebhinekaan

Yang perlu kita lakukan yaitu :

  1. Berusaha untuk menjadi orang baik dan benar karena orang-orang sukses lah yang akan menyelamatkan bangsa dan agama
  2. Hormati orang tua dan guru
  3. Buatlah diri anda hanya prestasi bukan frustasi
  4. Dekatkan diri kepada Allah
  5. Jangan mudah meniru budaya baru atau asing
  6. Laporkan dengan aparat hal-hal yang mencurigakan
  7. Hati-hati jangan sampai mudah percaya kepada hal-hal baru.