Kiriman dibuat oleh Rizkia NADIA Al Afifah

NAMA :  Rizkia Nadia Al Afifah

NPM : 2218011053 

Analisis soal

A.    Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

B.    Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Jawaban :

A.    Perkembangan nilai Pancasila diikuti dengan berkembangnya IPTEK di era globalisasi. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin Ilmu kedokteran  yaitu :
1). Sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa,

·       Melengkapi ilmu pengetahuan kedokteran dengan  menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irasional, antara rasa dan akal.

2). Sila 2, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,

·       memberi arah kami dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Sehingga dapat menggunakan ilmu kedokteran untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk  kelompok, lapisan tertentu.

3). Sila 3, Persatuan Indonesia,

·       Solidaritas sangat penting untuk kelangsungan keseluruhan manusia, tetapi tidak  mengganggu integrasi dalam prngrmbangan ilmu kedokteran.

4). Sila 4, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan

·       Perwakilan, adanya perkembangan nilai IPTEK juga harus didasari dengan asas-asas demokratis yang menjunjung tinggi perbedaan dan penghargaan kebebasan orang lain serta memiliki pandangan dan sikap yang terbuka terhadap kritik-kritik yang diberikan.

5). Sila 5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,

·       harapan dari komplementasi nilai IPTEK dan Pancasila seharusnya mampu menjaga keseimbangan antara keadilan dan prinsip kehidupan antarsesama manusia, manusia dengan Tuhan, manusia dengan bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungan.

Tentunya, semua proses yang terjadi di era globalisasi yang semakin pesat harus disertai dengan implikasi nilai sila-sila Pancasila. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya paham-paham yang tidak sesuai dengan isi kandungan dari Pancasila.

B.    Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang adalah selalu mendorong ke arah perkembangan IPTEK yang lebih pesat dengan tetap mengimplementasikannya sesuai nilai sila-sila Pancasila sehingga bisa memperluas wawasan serta mencerdaskan rakyat.


Assalamualaikum Wr.Wb Bu, Mohon maaf yang sebesar besarnya karena baru mengumpulkan tugas pada hari ini, dikarenakan akun Vclass saya baru bisa dibuka lagi hari ini. 
Nama : Rizkia Nadia Al Afifah
NPM : 2218011053

Nama : Rizkia Nadia Al Afifah

NPM ; 2218011053

Judul : PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Jurnal : Jurnal Pendidikan

Tahun : 2018

Volume dan halaman : Volume 2 Nomor 2, 29-41

ISI JURNAL

Konsep Dasar Pancasila

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. pancasila merupakan pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK

1.     Ketuhanan yang maha esa

Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. (Toenlie,2014) Dalam Pengembangan Ilmu pengetahuan, sangat perlu dilakukan penanaman nilai religi mulai dari pendidikan dasar, sampai pada pendidikan Tinggi. Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta dan penguasa segala sesuatu yang ada di alam ini, Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal.

 

 

 

 

 

2.     Kemanusiaan yang adil dan beradab

Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.

3.     Persatuan Indonesia

Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.

 

4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

5.     Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah; Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan 41 manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya

 HASIL ANALISIS

Pancasila merupakan pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam dan terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad.

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan dan hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari. Berangakat dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

Implikasi sila-sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK dapat menjadi pedoman bagi kita dalam berhubungan dengan tuhan dan manusia sesamanya. Selain itu juga  memberi arah dan mengendalikan kita supaya tidak menyalahgunakan IPTEK.

 


Nama : Rizkia NAdia AL Afifah 

NPM : 2218011053

HASIL ANALISIS SOAL 1 

A.     Tanggapan saya mengenai untuk berita tersebut adalah sebagai edukasi bahwa penyebaran berita hoaks sangatlah berbahaya dan berdampak negatif . Hoaks bisa dari orang terpelajar dan akademisi juga. Untuk mengantisipasi dampak negatif berita hoaks adalah perlunya edukasi mengenai berita hoaks itu dan bisa membedakannya antara berita hoaks atau berita asli. Dan mengedukasi untuk melarang menyebarkan berita hoaks kepada khalayak ramai.

B.     Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai nilai Pancasila seperti melanggar norma-norma, membawa SARA dan menjadikannya bahan candaan dan terkesan merendahkan yang lainnya. Untuk mengantisipasi itu maka diperlukan pengembangan nilai-nilai Pancasila lebih luas lagi. Menyaring segala sesuatu yang berdampak negatif dari IPTEK, dan bisa menggunakan IPTEK lebih bijak lagi.

C.     Solusi dari permasalahan tersebut adalah menanamkan sikap prioritaskan kebutuhan, sehingga kita dapat mengurangi sikap konsumerisme. Berdasarkan program studi saya yaitu Pendidikan dokter, memang saya akui negara lain IPTEK nya lebih maju dibandingkan Indonesia. Beberapa alat kesehatan juga diimpor dari luar negeri. Hal itu dikarenakan Indonesia belum mampu menciptakan alat tersebut. Namun tidak semua alat kesehatan diimpor dari luar negeri, Indonesia juga mampu menciptakan 358 alat kesehatan lainnya, seperti jarum suntik yang sudah mendapatkan sertifikasi dari WHO. Sebagai tenaga kesehatan nantinya, saya akan membeli produk teknologi dalam negeri terlebih dahulu kalau tidak ada selanjutnya saya akan membeli di negara lain sesuai kebutuhan saja.


Nama : Rizkia NAdia AL Afifah 

NPM : 2218011053

HASIL ANALISIS SOAL 1 

A.     Tanggapan saya mengenai untuk berita tersebut adalah sebagai edukasi bahwa penyebaran berita hoaks sangatlah berbahaya dan berdampak negatif . Hoaks bisa dari orang terpelajar dan akademisi juga. Untuk mengantisipasi dampak negatif berita hoaks adalah perlunya edukasi mengenai berita hoaks itu dan bisa membedakannya antara berita hoaks atau berita asli. Dan mengedukasi untuk melarang menyebarkan berita hoaks kepada khalayak ramai.

B.     Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai nilai Pancasila seperti melanggar norma-norma, membawa SARA dan menjadikannya bahan candaan dan terkesan merendahkan yang lainnya. Untuk mengantisipasi itu maka diperlukan pengembangan nilai-nilai Pancasila lebih luas lagi. Menyaring segala sesuatu yang berdampak negatif dari IPTEK, dan bisa menggunakan IPTEK lebih bijak lagi.

C.     Solusi dari permasalahan tersebut adalah menanamkan sikap prioritaskan kebutuhan, sehingga kita dapat mengurangi sikap konsumerisme. Berdasarkan program studi saya yaitu Pendidikan dokter, memang saya akui negara lain IPTEK nya lebih maju dibandingkan Indonesia. Beberapa alat kesehatan juga diimpor dari luar negeri. Hal itu dikarenakan Indonesia belum mampu menciptakan alat tersebut. Namun tidak semua alat kesehatan diimpor dari luar negeri, Indonesia juga mampu menciptakan 358 alat kesehatan lainnya, seperti jarum suntik yang sudah mendapatkan sertifikasi dari WHO. Sebagai tenaga kesehatan nantinya, saya akan membeli produk teknologi dalam negeri terlebih dahulu kalau tidak ada selanjutnya saya akan membeli di negara lain sesuai kebutuhan saja.


Nama : Rizkia Nadia Al Afifah

NPM : 2218011053

Dari video tersebut kita  ketahui bahwa pada tanggal 7 Desember Jepang menyerang 1941 Jepang menyerang pangkalan Amerika serikat di pearl harbour memicu bersatunya persekutuan Amerika serikat Britania raya Belanda Hindia Belanda dan sejumlah negara jajahan Inggris serta sejumlah negara Amerika latin untuk bersama-sama berperang melawan Jepang. Disusul dengan Jerman dan Italia juga ikut bergabung.

Sekutu menyerang Jepang dengan dijatuhkannya bom atom ke kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Tidak berhenti sampai di sana bom atom kedua dijatuhkan sekutu ke kota Nagasaki Jepang 3 hari kemudian 9 Agustus 1945.

 Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah pada sekutu menteri luar negeri Jepang menandatangani surat tanda Jepang menyerah di atas kapal perang Amerika serikat, ini menandai berakhirnya perang dunia ke-2 di wilayah Pasifik. Momen ini menjadikan kekosongan kekuasaan di negara Indonesia, dengan memanfaatkan momen ini Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Inilah sejarah kemerdekaan negara Indonesia.

dari sini kita patut bersyukur karena jepang menyerah pada sekutu. NAmun kemerdekaan bangsa Indonesia adalah hasil kerja keras para pahlawan bangsa, bukan karena dikasihi negara Jepang.