Posts made by Velinda Widyacahya 2213053130

Nama : Veinda Widyacahya
NPM : 2213053130

Berdasarkan video yang telah disediakan, analisis yang dapat diambil dari video tersebut yaitu Lawrence Kohlberg melakukan penelitian di Amerika yang menjadi pondasi untuk merumuskan tahapan perkembangan moral, Kohlberg menggunakan cerita dilema dalam melakukan penelitiannya seperti Dilema Heinz. Menurut Lawrence Kohlberg tahap perkembangan moral dibagi menjadi 3 level. Untuk setiap level memiliki 2 tahap, sehingga seluruhnya ada 6 tahap.
- Level 1 (Pra-Konvensional) terdiri dari :
Tahap 1 (menghindari hukuman) yaitu setiap orang memiliki alasan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena menghindari hukuman. contohnya seseorang mematuhi lampu lalu lintas karena tidak ingin polisi menilangnya.
Tahap 2 (keuntungan dan minat pribadi) yaitu tindakan dilakukan dengan memperhitungkan apa yang didapatkan olehnya. contohnya membantu orang karena akan dibantu juga.
- Level 2 (Konvensional) terdiri dari :
Tahap 3 (menjaga sikap orang baik) yaitu tindakan memikirkan kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadap dirinya. contohnya seseorang tidak akan ribut dengan tetangganya.
Tahap 4 (memelihara peraturan) yaitu peraturan harus selalu dipatuhi jika tidak maka keadaan akan menjadi kacau. contohnya berkelahi dengan teman.
- Level 3 (Pasca-Konvensional)
Tahap 5 (orientasi kontrak sosial) yaitu setiap individu memiliki latar belakang dan situasi berbeda, maka tidak ada yang absolut atau pasti ketika melihat sebuah permasalahan, hak-hak individu harus dilihat bersamaan dengan hukum yang ada. contohnya seseorang yang kelaparan mencuri makanan supaya tidak mati berbeda dengan seseorang mencuri makanan supaya kaya.
Tahap 6 (prinsip etika universal) yaitu menggambarkan prinsip internal seseorang, lakukan hal yang dianggapnya benar meskipun tidak sesuai dengan hukum yang ada. contohnya seorang ayah akan melakukan apapun untuk menyelamatkan anaknya.
Nama : Velinda Widyacahya
Npm : 2213053130

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Dinamika Pendidikan
2. Vol : Tidak ada
3. No : 2
4. Halaman : 63-75
5. Tahun Terbit : 2008
6. Judul Jurnal : Pentingnya Pendidikan Nilai Di Era Globalisasi
7. Nama Penulis : Hidayati

B. Analisis Jurnal
1. Judul
Pada judul jurnal ini sudah sesuai dengan isi pada jurnal.

2. Penulis
nama penulis sudah benar, karena gelar tidak ditulis.

3. Abstrak
Abstrak hanya ditulis dengan 1 bahasa saja yaitu Bahasa Inggris, penulis nya pun sudah cukup mudah untuk dipahami.

4. Kata Kunci
kata kunci pada jurnal ini tidak tercantum.

5. Pendahuluan
pada bagian pendahuluan, membahas Indonesia mengalami krisis multidimensi khususnya di bidang pendidikan, pada bagian pendahuluan juga sudah diberikan pendapatan para ahli untuk membuat penyampaian lebih jelas.

6. Pembahasan
pada bagian pembahasan, terdapat beberapa poin yang dijelaskan yaitu pengertian nilai, globalisasi dan dampaknya terhadap nilai-nilai dan moral, alasan mengapa pendidikan nilai gagal, dan juga pentingnya pendidikan nilai dan moral bagi anak. pada bagian pembahasan juga disertakan pendapat para ahli untuk memperkuat materi tersebut, pembahasan juga sudah sesuai dengan judul yang diambil oleh penulis sehingga mudah dipahami.

8. Kesimpulan atau penutup
pada bagian kesimpulan atau penutup penulis menjelaskan bahwa dampak globalisasi ini telah menimbulkan transformasi nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat sehingga secara individu setiap pendidik diharapkan mencoba melaksanakan tugasnya yaitu mengajar dan mendidik secara bertanggung jawab. pada bagian kesimpulan dan penutup ini juga diberikan saran dari penulis terhadap pembaca.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130
Kelas : 3/J

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
2. Vol : 9
3. No : 3
4. Halaman : 710 - 724 (14 Halaman)
5. Tahun Terbit : September, 2021
6. Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
7. Nama Penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff

B. Analisis Jurnal
1. Judul : judul jurnal ini telah sesuai, yang terdiri dari 10 kata, karna maksimal penulisan judul jurnal 15 kata), pada judul jurnal ini sudah mencakup identitas subjek, indikasi tujuan, serta kata-kata kunci.

2. Abstrak Jurnal
Dalam jurnal ini, abstrak ditulis menggunakan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dalam abstrak ini terdapat penjelasan singkat mengenai isi dari jurnal. Penulisan abstrak sudah menggunakan bahasa yang jelas sehingga mudah dipahami oleh pembaca, selain itu abstrak juga terdiri dari satu paragraf.

3. Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan jurnal telah dipaparkan tentang masalah yang akan dikaji. Masalahnya yaitu Pendidikan memegang peran utama dalam pembentukan akhlak peserta didik, bahkan menjadi tumpuan budaya di masyarakat. Peran lembaga pendidikan juga penting untuk memperkuat dengan perubahan sosial yang terjadi di Aceh. Karena perubahan sosial termasuk gaya hidup yang menyebabkan ketidak bercintaan dalam sosial budaya khususnya dikalangan remaja. Siswa juga terlibat dalam perilaku menyimpang yang sering dikaitkan dengan institusi pendidikan. Dalam menanggapi hal tersebut pemerintah Aceh selain menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah
Aceh juga melaksanakan pendidikan sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. Jadi menurut pendapat saya bagian pendahuluan pada jurnal ini sudah baik dan mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang jelas dan mudah di mengerti.

4. Landasan Teori
Pada jurnal ini juga sudah bagus karena sudah tedapat banyak sumber, referensi, teori seperti Taplin, (2002) menyatakan bahwa pendidikan nilai menjadi semakin penting di semua jenjang sekolah. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa nilai-nilai harus ditransfer melalui semua pembelajaran dan kegiatan pendidikan di sekolah (Martinek, & Lee, 2012;Waite, 2011). Mislia et al., (2016) menyatakan bahwa strategi yang paling sering digunakan dalam pembentukan karakter pada siswa adalah; intervensi, panutan, habituasi, fasilitasi, penguatan, dan keterlibatan orang lain. Menurut Senturk & Aktas (2015) menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk sosial mengakomodir masyarakatnya dengan menyerap nilai-nilai, sikap, dan kepercayaannya.

5. Tujuan Jurnal
tujuan dari jurnal ini yaitu karena pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik , yang menjadi tumpuan budaya warga di Aceh.

6. Metode
Pada Jurnal tersebut, penulis tidak menyantumkan secara langsung metode apa yang di gunakan dalam menulis jurnal ini, tetapi penulis jurnal menyantumkan metode banyak pakar untuk mendeskripsikan konseppendidikan dan moral.

7. Hasil dan Pembahasan
Pada jurnal ini penulis menjelaskan mengenai lanasan penyelenggaraan pendidikan islam di Aceh, integrasi budaya islam dalam proses pendidikan di Aceh, dan implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh. selain itu, penulis juga sudah mencantumkan pembahasan mengenai konsep Pendidikan moral dan sistem Pendidikan kurikulum di Aceh. Aceh dalam penyelenggaraan Pendidikan islam berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Selain itu, pada bagian ini dijelaskan mengenai konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan kurikulum di Aceh. Aceh sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selain bidang agama, budaya dan politik, juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, Aceh dalam proses penyelenggaraannya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Dalam pembahasan juga dijelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sulaiman et al. (2020) yang menjelaskan bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Aceh mengacu pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 5 Diatur. Terdapat pula pembahasan bahwa pendidikan nilai dan moral di Aceh harus mengacu pada nilai-nilai Islam. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan nilai dan moral menurut Lickona (2004) yang menggambarkan bahwa nilai terlihat. Oleh karena itu, pendidikan nilai dan moral di Aceh harus mengacu pada nilai-nilai Islam yang menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat Aceh. Kurikulum islami mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan kurikulum islami melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019).

8. Kesimpulan
Pada jurnal ini kesimpulan disampaikan dengan ringkas dan jelas, yaitu Pelaksanaan Pendidikan di sekolah yang berada di Aceh secara keseluruhan sudah islami dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh. Maka dari itu, kesimpulan ini sudah sesuai dengan tujuan dari penelitian jurnal.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

Dari video yang telah disediakan dapat di analisis bahwa kekerasan di lingkungan sekolah sangat perlu di tindak lanjuti dan ditindak tegas.
Di dalam video sudah diberikan contoh beberapa kekerasan di lingkungan sekolah antar siswa dengan siswa lainnya hingga menyebabkan siswa meninggal dunia. Pada kasus seperti ini hak anak dan pengawasan terhadap anak itu sangat penting dan diperlukan, baik itu pengawasan dari orang tua maupun guru.
Karena dengan memberikan hak anak dengan tepat dan baik, serta memberikan pengawasan terhadap lingkungan anak akan sangat berpengaruh terhadap perasaan dan pemikiran anak tersebut untuk menjauhi hal-hal yang tidak baik bagi dirinya dan orang lain.
Nama : Velinda Widyacahya
NPM : 2213053130

Dari video yang sudah disediakan bahwa nyatanya moralitas terlalu sering menjadi alat pembenaran saat berada di posisi yang di untungkan atau yang memiliki kepentingan. karna akhirnya moralitas hanyalah tentang egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri. moralitas ini tidak pernah berdiri sendiri pada posisi yang netral. oleh karena obyek yang disentuh itu sebagai pembedanya. menarik obyek Tuas benda mati berbeda dengan mendorong makhluk hidup bernyawa. yang dipikirkan harusnya berapa kecil tingkat kesalahan aktifnya. contohnya pada kasus pertama mengapa 1 orang tersebut diikat terpisah dengan 5 orang di rel sebelahnya? apakah jika menarik tuas itu membahayakan orang yang ada dalam kereta karena kecepatan laju kereta menjadi tidak seimbang.
tetapi jika pada kasus kedua kita mendorong orang lain yang jauh dari bahaya untuk menyelamati 5 orang lainnya adalah perbuatan bermoral? tentu saja tidak, karena dengan begitu kita sama saja membunuh seseorang secara sadar. maka, diam dan tidak mengambil keputusan adalah cara yang baik.