Posts made by Muthia Az-Zahrah 2213053281

EP246B -> Diskusi 3

by Muthia Az-Zahrah 2213053281 -
Nama : Muthia Az-Zahrah
NPM : 2213053281

Evaluasi bisa dilakukan dalam 3 tahap/waktu.
1) Formatif, yaitu penilaian ini dilakukan saat proses pembelajaran yang sedang berjalan. seperti kuis dan tugas harian.
2) Sumatif, yaitu penilaian yang dilakukan diakhir pembelajaran/periode. Seperti UAS dan Ujian Nasional.
3) Diagnostik, evaluasi yang dilakukan saat sebelum pembelajaran yang bertujuan agar guru dapat mengetahui capaian awal peserta didik. Seperti pre-test.

EP246B -> Diskusi 2

by Muthia Az-Zahrah 2213053281 -
Nama : Muthia Az-Zahrah
NPM : 2213053281

Seperti jawaban sebelumnya, Tujuan evaluasi pembelajaran dapat membantu kita melihat sejauh mana tujuan pembelajaran sudah tercapai. Apakah siswa sudah menguasai materi yang diajarkan, apakah keterampilan mereka sudah meningkat, atau belum. Dari hasil evaluasi tersebut mendapatkan informasi penting untuk guru memperbaiki proses pembelajarannya. Guru bisa melihat apa yang sudah efektif dan apa yang perlu ditingkatkan. Dengan begitu, pembelajaran bisa menjadi lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

EP246B -> Diskusi 1

by Muthia Az-Zahrah 2213053281 -
Nama : Muthia Az-Zahrah
NPM : 2213053281

Pentingnya melakukan evaluasi dalam belajar yaitu agar dapat mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi yang telah kita ajarkan. Evaluasi dapat membantu guru dalam melihat cara mengajarnya apakah efektif atau tidak, jika tidak maka guru bisa mengganti strategi mengajarnya atau melakukan metode pembelajaran yang lebih efektif untuk kedepannya.
Izin menjawab pertanyaan dari Grecia Yayang Agustin terkait pertanyaan mengenai pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis dalam teori belajar.
Menurut kelompok kami Teori belajar IPS yang paling relevan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis adalah konstruktivisme. Teori ini menekankan bahwa siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Dalam konteks IPS, siswa diajak untuk Melakukan observasi, wawancara, atau eksperimen sederhana untuk mengumpulkan data.
Menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
Memilah-milah informasi, membandingkan, dan mencari pola. Dan menilai kebenaran dan relevansi informasi.

Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis pada siswa, antara lain:
* Kognitif:
Siswa dapat mengajukan pertanyaan yang relevan dengan topik yang sedang dipelajari.
Siswa dapat mengidentifikasi informasi yang relevan dan tidak relevan.
* Afektif:
Siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai fenomena sosial.
Siswa memiliki sikap terbuka terhadap pendapat orang lain.
*Psikomotor:
Siswa dapat mengumpulkan data secara sistematis.
Siswa dapat menyajikan data dalam berbagai bentuk (tabel, grafik, dll.).

Teori konstruktivisme mengajarkan kita bahwa siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman. Jadi, bukan guru yang memberikan semua jawaban, tapi siswa yang aktif mencari tahu. Dengan cara ini, siswa lebih mudah mengingat dan memahami materi IPS.
Pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis pada siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPS merupakan hal yang sangat penting. Dengan menerapkan teori konstruktivisme dan melakukan berbagai kegiatan pembelajaran yang bervariasi, guru dapat membantu siswa menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, dan kritis.