Posts made by Iftah Farida Reza Nur 2213053184

Nama : Iftah Farida Reza Nur
Npm : 2213053184

Dari video tersebut hasil analisis yang saya dapat yaknj
Instrumen penilaian adalah Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Dalam video, di jelaskan juga mengenai manfaat penilaian bagi anak, orang tua dan juga pendidik atau guru.
1. Bagi anak : Penilaian membantu anak memahami kemajuan akademis mereka. Ini memberikan umpan balik yang berguna untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang memerlukan perbaikan.
2. Bagi orang tua : Penilaian memberikan wawasan kepada orang tua tentang kemampuan akademis anak mereka. Ini memungkinkan orang tua untuk mendukung perkembangan anak sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka.
3. Bagi guru atau pendidik: Penilaian membantu guru menilai efektivitas metode pengajaran. Mereka dapat menyesuaikan pendekatan mereka berdasarkan hasil penilaian untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa.

Secara keseluruhan, penilaian adalah alat yang penting dalam mengelola dan meningkatkan sistem pendidikan, memberikan manfaat yang konkret bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.

Dalam video juga di jelaskan Mengenai teknik dan lingkup penilaian
Dengan beragam teknik dan lingkup penilaian ini, pendidik dapat mengakomodasi gaya belajar siswa yang berbeda dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kemajuan mereka.
Dalam video tersebut teknik penilaian di bagi menjadi 4 yaitu :
1. BB, belum berkembang
2. MB, mulai berkembang
3. BSH, berkembang sesuai harapan
4. BSB, berkembang sangat baik.

Menggunakan instrumen penilaian yang sesuai memiliki beberapa manfaat yang signifikan:
Instrumen penilaian yang sesuai membantu meningkatkan akurasi penilaian. Mereka dirancang untuk mengukur dengan tepat apa yang ingin dievaluasi, mengurangi kesalahan penilaian. Instrumen yang baik menyediakan umpan balik yang konkret dan berguna, baik untuk siswa maupun pendidik. Ini membantu siswa memahami area kekuatan dan kelemahan mereka serta memberikan panduan bagi guru dalam meningkatkan pembelajaran.
Nama : Iftah Farida Reza Nur
Npm : 2213053184

Dalam vidio tersebut hasil analisis yg saya dapat yakni
Etika, nilai dan moral saling berkaitan karena ketiganya membentuk kerangka kerja yang saling mendukung dalam membimbing Perilaku manusia dan membentuk dasar budaya serta tatanan sosial.

dalam video juga di jelaskan mengenai pengertian etika,nilai dan juga moral
1. Etika : etikaa adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku } di masyarakat.
2. Nilai: Nilai adalah keyakinan atau prinsip-prinsip yang dianggap penting atau diutamakan oleh individu atau kelompok. Nilai-nilai ini dapat mencakup hal-hal seperti kejujuran, integritas, keadilan, atau kebahagiaan. Nilai-nilai membentuk dasar untuk mengambil keputusan dan membimbing perilaku seseorang.
3. Moral: Moral merujuk pada seperangkat norma-norma atau aturan yang mengatur perilaku manusia dalam suatu masyarakat atau kelompok. Ini mencakup apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, dan sering kali tercermin dalam hukum, norma sosial, atau ajaran agama. Moral bersifat kolektif dan dapat bervariasi antara budaya dan waktu.

Dalam rangka yang lebih luas, etika, nilai, dan moral saling terkait dan membentuk dasar bagi pembentukan budaya dan masyarakat. Etika membantu kita memahami dasar-dasar pemikiran moral, nilai-nilai membimbing pilihan dan tindakan individu, sedangkan moral mencerminkan norma-norma yang diterapkan secara kolektif dalam suatu kelompok.
Nama: Iftah Farida Reza Nur
NPM : 2213053184

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal JIPSINDO
Volume :6
Nomor : 2
Halaman : 131- 145
Tahun Terbit : 2019
Judul : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN
TEORI KOHLBERG
Nama penulis : Enung Hasanah
Kata kunci: teori kohlberg, SD , moral

Hasil analisis yg saya dapat dari jurnal tersebut yakni

Jurnal ini membahas tentang Perkembangan moral Siswa di Sekolah Dasar berdasarkan Teori Kohlberg. Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal
disebut cognitive dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada
karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan
afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral merupakan proses perkembangan kognisi secara alami. Sebaliknya,
kebanyakan ahli psikologi pada masa itu berasumsi bahwa pikiran
moral lebih merupakan proses psikologi dan sosial. Dalam
mengembangkan teorinya, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada
tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu
tidak menjadi pusat pengamatannya.

Dari materi jurnal yg saya baca dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatukarena takut dihukum. Dalam hasil penelitian sederhana ini, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.

Nama : Iftah Farida Reza Nur

NPM   : 2213053184


Identitas Jurnal

Nama jurnal : Jurnal JIPSINDO 

Volume :6

Nomor : 2

Halaman : 131- 145

Tahun Terbit : 2019

Judul : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN

TEORI KOHLBERG

Nama penulis : Enung Hasanah


Hasil analisis dari jurnal yg saya baca yakni jurnal tersebut membahas tentang isu pendidikan nilai moral di beberapa negara khususnya di Indonesia, India, Malaysia, Cina.

Selain itu jurnal ini membahas tentang Dimensi pendidikan nilai moral. Mulai dari teori, Pendekatan, metode dan teknik. 


Dari banyaknya penjelasan atau uraian di jurnal tersebut dapat di tarik beberapa kesimpulan:


1. Pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia. 


2. Penyelesaian permasalahan hidup yang dialami umat manusia tidak cukup dalamnegeri sendiri, namun banyak hal yang penyelesaiannya dibutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah 

krisis multidimensional. 


3. Pendidikan nilai moral merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional. 


4. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan dan kesamaan. Perbedaan yang ada disebabkan oleh adanya perbedaan 

ideologi bangsa. Walaupun demikian, negara-negara itu memberikan penekanan pendidikan nilai moral pada nilai etik-moral; terutama dalam hal nilai-nilai yang bersifat asasi manusia, universal, dan global. 


5. Konsep pendidikan nilai moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. 

Lebih lanjut, dalam implementasikannya, diperlukan strategi pendidikan nilai moral yang tepat melalui pemilihan pendekatan (ap-

proach), metode (method), dan teknik (technique) pendidikan nilai moral 

yang sesuai.