Kiriman dibuat oleh Livia Sanalin

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Livia Sanalin -
Berikut adalah beberapa teknik dalam menyusun draf wawancara:

1. Tentukan tujuan dan audiens

Sebelum menyusun draf wawancara, penting untuk menentukan tujuan dan audiens wawancara. Tujuan wawancara menentukan arah dan fokus pertanyaan yang akan diajukan, sedangkan audiens menentukan gaya bahasa dan tingkat detail yang diperlukan.

2. Melakukan riset dan persiapan

Lakukan riset tentang topik wawancara dan latar belakang narasumber. Hal ini akan membantu Anda dalam merumuskan pertanyaan yang relevan dan menarik. Pelajari karya-karya narasumber, wawancara sebelumnya, atau biografi mereka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perspektif dan pengalaman mereka.

3. Menyusun kerangka dan struktur wawancara

Buatlah kerangka atau struktur wawancara untuk memastikan alur wawancara yang logis dan runtut. Kerangka ini dapat mencakup poin-poin utama yang ingin dibahas, urutan pertanyaan, dan alokasi waktu untuk setiap segmen.

4. Merumuskan pertanyaan

Persiapkan pertanyaan yang terbuka, spesifik, dan tidak memihak. Pertanyaan terbuka mendorong narasumber untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam, sedangkan pertanyaan spesifik membantu Anda mendapatkan informasi yang lebih akurat dan relevan. Hindari pertanyaan yang terlalu luas atau menjebak.

5. Menentukan urutan pertanyaan

Awali wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan ringan dan umum untuk membuat narasumber merasa nyaman. Secara bertahap, beralihlah ke pertanyaan yang lebih spesifik dan mendalam. Sesuaikan urutan pertanyaan berdasarkan tanggapan narasumber dan alur percakapan.

6. Mendengarkan secara aktif

Mendengarkan secara aktif berarti memperhatikan apa yang dikatakan narasumber secara verbal dan non-verbal. Tunjukkan bahwa Anda terlibat dalam percakapan dengan mengangguk, menjaga kontak mata, dan mengajukan pertanyaan lanjutan.

7. Memperhatikan isyarat non-verbal

Perhatikan isyarat non-verbal narasumber, seperti bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Isyarat non-verbal dapat memberikan wawasan tambahan tentang pemikiran dan perasaan mereka.

8. Ringkas dan klarifikasi

Ringkas poin-poin penting secara berkala untuk memastikan pemahaman yang sama antara pewawancara dan narasumber. Mintalah klarifikasi jika ada informasi yang tidak jelas atau memerlukan penjelasan lebih lanjut.

9. Menjaga keseimbangan dan objektivitas

Berusahalah untuk menjaga keseimbangan dan objektivitas dalam pertanyaan Anda. Hindari pertanyaan yang mengarahkan atau mengungkapkan pendapat pribadi.

10. Menunjukkan rasa hormat dan sensitivitas

Hormati perasaan dan privasi narasumber. Hindari pertanyaan yang menyinggung atau terlalu pribadi.

11. Penutup dan tindak lanjut

Akhiri wawancara dengan ucapan terima kasih kepada narasumber atas waktu dan wawasan mereka. Jika memungkinkan, mintalah informasi kontak mereka untuk tindak lanjut jika diperlukan.

**Tips tambahan:**

* Rekam wawancara dengan izin narasumber. Rekaman ini akan membantu Anda dalam mentranskripsikan jawaban mereka secara akurat di kemudian hari.
* Catat poin-poin penting selama wawancara untuk membantu Anda mengingat detail dan informasi utama.
* Transkripsikan wawancara sesegera mungkin setelah selesai dilakukan. Transkripsi ini akan memudahkan Anda dalam meninjau materi dan mengidentifikasi tema-tema kunci.
* Bagikan wawancara dengan narasumber untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengoreksi kesalahan dan memberikan umpan balik.

Dengan mengikuti teknik-teknik ini, Anda dapat menyusun draf wawancara yang terstruktur dengan baik dan informatif, serta menghasilkan wawancara yang menarik dan bermanfaat bagi audiens.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Livia Sanalin -
**Hal-hal penting terkait teknik wawancara**

Teknik wawancara adalah keterampilan yang penting untuk dikuasai oleh siapa saja yang ingin melakukan wawancara, baik dalam konteks profesional maupun pribadi. Teknik wawancara yang baik dapat membantu Anda untuk mendapatkan informasi yang akurat dan relevan dari narasumber.

Berikut adalah beberapa hal penting terkait teknik wawancara:

* **Persiapan**

Persiapan adalah langkah yang paling penting dalam melakukan wawancara. Sebelum Anda melakukan wawancara, penting untuk melakukan riset tentang narasumber dan topik yang akan Anda bahas. Hal ini akan membantu Anda untuk mengajukan pertanyaan yang lebih terinformasi dan relevan.

* **Pertanyaan**

Pertanyaan yang Anda ajukan adalah kunci untuk mendapatkan informasi yang Anda butuhkan. Pastikan untuk mengajukan pertanyaan yang terbuka, spesifik, dan tidak bias. Pertanyaan terbuka akan mendorong narasumber untuk berbicara lebih banyak dan memberikan lebih banyak detail. Pertanyaan spesifik akan membantu Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih relevan dengan topik yang Anda bahas. Pertanyaan yang tidak bias akan membantu Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih obyektif.

* **Mendengarkan secara aktif**

Mendengarkan secara aktif adalah keterampilan yang penting untuk dimiliki oleh seorang pewawancara. Ketika Anda mendengarkan secara aktif, Anda tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakan narasumber, tetapi juga memperhatikan bahasa tubuh dan nada bicara mereka. Hal ini akan membantu Anda untuk memahami informasi yang mereka sampaikan dengan lebih baik.

* **Membangun hubungan**

Membangun hubungan dengan narasumber adalah penting untuk menciptakan suasana yang nyaman dan santai. Narasumber akan lebih cenderung terbuka kepada Anda jika mereka merasa nyaman dan percaya kepada Anda.

* **Catatan**

Membuat catatan selama wawancara adalah penting untuk membantu Anda mengingat informasi yang telah Anda peroleh. Anda juga dapat menggunakan catatan Anda untuk melacak poin-poin penting yang ingin Anda bahas.

Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk melakukan wawancara yang baik:

1.Pilih lokasi yang tenang dan nyaman untuk wawancara.
2.Pastikan narasumber merasa nyaman dengan peralatan perekaman.
3. Jelaskan kepada narasumber bahwa wawancara akan direkam dan digunakan untuk tujuan penelitian.
4.Dapatkan izin narasumber untuk menggunakan nama dan rupa mereka dalam penelitian Anda.
5.Rekam wawancara sesegera mungkin setelah dilakukan.
6.Bagikan wawancara dengan narasumber sehingga mereka dapat mengoreksi kesalahan dan memberikan umpan balik.

Dengan mengikuti tips-tips ini, Anda dapat meningkatkan keterampilan wawancara Anda dan mendapatkan informasi yang lebih akurat dan relevan dari narasumber.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Livia Sanalin -
Berikut adalah beberapa jenis wawancara dan bagaimana teknik wawancara yang baik agar dapat mengumpulkan sumber Sejarah Lisan yang baik:

**Jenis-jenis wawancara**

* **Wawancara terstruktur:** Pewawancara mengajukan serangkaian pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya dalam urutan yang spesifik. Jenis wawancara ini baik untuk mengumpulkan data yang dapat dibandingkan di berbagai wawancara.
* **Wawancara semi-terstruktur:** Pewawancara memiliki daftar pertanyaan tetapi juga memiliki fleksibilitas untuk mengajukan pertanyaan lanjutan dan menyelidiki lebih banyak informasi. Jenis wawancara ini baik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman dan perspektif orang yang diwawancarai.
* **Wawancara tidak terstruktur:** Pewawancara tidak memiliki daftar pertanyaan dan malah membiarkan orang yang diwawancarai berbicara tentang apa pun yang mereka inginkan. Jenis wawancara ini baik untuk mendapatkan gambaran umum tentang kehidupan dan pengalaman orang yang diwawancarai.

**Teknik-teknik wawancara yang baik**

* **Lakukan riset Anda:**
Sebelum Anda mewawancarai seseorang, pastikan untuk melakukan riset Anda sehingga Anda memiliki pemahaman yang baik tentang latar belakang dan pengalaman mereka. Ini akan membantu Anda untuk mengajukan pertanyaan yang lebih terinformasi.
* **Bangun hubungan:**
Sebelum Anda mulai mengajukan pertanyaan, luangkan waktu untuk membangun hubungan dengan orang yang diwawancarai. Ini akan membantu mereka merasa lebih nyaman dan terbuka kepada Anda.
* **Ajukan pertanyaan terbuka:** Pertanyaan terbuka mendorong orang yang diwawancarai untuk berbicara lebih banyak dan memberikan lebih banyak detail.
* **Dengarkan secara aktif:** Mendengarkan secara aktif berarti memperhatikan apa yang dikatakan orang yang diwawancarai secara verbal dan non-verbal.
* **Bersikap fleksibel:**
Jangan takut untuk menyimpang dari daftar pertanyaan Anda jika orang yang diwawancarai sedang membicarakan sesuatu yang menarik.
* **Selidiki untuk informasi lebih lanjut:** Jika orang yang diwawancarai memberi Anda jawaban singkat, ajukan pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan lebih banyak informasi.
* **Buat catatan:**
Buat catatan di seluruh wawancara sehingga Anda dapat mengingat apa yang dikatakan.
* **Ucapkan terima kasih kepada orang yang diwawancarai:**
Ucapkan terima kasih kepada orang yang diwawancarai atas waktu mereka di akhir wawancara.

Berikut adalah beberapa tip tambahan untuk melakukan wawancara sejarah lisan yang baik:

* Pilih lokasi yang tenang dan nyaman untuk wawancara.
* Pastikan orang yang diwawancarai merasa nyaman dengan peralatan perekaman.
* Jelaskan kepada orang yang diwawancarai bahwa wawancara akan direkam dan digunakan untuk tujuan penelitian.
* Dapatkan izin orang yang diwawancarai untuk menggunakan nama dan rupa mereka dalam penelitian Anda.
* Rekam wawancara sesegera mungkin setelah dilakukan.
* Bagikan wawancara dengan orang yang diwawancarai sehingga mereka dapat mengoreksi kesalahan dan memberikan umpan balik.

Dengan mengikuti tip-tip ini, Anda dapat melakukan wawancara sejarah lisan yang baik yang akan mengumpulkan sumber informasi berharga untuk penelitian Anda.

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan yang dapat Anda tanyakan dalam wawancara sejarah lisan:

* **Bisakah Anda ceritakan sedikit tentang latar belakang Anda?**
* **Apa yang Anda ingat tentang masa kecil Anda?**
* **Apa pengalaman Anda selama [peristiwa sejarah tertentu]?**
* **Apa dampak [peristiwa sejarah tertentu] pada hidup Anda?**
* **Apa yang Anda harapkan untuk masa depan?**

Pertanyaan-pertanyaan ini hanyalah permulaan. Anda dapat menyesuaikan pertanyaan Anda berdasarkan pada orang yang Anda wawancarai dan topik penelitian Anda.

Penting untuk dicatat bahwa wawancara sejarah lisan adalah proses yang membutuhkan waktu dan usaha. Namun, imbalannya bisa sangat bermanfaat. Wawancara sejarah lisan dapat membantu Anda untuk memahami masa lalu dengan cara yang baru dan menarik.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Livia Sanalin -
Pengertian Sejarah Lisan
Sejarah lisan adalah salah satu sumber sejarah yang diperoleh dari tuturan atau narasi orang-orang yang mengalami atau menyaksikan peristiwa sejarah. Sejarah lisan dapat digunakan untuk mengungkapkan peristiwa sejarah yang tidak terungkap atau tidak lengkap dalam sumber sejarah tertulis.

**Jenis-Jenis Sumber Lisan**

Sejarah lisan dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:

* **Wawancara**

Wawancara adalah metode yang paling umum digunakan dalam penelitian sejarah lisan. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber yang mengalami atau menyaksikan peristiwa sejarah.

* **Rekaman audio/video**

Rekaman audio/video dapat digunakan untuk merekam wawancara dengan narasumber. Rekaman ini dapat digunakan untuk menyimpan data sejarah lisan secara lebih permanen.

* **Dokumen pribadi**

Dokumen pribadi, seperti surat, buku harian, dan foto, juga dapat menjadi sumber sejarah lisan. Dokumen-dokumen ini dapat memberikan informasi tentang kehidupan dan pengalaman pribadi seseorang.

* **Tradisi lisan**

Tradisi lisan, seperti cerita rakyat, lagu, dan puisi, juga dapat menjadi sumber sejarah lisan. Tradisi lisan dapat mengungkapkan nilai-nilai dan kepercayaan masyarakat pada masa lampau.

**Metode Penelitian Sejarah Lisan**

Metode penelitian sejarah lisan terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

* **Tahap persiapan**

Tahap persiapan meliputi penentuan topik penelitian, pemilihan narasumber, dan penyusunan pertanyaan wawancara.

* **Tahap pelaksanaan wawancara**

Tahap pelaksanaan wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber secara terbuka dan tidak terstruktur.

* **Tahap analisis data**

Tahap analisis data dilakukan dengan menganalisis data wawancara secara kritis untuk mengungkapkan informasi yang relevan dengan topik penelitian.

**Kelebihan dan Kekurangan Sejarah Lisan**

Sejarah lisan memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

* Dapat mengungkapkan peristiwa sejarah yang tidak terungkap atau tidak lengkap dalam sumber sejarah tertulis.
* Dapat mengungkapkan sudut pandang masyarakat biasa.
* Dapat memberikan informasi tentang kehidupan dan pengalaman pribadi seseorang.

Sejarah lisan juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

* Dapat bersifat subjektif, karena dipengaruhi oleh ingatan dan interpretasi narasumber.
* Dapat dipengaruhi oleh bias narasumber.
* Dapat terpengaruh oleh waktu dan konteks wawancara.

**Peran Sejarah Lisan dalam Penulisan Sejarah**

Sejarah lisan dapat berperan penting dalam penulisan sejarah, antara lain:

* Dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan adil tentang peristiwa sejarah.
* Dapat memberikan perspektif baru tentang peristiwa sejarah.
* Dapat membantu untuk melestarikan memori kolektif masyarakat.

**Diskusi**

Berikut adalah beberapa contoh diskusi yang dapat dilakukan terkait hal-hal penting tentang sejarah lisan:

* **Perbedaan antara sejarah lisan dengan sumber sejarah lainnya**

Mahasiswa dapat mendiskusikan perbedaan antara sejarah lisan dengan sumber sejarah lainnya, seperti sumber sejarah tertulis dan sumber sejarah arkeologi. Misalnya, sejarah lisan bersifat subjektif, sedangkan sumber sejarah tertulis bersifat objektif.

* **Kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis sumber lisan**

Mahasiswa dapat mendiskusikan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis sumber lisan. Misalnya, wawancara dapat menghasilkan data yang lebih mendalam, sedangkan rekaman audio/video dapat lebih akurat.

* **Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penelitian sejarah lisan**

Mahasiswa dapat mendiskusikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penelitian sejarah lisan. Misalnya, peneliti harus menentukan narasumber yang tepat dan menyusun pertanyaan yang efektif.

* **Bagaimana kelebihan dan kekurangan sejarah lisan dapat saling melengkapi**

Mahasiswa dapat mendiskusikan bagaimana kelebihan dan kekurangan sejarah lisan dapat saling melengkapi. Misalnya, sejarah lisan dapat mengungkapkan peristiwa yang tidak terungkap dalam sumber sejarah tertulis.

* **Bagaimana sejarah lisan dapat digunakan untuk menulis sejarah yang lebih komprehensif dan adil**

Mahasiswa dapat mendiskusikan bagaimana sejarah lisan dapat digunakan untuk menulis sejarah yang lebih komprehensif dan adil. Misalnya, sejarah lisan dapat mengungkapkan sudut pandang masyarakat biasa.

**Kesimpulan**

Sejarah lisan merupakan salah satu sumber sejarah yang penting. Dengan memahami hal-hal penting tentang sejarah lisan, mahasiswa dapat menganalisis data sejarah lisan secara kritis dan menggunakannya untuk menulis sejarah yang lebih komprehensif dan adil.