Posts made by Faisal Kurniawan 2213033001

Beberapa hal penting terkait teknik wawancara melibatkan pendekatan yang cermat dan perhatian yang baik terhadap detail. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

1. Persiapan:
- Siapkan pertanyaan terstruktur atau tematis terlebih dahulu.
- Kenali latar belakang narasumber dan topik yang akan dibahas.

2. Pendekatan Terbuka:
- Gunakan pertanyaan terbuka untuk mendorong narasi yang mendalam.
- Hindari pertanyaan ya/tidak yang dapat membatasi informasi.

3. Ketahui Audiens:
- Sesuaikan bahasa dan level kompleksitas pertanyaan dengan audiens narasumber.
- Perhatikan konteks budaya dan sosial.

4. Bina Hubungan:
- Luangkan waktu untuk membangun hubungan dan kenyamanan dengan narasumber.
- Tunjukkan ketertarikan dan empati terhadap cerita mereka.

5. Aktif Mendengarkan:
- Dengarkan dengan penuh perhatian dan tunjukkan bahwa Anda memahami.
- Hindari menginterupsi narasumber selama penyampaian cerita.

6. Fleksibilitas:
- Biarkan percakapan mengalir, dan bersikap fleksibel untuk mengeksplorasi cabang cerita yang menarik.
- Sediakan ruang bagi narasumber untuk mengekspresikan pemikiran mereka.

7. Catatan atau Rekaman:
- Pilih metode dokumentasi yang sesuai, baik catatan tulisan atau rekaman audio/video.
- Pastikan mendapatkan izin dari narasumber sebelum merekam.

8. Pertanyaan Tindak Lanjut:
- Gunakan pertanyaan tindak lanjut untuk mendapatkan klarifikasi atau rincian lebih lanjut.
- Dorong narasumber untuk merinci atau memberikan contoh.

9. Etika Wawancara:
- Pertimbangkan etika wawancara, termasuk hak narasumber untuk menolak menjawab atau menyebutkan topik tertentu.
- Jaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan oleh narasumber.

10. Evaluasi dan Analisis:
- Tinjau catatan atau rekaman dengan cermat setelah wawancara.
- Analisis narasi, temukan pola atau tema, dan tetap terbuka terhadap temuan yang mungkin mengejutkan.
Jenis-jenis wawancara untuk mengumpulkan sumber Sejarah Lisan melibatkan pendekatan yang cermat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan mendalam. Beberapa jenis wawancara dan teknik yang dapat digunakan meliputi:

Wawancara Terstruktur:
Tujuan: Mengumpulkan data yang dapat diukur dan dibandingkan.
Teknik: Gunakan daftar pertanyaan tetap dengan pertanyaan yang telah dirancang sebelumnya.

Wawancara Tidak Terstruktur:
Tujuan: Membuka ruang bagi narasi bebas tanpa pembatasan.
Teknik: Biarkan percakapan mengalir tanpa batasan pertanyaan kaku.

Untuk mendapatkan Sejarah Lisan yang baik:

Pastikan membangun hubungan yang baik dengan narasumber agar mereka merasa nyaman berbagi informasi.
Ajukan pertanyaan terbuka dan mendalam untuk merangsang narasi yang kaya.
Dengarkan dengan penuh perhatian, tanggapi dengan empati, dan hindari menginterrupsi.
Catat atau rekam wawancara dengan izin narasumber untuk mendokumentasikan informasi dengan akurat.
Pertahankan fleksibilitas untuk mengeksplorasi cabang cerita atau topik yang muncul selama wawancara.
Sejarah lisan merujuk pada bentuk penyampaian sejarah yang diwariskan melalui lisan atau ucapan, tanpa melibatkan tulisan formal. Ini melibatkan narasi tentang peristiwa sejarah, tradisi, dan pengalaman yang disampaikan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sejarah lisan mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk asal-usul suatu komunitas, peristiwa penting, kepemimpinan, dan perubahan sosial.

Contoh sejarah lisan dapat ditemukan dalam bentuk cerita-cerita nenek moyang, nyanyian rakyat yang mencerminkan peristiwa bersejarah, atau peribahasa yang mengandung kearifan lokal. Sejarah lisan tidak hanya menyampaikan fakta-fakta sejarah, tetapi juga mencerminkan interpretasi dan nilai-nilai yang dihargai oleh suatu budaya. Meskipun dapat berpotensi mengalami perubahan dan variasi seiring waktu, sejarah lisan memegang peran penting dalam memelihara identitas budaya dan meneruskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.