Nama : Khairul Rifai
NPM : 2213053265
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Tanggapan saya mengenai berita tersebut adalah kita sebagai individu sebaiknya jangan menyebarkan berita yang baru diketahui Dan langsung ditelan mentah2, walaupun kebanyakan orang yang penting mereka suka. Suka dulu, tidak perlu betul.Hal tersebut dapat diantisipasi dengan kita cek ulang informasi yang mungkin viral dan kontroversial setelah diketahui kebenarannya baru boleh dibagikan.
2. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Apabila IPTEK bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila, maka akan banyak dampat negatif yang ditimbulkan, seperti kerusakan lingkungan, dekandensi moral, dan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Kelima sila Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Pancasila juga berperan penting sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK di Indonesia.selanjutnya yaitu solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik ada 4 faktor yang mempengaruhi perkembangan IPTEK di Indonesia yaitu Peranan pemerintah, Sumber daya manusia yang berkualitas, Arus globalisasi, dan Munculnya penemuan baru dan teori-teori baru.
3. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Untuk dapat mengatasi sikap konsumerisme agar tidak membuat masyarakat semakin konsumtif, ada beberapa cara itu :
- Menabung, Menyisihkan uang untuk keperluan yang lebih penting dan juga untuk dapat memenuhi kebutuhan seperti pendidikan, atau kesehatan.
- Membuat rancangan anggaran belanja, artinya kita dapat mengkontrol uang yang kita miliki ketika susah memiliki daftar belanja, dan dengan demikian kita dapat menghitung kebutuhan dan pengeluaran uang setiap bulannya, agar tidak menjadi individu yang konsumtif.
NPM : 2213053265
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Tanggapan saya mengenai berita tersebut adalah kita sebagai individu sebaiknya jangan menyebarkan berita yang baru diketahui Dan langsung ditelan mentah2, walaupun kebanyakan orang yang penting mereka suka. Suka dulu, tidak perlu betul.Hal tersebut dapat diantisipasi dengan kita cek ulang informasi yang mungkin viral dan kontroversial setelah diketahui kebenarannya baru boleh dibagikan.
2. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Apabila IPTEK bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila, maka akan banyak dampat negatif yang ditimbulkan, seperti kerusakan lingkungan, dekandensi moral, dan lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Kelima sila Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Pancasila juga berperan penting sebagai rambu normatif bagi pengembangan IPTEK di Indonesia.selanjutnya yaitu solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik ada 4 faktor yang mempengaruhi perkembangan IPTEK di Indonesia yaitu Peranan pemerintah, Sumber daya manusia yang berkualitas, Arus globalisasi, dan Munculnya penemuan baru dan teori-teori baru.
3. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Untuk dapat mengatasi sikap konsumerisme agar tidak membuat masyarakat semakin konsumtif, ada beberapa cara itu :
- Menabung, Menyisihkan uang untuk keperluan yang lebih penting dan juga untuk dapat memenuhi kebutuhan seperti pendidikan, atau kesehatan.
- Membuat rancangan anggaran belanja, artinya kita dapat mengkontrol uang yang kita miliki ketika susah memiliki daftar belanja, dan dengan demikian kita dapat menghitung kebutuhan dan pengeluaran uang setiap bulannya, agar tidak menjadi individu yang konsumtif.