Kiriman dibuat oleh Rahmawati 2213053210

Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Jurnal 1
Pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Keterampilan moral dalam diri peserta didik dapat diwujudkan dimulai dengan pembiasaan. Lama kelamaan pembiasaan itu ditingkatkan dengan cara peserta didik merancang sendiri berbagai
tindakan moral yang akan diwujudkan sebagai suatu komitmen diri, action plan mereka sendiri sebagai wujud realisasi diri menjadi orang yang baik dan
memperoleh hidup yang bermakna. Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula. Oleh karena itu, pendidikan moral di sekolah sangat penting dilakukan atau diterapkan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Video 2
Dari video di atas yang berjudul Degradasi Moral Pelajar Zaman Modern dapat kita simak bahwa semakin maju perkembangan zaman namun masyarakatnya malah tidak memiliki moral yang baik seperti yang diajarkan sejak dahulu, terutama pada generasi muda. Hal tersebut disebabkan karena lemahnya mental yang terbentuk sejak dini, serta kurang adanya peran orang tua dalam membimbing dan mendidik mereka, sehingga membentuk karakter yang kurang baik bagi mereka dan juga adanya faktor globalisasi yang membawa banyak pengaruh yang datang dari luar, baik itu berupa kebudayaan, kehidupan sosial dan juga teknologi. Penanaman nilai moral melalui jalur pendidikan, dapat di lakukan dengan berbagai cara oleh guru. Satu diantara nya yaitu dengan menggunakan kearifan lokal sebagai sumber belajar peserta didik. Dalam kearifan lokal terdapat sebuah kebijaksanaan dan nilai-nilai yang mencakup, nilai sosial, etika ekonomi, nilai moral dan etos budaya. Apabila nilai kearifan lokal di implikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik maka akan terbentuk pula sebuah nilai moral pada diri mereka sendiri. Untuk itulah penting untuk menanamkan nilai nilai moral pada anak yang sekarang ini telah luntur agar mereka menjadi generasi yang berkualitas dimasa depan.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Video 1
Terdapat 6 Tahap Perkembangan Moral Menurut Kohlberg, ada 3 level setiap level memiliki 2 tahap dan secara keseluruhan berjumlah 6 tahap yaitu:
A. Level 1 (Pra Konvensional)
• Tahap 1 Menghindari Hukuman
Seseorang memiliki alasan untuk bertindak ataupun tidak untuk menghindari hukuman. Contohnya ketika seseorang mematuhi peraturan rambu rambu lampu lalu lintas karena tidak ingin ditilang polisi.
• Tahap 2 Keuntungan dan Minat Pribadi
Tindakan dilakukan dengan memperhitungkan apa yg didapatkan.

B. Level 2 (Konvensional)
•Tahap 3 Menjaga sikap orang baik
Seseorang menghindari pertengkaran karena berpikir sesuai dengan kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadap dirinya.
•Tahap 4 Memelihara Peraturan
Seseorang berpikir bahwa peraturan harus ditegakkan, jika tidak maka keadaan akan menjadi kacau atau tidak kondusif.

C. Level 3 (Pasca Konvensional)
•Tahap 5 Orientasi Kontrak Sosial
Seseorang menyadari akan perbedaan latar belakang dan situasi pada setiap orang.
•Tahap 6 Prinsip Etika Universal
Pada tahap ini menggambarkan prinsip internal seseorang, apa yang menurutnya benar walaupun bertentangan dengan hukum.
Nama : Rahmawati
NPM : 2213053210

Analisis Jurnal 2
Moralitas dan Pendidikan moral dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi luar dan dari sisi dalam. Dilihat dari luar, moralitas mengatur cara bergaul dengan orang lain, dan dari dalam mengatur cara bergaul dengan diri sendiri. Pendidikan moral diperlukan sekaligus sebagai kontrol kondisi sosial dan sarana yang sangat diperlukan untuk aktualisasi diri, oleh karena itu pembentukan moral anak dijadikan sebagai salah satu tujuan dasar dari pendidikan formal. Teori Kohlberg dikenal sebagai teori yang mengukur tingkatan moral seseorang, Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral,
artinya apa yang dilakukan oleh seorang individu tidak menjadi pusat
pengamatannya. Penelitian Kohlberg menunjukan bahwa bila penalaran-penalaran yang diajukan oleh seseorang mengapa ia mempunyai pertimbangan moral tertentu atau melakukan tindakan tertentu diperhatikan, maka akan tampak jelas adanya perbedaan-perbedaan yang berarti dalam pandangan moral orang tersebut.