གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Iftah Farida Reza Nur 2213053184

Nama : Iftah Farida Reza Nur
Npm : 2213053184

Degradasi moral pelajar bisa melibatkan sejumlah faktor, termasuk perubahan nilai-nilai sosial, pengaruh media, dan kurangnya pendidikan moral. Kasus-kasus ekstrem seperti siswa yang memukuli guru hingga tewas menunjukkan adanya krisis moral yang mendalam. Mungkin ada kekurangan dalam pembentukan karakter, kurangnya kontrol impuls, atau masalah kejiwaan yang tidak teratasi.

Pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter dan etika tidak bisa diabaikan. Selain itu, kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan memahami tantangan yang dihadapi oleh pelajar modern dapat membantu mengatasi degradasi moral tersebut.
Nama : Iftah Farida Reza Nur
Npm : 2213053184

Berdasarkan video tersebut hasil analisis yang bisa saya ambil yaitu, menurut Teori perkembangan moral Kohlberg melibatkan 6 tahap penalaran moral berbeda yang dilalui seorang individu dari masa kanak-kanak hingga dewasa. 6 tahap tersebut adalah:

1. Pra konvensional
Tahap 1: Orientasi Hukuman dan Ketaatan
Individu menghindari hukuman dan fokus pada kepatuhan terhadap otoritas.
Tahap 2: Orientasi Pertukaran Instrumen
Pemikiran masih terfokus pada kepentingan pribadi, tetapi ada pertimbangan untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

2. Konvensional
Tahap 3: Orientasi Baik Anak-Anak
Perhatian pada norma sosial dan pandangan orang lain; keinginan untuk disukai dan diterima.
Tahap 4: Orientasi Hukum dan Ketertiban Sosial
Kepatuhan pada hukum dan otoritas yang berlaku untuk mempertahankan tatanan sosial.

3. Pacsa Konvensional
Tahap 5: Orientasi Kontrak Sosial
Kesadaran terhadap keragaman perspektif; menghormati hak asasi manusia dan prinsip-prinsip masyarakat.
Tahap 6: Orientasi Prinsip Etika Universal
Komitmen pada prinsip moral universal; bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip etika meskipun melanggar hukum atau norma sosial.
Tahap-tahap ini mencerminkan perjalanan perkembangan moral seseorang dari fokus pada diri sendiri hingga pemahaman yang lebih luas tentang prinsip-prinsip etika universal.
Dan kohlberg menggunakan dilema Heinz untuk penelitian nya mengenai perkembangan moral
Nama : Iftah Farida Reza Nur
Npm : 2213053184

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Dinamika Pendidikan
Judul : pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi
Nomor : 2
Halaman : 63-75
Tahun Terbit : 2008
Nama penulis : Hidayati

Pendidikan nilai dan moral memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang bermoral dan beretika. Tujuannya adalah untuk mengembangkan hati nurani dan kepekaan terhadap nilai-nilai luhur kemanusiaan. Pendidikan nilai tidak hanya mencakup pengajaran nilai-nilai, tetapi juga mengharuskan peserta didik untuk mengalami dan menghayati nilai-nilai tersebut melalui pengalaman nyata. Proses pendidikan nilai melibatkan tahap-tahap seperti persiapan, konsentrasi, asimilasi, dan realisasi nilai-nilai. Pendidikan nilai harus berlangsung secara lembut dan tanpa pemaksaan, agar peserta didik memiliki disposisi batin yang benar terhadap nilai-nilai tersebut. Dalam hal ini, penyadaran nilai dan pemahaman nilai memiliki peran penting.

Pendidikan nilai dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lagu dan sarana lainnya juga dapat mendukung proses pendidikan nilai dengan menggugah hati dan menyentuh perasaan. Tujuan akhir dari pendidikan nilai adalah merealisasikan nilai-nilai dalam tindakan dan sikap yang responsif, kreatif, dan produktif.

Kesimpulannya adalah dalam menghadapi dampak negatif globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, penting untuk memiliki pilar-pilar yang kuat dalam menjaga nilai-nilai, moral, dan budaya bangsa
Nama : Iftah Farida Reza Nur
Npm : 2213053184

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Volume : 9
Nomor : 3
Tahun Terbit : September, 2021
Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama penulis :Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, & Mohd Zailani Mohd Yusoff


Berdasarkan pembahasan dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral dan nilai memiliki peran penting dalam sistem pendidikan di Aceh. Pemerintah Aceh telah menerapkan kurikulum Islam yang mencakup mata pelajaran inti dan muatan lokal yang berbasis budaya dan nilai-nilai Islam. Pendidikan nilai dan moral dilakukan melalui semua pembelajaran dan kegiatan pendidikan di sekolah, dengan peran penting guru dalam membentuk nilai siswa. Penerapan kurikulum Islam ini didasarkan pada Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015. Tujuan dari pendidikan nilai dan moral ini adalah untuk membentuk karakter siswa dan berkontribusi pada perkembangan bangsa. Prinsip penyelenggaraan pendidikan di Aceh mencakup transparansi, akuntabilitas, demokrasi, dan pendekatan keteladanan. Penerapan pendidikan nilai dan moral ini juga disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan era revolusi industri 4.0 .
Nama : Iftah Farida Reza Nur
Npm : 2213053184


Kekerasan di lingkungan sekolah, terutama yang mengakibatkan korban jiwa, adalah hal yang sangat serius dan tidak bisa dibiarkan. Ini adalah permasalahan yang perlu ditangani secara tegas oleh pihak sekolah, orang tua, dan pihak berwenang.

Siswa yang terlibat dalam kekerasan atau yang menjadi korban perlu mendapatkan dukungan emosional dan konseling. Orang tua juga harus terlibat dalam menangani masalah ini, termasuk berkomunikasi dengan sekolah dan anak-anak mereka. Tindakan kekerasan yang serius harus ditangani oleh pihak berwenang

Keamanan dan kesejahteraan anak-anak harus menjadi prioritas utama, dan semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung bagi semua siswa.