Posts made by Rafa Lola Amanda 2213053245

Nama : Rafa Lola Amanda
NPM : 2213053245

Kenakalan remaja muncul karena kurangnya sentuhan dan kasih sayang orang tua. Padahal orang tua adalah faktor utama terbentuknya sifat dan karakter anak. Untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera perlunya nilai-nilai saling menghargai dan saling percaya. Hubungan baik antara masyarakat Indonesia dapat terwujud dengan dilandasi sila pancasila yaitu sila pertama dan kedua.Kenyataannya masyarakat Indonesia belum memenuhi interaksi ataupun hubungan yang baik, diliat dari kemiskinan, pengangguran hingga maraknya kejahatan yang belum teratasi. Perenungan dan refleksi adalah cara untuk kita menemukan jati diri kita. Antara penguasaan pengetahuan, nilai moral, dan keterampilan seseorang dalam membentuk jati diri haruslah seimbang. Kesimpulan yang saya ambil pendidikan nilai moral ini perlu diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat selain itu dalam penerapannya perlu keseimbangan. Ditambah lagi pendidikan pancasila/ kebangsaan juga perlu di terapkan disekolah agar anak didik bisa memiliki perilaku dan nilai moral yang baik. Dan untuk mewujudkannya perlu kerjasama antara orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar bisa terlaksana nya pendidikan nilai dan moral.
Nama : Rafa Lola Amanda
NPM : 2213053245
Kelas : 3/i

Penerapan nilai moral pancasila wajib dijunjung tinggi mengingat perkembangan IPTEK membuat korupsi merajalela. Pendidikan nilai moral sejak dini bisa mencegah dorongan negatif dari luar. Moral merupakan peraturan untuk bersikap baik dan terpuji. Moral memiliki kaitan dengan nilai dan norma. Jika terjadi perpecahan ataupun masalah hukum yang tidak selesai bisa diselesaikan menggunakan moralitas. Menurut saya setelah membaca jurnal diatas akan lebih baik jika diberikan pendidikan/ kelas moralitas sebulan sekali di SD sehingga ketika anak lulus SD dan memasuki masa SMP dan SMA anak memilki nilai, norma dan juga moral yang baik.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum 2

by Rafa Lola Amanda 2213053245 -
Nama : Rafa Lola Amanda
NPM : 2213053245

1. Keuntungan dari belajar dan memahami pendidikan nilai dan moral di sekolah dasar yaitu :
a. Membentuk karakter anak dalam memahami nilai-nilai kejujuran, toleransi dan empati.
b. Membangun Sikap Positif siswa sehingga dapat menghormati perbedaan dan dapat berinteraksi dengan baik dengan orang lain.
c. Mampu menghadapi tantangan dengan cara yang positif
d. Mengembangkan diri pribadi anak yang memiliki rasa peduli terhadap sesama

2. Apa yang Harus Dilakukan Pendidik bagi Peserta Didik untuk Mengajarkan Pembelajaran Pendidikan Nilai dan Moral:
a. Memberikan contoh yang baik dengan menerapkan nilai-nilai dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
b. Berdikusi secara terbuka dengan peserta didik mengenai nilai-nilai dan moral.
c. Membuat kegiatan ekstrakulikuler seperti donasi banjir, donasi buku dll yang memiliki fokus pada pembelajaran nilai dan moral,
d. Menasehati/menegor mereka baik di kelas maupun dilingkungan sekolah ketika mereka melakukan kesalahan dengan menjelaskan dampak dari perbuatan mereka.

3. Contoh Nilai dan Moral yang Dilaksanakan di Sekolah :
a. Berlaku jujur seperti ketika sedang ujian tidak diperbolehkan mencontek
b. Disiplin, yaitu berangkat sekolah tepat waktu, memakai seragam sekolah, dan mentaati tata tertib sekolah
c. Bekerja sama seperti dalam mengerjakan tugas kelompok
d. Berempati seperti pengumpulan uang takjiah ketika ada salah satu siswa yang sedang kehilangan anggota keluarganya
e. Menjaga alam dan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, diajarkan juga perbedaan mengenai sampah organik dan non organik, dan piket kelas
f. Menghargai budaya dan seni dengan diadakannya study tour ke museum

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum 1

by Rafa Lola Amanda 2213053245 -
Nama : Rafa Lola Amanda
NPM : 2213053245

1. Pendidikan moral dapat disampaikan dengan metode langsung atau tidak langsung. Metode langsung mulai dengan penentuan perilaku yang dinilai baik dengan memusatkan perhatian secara langsung pada ajaran tersebut melalui mendiskusikan, mengilustrasikan, dan mengucapkannya. Metode tidak langsung tidak dimulai dengan menentukan perilaku yang diinginkan tetapi dengan menciptakan situasi yang memungkinkan perilaku yang baik dapat dipraktikkan. Keseluruhan pengalaman di sekolah dimanfaatkan untuk mengembangkan perilaku yang baik bagi anak didik (Darmiyati Zuchdi, 2003: 4)
Sementara Kirschenbaum (1995: 7) menjelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral yang dilakukan tidak hanya menggunakan strategi tunggal saja, melainkan harus dilakukan secara komprehensif. Sebagaimana hasil penelitian Rukiyati (2017) yang mengungkapkan bahwa pendidikan moral dirancang secara komprehensif. Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan moral mencakup berbagai aspek.
Pertama, pendidikan moral harus komprehensif meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai, mulai dari pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan mengenai etika secara umum.
Kedua, metode yang digunakan dalam pendidikan moral juga harus komprehensif. Termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggungjawab dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain.
Ketiga, pendidikan moral hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan, seperti di kelas, dalam kegiatan ekstra kurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberian penghargaan, dan dalam semua aspek kehidupan.
Keempat, pendidikan moral hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat. Orang tua, lembaga keagamaan, aparat penegak hukum, polisi, organisasi kemasyarakatan, semua perlu berpartisipasi dalam pendidikan nilai. Konsistensi semua pihak dalam melaksanakan pendidikan nilai mempengaruhi kualitas moral generasi muda (Kirschenbaum, 1995: 9-10). Dilihat dari substansinya, ada empat pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam pendidikan nilai yang komprehensif yaitu realiasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral.
Pestalozzy menganjurkan metode induksi, di mana anak pertama belajar mengamati, mengoreksi kesalahan sendiri, menganalisa dan menggambarkan obyek penyelidikan. Anak mulai dengan obyek sederhana dan melakukan observasi sederhana, setelah itu berkembang pada obyek yang lebih kompleks, serta hal-hal abstrak.
2. a.)Toleransi: Sikap toleransi perlu ditanamkan dalam diri anak agar memiliki pikiran terbuka untuk menghargai budaya lain.
b.)Empati: Anak sangat perlu ditanamkan sikap empati sehingga mereka dapat menghargai perasaan orang lain bahkan jika berbeda dengan pikiran mereka.
c.)Keragaman: Perlunya pengenalan keragaman budaya, suku, dan agama agar mereka tahu keberagaman yang indah di dunia ini.
d.)Keadilan: Penting untuk mengajarkan keadilan kepada anak-anak agar mereka bisa belajar untuk menghindari prasangka dan diskriminasi.
e.)Pendidikan Agama: Anak perlu diajarkan tentang keberagaman agama dan keyakinan di dunia. Sehingga mereka lebih memahami dan menghormati kepercayaan orang lain.
f.)Kerjasama: Agar anak-anak dapat membangun keterampilan sosial yang kuat.
Kepedulian Sosial: Anak-anak perlu diajarkan pentingnya membantu mereka yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang mereka.
Nama : Rafa Lola Amanda
NPM : 2213053245

Perubahan dalam kehidupan adalah salah satu faktor signifikan tentang hukum dan moral siswa. Kultur bebas yang di sebabkan dari berkembangnya IPTEK ini menyebabkan banyak remaja yang sudah tidak cinta dengan budaya sendiri.
Nilai dan budaya memiliki timbak balik, nilai dapat memengaruhi budaya begitu juga budaya dapat memengaruhi nilai, manusia sendiri sebagai makhluk sosial melihat masyarakat dari nilai-nilai, sikap, dan kepercayaan mereka.
Menurut penelitian eni & esu nilai dapat menjadi katalisator pembangunan nasional. Dengan penerapan nilai-nilai yang baik dapat mengurangi bullying yang terjadi di sekolah-sekolah dan mengembangkan sikap-sikap positif.
Nilai-nilai moral ini harus di implementasikan di setiap mata pelajaran, di kelas, tugas di luar kelas, dan aturan sekolah. Oleh karena itu, guru wajib mengetahui nilai-nilai moral dan cara penyampaian yang baik.
Integrasi budaya islam di sekolah aceh membentuk pola perilaku warga sekolah di Aceh yang relevan dengan hukum islam namun karena tergesa-gesa nya pemerintah Aceh dalam penerapan kurikulum tersebut membuat implementasinya tidak maksimal.