Posts made by yayi aninggih paza 2253053038

Nama : Yayi Aninggig Paza
Npm : 2253053038

Degrasi moral pelajar zaman sekarang
anak itu bertumbuh kognisi, Ketika anak sedang marah benci itu akan tumbuh implus yang bereaksi seketika, Ketika itu dia tidak akan memikirkan konsekuensinya dan remaja jaman sekarang mudah sekali untuk stress, tertekan depresi dll.

Empat faktor utama penyebab kemerosotan moral adalah lingkungan baik sekolah maupun tempat anak-anak bermain, kemajuan teknologi seperti internet dimana anak-anak dan remaja dengan mudah mengakses pornografi, sifat keingintahuan remaja, dan orang tua.

Hal yang menyebabkan terjadinya degradasi moral ini karena adanya globalisasi yang semakin masuk ke Indonesia. Dengan adanya globalisasi seharusnya bisa meningkatkan moral masyarakatnya jika diimbangi dengan pengetahuan dan tindakan preventif yang kuat dari masyarakat itu sendiri.

Cara mengatasi Degradasi Moral bisa dilakukan dengan
1. Menanamkan Pendidikan Karakter.
2. Pembinaan di Lingkup Sekolah.
3. Perhatian di Lingkungan Keluarga.
4. Menciptakan Lingkungan Pergaulan yang Kondusif.
5. Penerapan Sanksi.
Nama : Yayi Aninggih Paza
Npm : 2253053038

Dari video yang saya tonton terdapat 6 tahap perkembangan menurut kohlberg dan ada 3 level yang masing -masing level terdapat 2 tahap
1. Pra-konvensional
a. Menghindari hukuman
Pada tahap ini, anak- anak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut. Mematuhi aturan itu penting karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman.
b. Keuntungan dan minat pribadi
anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu.

2. Konvensional
a. Menjaga sikap orang baik
moral ini difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial. Ada penekanan pada konformitas, bersikap "baik," dan mempertimbangkan bagaimana pilihan memengaruhi hubungan.
b. Memelihara peraturan
Pada moral ini, orang mulai menganggap masyarakat secara keseluruhan ketika membuat penilaian. Fokusnya adalah menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan, melakukan tugas seseorang dan menghormati otoritas.

3. Pasca-konvensional
a. Orientasi kontrak sosial
Pada tahap ini, orang mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain
b. Prinsip etika universal
Pada tahap ini, orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan.

Dalam dilema Heinz, saya berpendapat bahwa tindakan terbaik adalah pilihan yang paling baik memenuhi kebutuhan heinz adalah Timbal balik, tetapi hanya jika melayani kepentingan diri sendiri.
nama : yayi aninggih paza
npm : 2253053038

Menurut saya hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dan didikan orangtua di rumah juga kurangnya pengawasan guru disekolah. Dan selain itu murid pun harus mengerti bahwa sekolah bukan tempat duel adu kekuatan. Jadi, mari kerjasama saja antara murid,guru dan orangtua supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi
nama : yayi aninggih paza
npm : 2253053038

Pelajaran yang bisa aku petik adalah moralitas tidak pernah berdiri sendiri di posisi yang netral. Identitas kita dan identitas orang yang dikorbankan selalu menyertai keputusan2 yang berhubungan dengan moralitas.
Apapun yang kita lakukan, selalu ada resiko di dalammya. Apa yang menurut kita baik belum tentu itu baik di mata orang lain. Tingkat moralitas setiap individu pun berbeda.

Hidup itu pilihan, yang bisa kita lakukan adalah mempertahankan keyakinan kita bahwa apa yang kita lakukan itu benar. Karena perbedaan sudut pandang pikiran setiap orang berbeda, setidaknya kita yakin dengan apa yang kita lakukan. Begitu pula orang lain.
Nama : Yayi Aninggih Paza
Npm : 2253053038

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal Dinamika Pendidikan
Nomor : 2
Halaman : 63-75
Tahun Terbit : 2008
Judul : pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi
Nama penulis : Hidayati

Pendahuluan:Sampai saat ini, Indonesia masih mengalami krisis multidimensi, salah satunya di bidang pendidikan.Pada situasi yang seperti inilah barangkali relevan bagi kita untuk berpikir tentang pentingnya pendidikan nilai, khususnya di sekolah-sekolah. Penyelanggaraan pendidikan melalui sekolah-sekolah bukan hanya mempunyai misi untuk "nungajar" melainkan juga untuk "mendidik". Mendidik tidak bisa tidak harus berurusan lengan nilai-nilai. Maka pendidikan nilai merupakan agenda yang mesti ada dalam setiap penyelanggaraan pendidikan di manapun.

Pembahasan:Pendidikan nilai merupakan bagian integral kegiatan pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan melibatkan pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan pribadi yang cerdas dan terampil, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur. Oleh sebab itu, pendidikan harus membantu peserta didik untuk mengalami nilai-nilai dan menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidup mereka.
Era globalisasi telah membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku menyimpang.

Penutup: Dampak globalisasi telah menimbulkan transformasi nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat. Kesadaran akan hak-hak personal seseorang semakin tinggi, kehidupan cenderung semakin individualis, semakin permisif, dan lunturnya nilai-nilai moral.