Nama: Liza dwi wahyuni
Npm:2253053015
Kelas: 3F
Kasih sayang merupakan sifat
luhur Tuhan YME. Secara ideal, sifat
tersebut seyogyanya melekat pada diri
manusia sebagai ciptaan-Nya. Atas
dasar asumsi itu, muncul persoalan,
bahwa dalam suasana kehidupan
dewasa ini yang banyak tuntutan,
tantangan dan masalah, upaya orang
tua membina anak dalam keluarga
dengan sentuhan kasih sayang untuk
menjadi generasi mendatang yang
bertanggung jawab dan berakhlaq
mulia.
Tanggung jawab dan akhlaq
mulia
akan
dapat
diwujudkan
manakala, sejak dini kepada generasi
muda sudah ditanamkan nilai-nilai
keimanan dan disertai kegiatan ibadah
dan muamallah yang terus menerus
dan konsisten disertai keteladanan
orangtua dan para pemimpin/tokoh
masyarakat yang ada disekitar kita,
masyarakat dan bangsa Indonesia ini,
agar kelak tujuan pendidikan yang
telah
dirumuskan
dalam
UU
Sisdiknas 2003 dapat tercapai dengan
baik tanpa upaya tersebut maka
pembinanaan generasi muda yang
bertanggung jawab dan akhlaq mulia
hanya sebagai buah bibir dan isapan
jempol belaka.
Nilai-nilai hubungan antar
manusia warga bangsa perlu dibangun
berdasarkan saling menghargai, saling
percaya
untuk
menciptakan
kehidupan yang sejahterah. Nilai-nilai
hubungan antar manusia seyogyanya
seperti tersebut pada soal ini, dan
untuk menjawabnya, terkait dengan
kedudukan manusia sebagai makhluk sosial,
dan sekaligus sebagai
makhluk individual seperti yang
dinyatakan Prof . Dr. H. Nursid S,
dalam bukunya (2008, 31-44) bahwa
manusia
baru
dapat dikatakan
manusia yang sebenarnya, bila ada di dalam masyarakat.
Pembentukan nilai moral sosial
budaya Indonesia di kalangan anakanak dan remaja merupakan tanggung
jawab orang tua, masyarakat dan
pemerintah
secara bersinergis.
Kerjasama yang baik antara ketiga
lingkungan pendidikan yang oleh Ki
Hajar Dewantoro (1964) disebut
dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal
seusia kemerdekaan
Negara Republik Indonesia. Dalam realitas kehidupan saat ini terlihat ketiganya belum
melakukan sinergitas yang optimal,
sehingga di berbagai lingkungan
pendidikan
seringkali terjadi
penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan
kondisi sosial budaya masyarakat
Indonesia.