Posts made by LIZA DWI WAHYUNI 2253053015

Nama : Liza dwi wahyuni
Npm: 2253053015
Kelas : 3F

Analisis video 1

Pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar

Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenai perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral sangat penting untuk anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Penyebab menurunnya moral anak
1.perundungan di sekolah
perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh anak sekolah dasar baik perempuan maupun laki-laki. Perundungan yang dimaksud yaitu dengan menyakiti korban secara fisik maupun sosial.
2. Kekerasan fisik dalam keluarga
Hal lain yang menyebabkan perundungan oleh anak yaitu adanya kekerasan secara fisik yang dilakukan oleh saudara kandungnya dirumah kepada anak tersebut.

Peranan orang tua dan guru
• Orang tua
Dalam hal ini kita sangat memerlukan peran orang tua dilingkungan keluarga maupun masyarakat
• Guru
Guru berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak.
Nama : Liza dwi wahyuni
Npm : 2253053015
Kelas : 3F

Analisis video 2

Pendidikan moral di sekolah dasar

Pengertian pendidikan moral
usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap perilaku tindakan kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu meliterasi lingkungan masyarakat

Tahap-tahap perkembangan moral
1. Usia 6-12 bulan
2. Usia 12-18 bulan
3. Usia 18-30 bulan
4. Usia 30-36 bulan
5. Usia 3-4 tahun
6. Usia 4-6 tahun
7. Usia 7-8 tahun
8. Usia 9-11 tahun
9. usia 12-15 tahun
10. Usia 16-20 tahun
11. Dewasa muda (usia 20-40 tahun)
12. Dewasa tengah (usia 40-65 tahun)
13. Dewasa tua (usia 65 tahun)

implikasi perkembangan sosial dan pribadi anaksosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar.
pada implikasi dalam KBM baik perkembangan pribadi sosial sangat diperlukan dalam belajar. anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajaruntuk membantu proses belajar ada pula anakada pula anak bisa melakukan sendiri atau mandiri.

implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar.
guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender

permasalahan serta solusi perkembangan moral anak sekolah dasar
1. hilangnya kejujuran
2. hilangnya rasa tanggung jawab
3. rendahnya disiplin
4. kurang bisa bekerja sama
5. mengambil hak orang lain
Nama : Liza dwi wahyuni
Npm: 2253053015
Kelas : 3F

Analisis video 1

Tanggung jawab saya dalam keluarga

1. mendengar nasihat ayah
2. menemani kakak
3. menjaga keselamatan adik
4. membantu ibu

Kepentingan tanggung jawab dalam keluarga
1. hubungan keluarga menjadi lebih erat
2. keselamatan keluarga terjamin
3. meringankan tugas keluarga
4. membanggakan keluarga
Nama : Liza dwi wahyuni
Npm: 2253053015
Kelas : 3 F

Analisis jurnal 2

Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Pendidikan moral diberikan di berbagai macam lembaga pendidikan, salah
satunya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD atau usia pra sekolah
adalah masa di mana anak belum memasuki pendidikan formal. Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini agar
karakter anak dapat berkembang dengan potensi dan kemampuan anak secara optimal
serta tumbuhnya sikap dan perilaku positif bagi anak. Pendidikan moral menyangkut
sikap dan kepribadian, sehingga di dalam pembelajarannya tidak hanya terbatas pada
pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan
karakter, sikap, dan perilaku peserta didik.

Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan
pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat
dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu
masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya
dilakukan oleh manusia. Menurut Jamie (2003; 15) menyatakan bahwa moral adalah
ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak). Sedangkan pengertian
akhlak itu sendiri oleh Al-Ghazali sebagai padanan kata moral, sebagai perangai
(watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber
timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perludipikirkan clan direncanakan sebelumnya.

Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini
merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.. Dari
pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran,
prinsip, atau norma.

Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu
kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu
tingkah laku seseorang. Menurut Sjarkawi, 2005: 29 Nilai moral diartikan sebagai isi
mengenai keseluruhan tatanan yang mengatur perbuatan, tingkah laku, sikap dan
kebiasaan manusia dalam masyarakat berdasarkan pada ajaran nilai, prinsip dan
norma.
Menurut Isjoni, 2009: 19-24, Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami
proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat.

Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. mode bermain
2. mode bercerita
3. metode pemberia tugas
4. metode bercakap-cakap
Nama : Liza dwi wahyuni
Kelas: 3 F
Npm : 2253053015

Analisis jurnal 1

PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT

Dalam konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah
penanaman nilai-nilai moral. Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Pendekatan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif.

Pendidikan moral
merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam
penanaman nilai moral pada anak.
Oleh karena itu Dasar Pendidikan Moral menurut John Mahoney (2012:6)
mengatakan bahwa:
Memasukkan seluruh kegiatan sekolah termasuk kegiatan ektra kurikulumnya
dalam kerangka pendidikan nilai moral. Kegiatan di dalam dan di luar kelas,
diupayakan memuat nilai-nilai moral yang berguna bagi pembentukan kepribadian peserta didik sebagai bekal hidup bermasyarakat masa kini dan
masa datang. Pendeknya seluruh kegiatan di sekolah yang menjadi tanggung
jawab sekolah diupayakan memuat pendidikan nilai moral (dalam Darmadi).
Jadi penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai
moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang
mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang
mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan
mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Penanaman adalah proses, cara, perbuatan menanam, menanami, atau
menanamkan (kamus besar bahasa Indonesia, 2005:100). Sedangkan nilai menurut
kamus besar bahasa Indonesia (2005:120) adalah “sifat-sifat (hal-hal) yang penting
atau berguna bagi kemanusiaan”. Jadi penanaman nilai adalah menanamkan sifatsifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan”.

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang
mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan
sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang
baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan
generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai
moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilainilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena
jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat
untuk diterima.

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Guru di SD
Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai
sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai
kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap
lingkungan.