Nama : Khalda Hanun Rafiana
NPM : 2213053122
Kelas : 1A
Menganalisis video
Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945
7 Desember 1941 Jepang menyerang Pearl Harbour pangkalan laut Amerika Serikat, menyebabkan bersatunya para sekutu Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan sejumlah negara jajahan Inggris serta sejumlah negara Amerika Latin untuk bersama-sama menyerang Jepang. Setelah itu Jerman dan Itali bergabung dengan sekutu dan pecahnya perang sekutu kepada Jepang terjadi pada saat 6 Agustus 1945 dimana para sekutu meladakkan bom di kota Hiroshima, Jepang.
Pada 9 Agustus 1945, bom atom menewaskan 70 ribu orang dan menciderai puluhan ribu warga Nagasaki, Jepang. Hal ini merupakan sebuah pukulan telak bagi Jepang, setelah tanggal 6 Agustus 1945 menewaskan puluhan ribu orang di Hiroshima, Jepang.
Jepang menyerah kepada sekutu pada 15 Agustus 1945 dimana menteri luar negeri Jepang yang saat itu sedang menjabat menandatangani surat pernyataan bahwa Jepang menyerah kepada Sekutu di atas kapal perang Amerika Serikat. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang dunia II diarea Pasifik. Peristiwa itu juga menyebabkan kekosongan kekuasaan di Indonesia dan Indonesia memanfaatkan hal itu untuk merdeka, dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Sesungguhnya dari sebelum Indonesia merdeka dan Pancasila belum dicetuskan. Sudah muncul dan terdapat nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat Indonesia pada saat itu. Dimana sila ke-1, Indonesia merdeka tak luput dari kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dimana atas kehendaknyalah Indonesia dapat merdeka. Selain itu, sila ke-2 dan ke-3 dengan adanya rasa persatuan dan kemanusiaan antar masyarakat Indonesia akhirnya Indonesia dapat melawan penjajah meskipun hanya menggunakan bambu runcing. Sila ke-4 Pancasila tercermin saat musyawarah mufakat antara golongan muda dengan golongan tua ketika ingin memproklamasikan Indonesia. Serta sila ke-5 Pancasila Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, dimana seluruh rakyat Indonesia memiliki keadilan sosial dengan bersama-sama berjuang dan bersama bersuka cita ketika Indonesia merdeka.