གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ yayi aninggih paza 2253053038

nama : yayi aninggih paza
npm : 2253053038

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pedagogik
Vol : 05
No : 01
Halaman : 69-81
Tahun Terbit : 2018
Judul Jurnal : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Nama Penulis : Ulil Hidayah

Secara universal sistem Pendidikan Nasional memiliki peranan yang signifikan terhadap dinamika perjalanan bangsa Indonesia (Baharun, 2017a). Hal ini dapat dilihat dari fenomena-fenomena kerusuhan yang mewarnai negeri ini. Banyak diantaranya pemicu terjadi konflik dalam negeri diakibatkan oleh perbedaan yang dimaknai sebagai garis runcing pemisah antara kelompok satu dan lainnya, baik itu perbedaan agama, suku, budaya bahkan yang lebih fenomenal akhir-akhir ini perseteruan antara kelompok-kelompok yang memiliki paham ideology yang berbeda (Fauzi, 2017), sehingga bendera politik identitas mulai menjadi isu yang sensitif ketika dikibarkan di wilayah tertentu
atau menjadi benturan keras yang memicu saling merasa benar dan saling menyalahkan antar golongan yang berbeda sudut pandang pemahaman.

Tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Sehingga evaluasi pendidikan perlu kiranya melakukan perbaikan secara terus menerus dan serius dalam memenuhi kebutuhan kegelisahan moral generasi bangsa. Dan melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggungjawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, Menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar
lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, Mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar lingkungan hidupnya secara objektif, Mempunyai wawasan pendidikan politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga Negara, Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
nama : yayi aninggih paza
npm : 2253053038

pada video ini menjelaskan tentang instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral anak usia dini
instrumen penilaian ini yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.

manfaat penilaian
bagi anak : untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten
bagi orang tua : orang tua akan memperoleh informasi tentang pertumbuhan perkembangan dan minat anak pada satuan paud
bagi guru : untuk mengetahui perkembangan sikap dan keterampilan anak

prinsip-prinsip penilaian
mendidik : proses isi bisa dijadikan dasar untuk memotivasi mengembangkan dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal
berkesinambungan : penilaian dilakukan secara terencana , bertahap dan terus menerus untuk mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak
objektif : penilaian harus dilakukan secara adil
akuntabel : penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas
transparan : penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat diakses oleh orang tua dan semua pihak yang berkepentingan
sistematis : penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan dengan mengunakan berbagai instrumen
menyeluruh : penilaian ini mencakup semua spek pertumbuhan dan perkembangan baik sikap pengetahuan maupun keterampilan
bermakna : hasil penilaian akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua, guru, dan pihak lain yang relevan.

teknik dan lingkup penilaian
teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian proses, catatan anekdot, rubrik dan / instrumen penilaian hasil kemampuan anak.

mekanisme penilaian
- Menyusun teknik instrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak.
- melaksanakan proses penilaian sesuatu dengan tahap, teknik, dan instrumen penilaian.
- Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan.
- Melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua.

teknik penilaian ada 4 yaitu BB (belum berkembang ), MB (mulai berkembang ), BSH (berkembang sesuai harapan), BSB ( berkembang sangat baik).

Bentuk Penilaian
- Penilaian Harian
- Penilaian Mingguan
- Penilaian Bulanan
- Penilaian Semester
- Portofolio Anak dan Dokumen Lainnya.
Nama : yayi aninggih paza
npm : 2253053038

etika, nilai dam moral itu saling berkaitan sebab semuanya mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir,sikap, dan perilaku yang baik dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

apa itu etika dan moral ?
etika dan moral mempunyai pengertian yang hampir bersamaan atau berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

dan apa itu nilai ?
nilai ialah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dam menjiwai tindakan atau perilaku seseorang.
dan nilai bisa disebut juga sebagai penghargaan, penghormatan atau kualitas terhadap sesuatu, yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem keyakinan.
nilai bersifat relatif : nilai bergantung pada tempat dan waktu
nilai bersifat subjektif : nilai berbeda-beda bagi setiap orang

moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban keharusan.

etika dan moral itu sangat penting apalagi dalam masyarakat karna kita harus saling menghormati satu sama lain.
Nama : Yayi Aninggih Paza
Npm : 2253053038

Analisis jurnal
Nama jurnal : JIPSINDO
Nomor : 2
Volume : 6
Tahun : 2019
Halaman : 131-145
Judul jurnal : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASARBERDASARKAN
TEORI KOHLBERG
Penulis : Enung Hasanah

Dalam jurnal ini Penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat perkembangan moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun, berdasarkan tahapan perkembangan teori Kohlberg. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif.
Forum ekonomi dunia (2016) menyatakan bahwa untuk berkembang di abad ke-21, siswa membutuhkan lebih dari pembelajaran akademis tradisional. Mereka harus mahir dalam kolaborasi, komunikasi dan pemecahan masalah, yang merupakan beberapa keterampilan yang dikembangkan melalui pembelajaran sosial dan emosional (SEL).Salah satu aspek yang menunjang perkembangan kemahiran dalam kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah adalah dengan membantu perkembangan moral siswa agar tumbuh optimal. pendidikan juga merupakan proses penanaman karakter. Arthur, seorang peneliti dan pendidik karakter memberikan penjelasan bahwa berdasarkan beberapa tulisan mengenai pendidikan karakter, para peneliti atau filsuf cenderung mengambil kesimpulan bahwa hal substantif mengenai pendidikan karakter dan pembentukan karakter pada periode kanak-kanak adalah umumnya menjelaskan dan menganalisis tentang konsep moral (Arthur, 2003:26). Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada karya Piaget. Untuk menemukan tahap kepatutan moral seseorang, Kohlberg telah menyusun instrumen penelitian guna menggolongkan proses penalaran orang tersebut dalam mengatasi dilema moral. Seseorang dihadapkan pada dilema moral supaya muncul minatnya, lalu ditanya secar alangsung bagaimana solusinya terhadap dilema tersebut dan mengapa dia mengambil keputusan seperti itu (Zuchdi, 2010: 11-13).Penelitian Kohlberg menunjukan bahwa bila penalaran-penalaran yang diajukan oleh seseorang mengapa ia mempunyai pertimbangan moral tertentu atau melakukan tindakan tertentu diperhatikan, maka akan tampak jelas adanya perbedaan-perbedaan yang berarti dalam pendangan moral orang tersebut.
Teori (Kohlberg; L., Hersh, R.H. 1977) tentang Perkembangan Moral dibagi menjadi 3 level yaitu Moralitas Pra-konvensional, Moralitas Konvensional, Moralitas Pasca-konvensional.

Hasil penelitian dalam jurnal ini Berdasarkan teori Kohlberg, pada umumnya anak-anak yang berusia sekitar 10-13 tahun berada pada tahap pra-konvensional, meskipun juga ada orang-orang dewasa yang berhenti perkembangannya pada tahap tersebut. Karena orang dewasa yang terhenti pada tingkatan itu merupakan kekecualian (Duska & Whelan, 1984: 65). Berdasarkan hasil analisis terhadap jawaban yang dikemukakan atas dilema moral yang dijawab oleh para responden, secara umum (90%) ternyata perkembangan moral para responden yang berada pada usia 11-12 tahun memang masih berada pada tingkat pra konvensional.

Kesimpulan yang terdapat dalam jurnal ini ditulis dengan singkat padat dan jelas.
Nama : Yayi Aninggih Paza
Npm : 2253053038

Artikel jurnal
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI MORAL
DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Penulis : Sudiati

Pendahuluan : Kehidupan manusia semakin kompleks. Kompleksitas mengemuka dalam tatanan global yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah dan isuisu global seperti pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM), fenomena kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika. Hal ini menuntut adanya pemikiran yang berkaitan dengan sistem pendidikan yang cocok untuk menjawab permasalahan tersebut Di samping itu, revolusi teknologi telekomunakasi dan transportasi menghadirkan sejumlah kemudahan untuk melakukan aktivitas kehidupan di segala bidang. Kerjasama dalam bidang ekonomi, politik, kebudayaan dan militer dijalin tanpa dibatasi oleh jarak antarwilayah negara. Di lain hal, globalisasi dapat melahirkan kompetisi yang kurang sehat. Dengan kata lain kompleksitas global memiliki banyak keuntungan bagi yang kuat, tetapi sebaliknya keadaan itu dapat menghancurkan kehidupan bangsa yang kalah bersaing.

Pembahasan : isu pendidikan nilai dan moral yang dibahas dalam jurnal ini ada di empat negara yaitu Indonesia, cina, india, dan Malaysia. Pendidikan nilai moral adalah pendidikan yang berusaha mengembangkan komponen-komponen integrasi pribadi. Integrasi pribadi dapat dilukiskan sekurang-kurangnya dengan empat gambaran kepribadian.

Penutup : Penyelesaian permasalahan hidup yang dialami umat manusia tidak cukup dalam negeri sendiri, namun banyak hal yang penyelesaiannya dibutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional. Konsep pendidikan nilai moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. Lebih lanjut, dalam implementasikannya, diperlukan strategi pendidikan nilai moral yang tepat melalui pemilihan pendekatan (approach), metode (method), dan teknik (technique) pendidikan nilai moral yang sesuai.