Beberapa hal penting terkait teknik wawancara melibatkan pendekatan yang cermat dan perhatian yang baik terhadap detail. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan:
1. Persiapan:
- Siapkan pertanyaan terstruktur atau tematis terlebih dahulu.
- Kenali latar belakang narasumber dan topik yang akan dibahas.
2. Pendekatan Terbuka:
- Gunakan pertanyaan terbuka untuk mendorong narasi yang mendalam.
- Hindari pertanyaan ya/tidak yang dapat membatasi informasi.
3. Ketahui Audiens:
- Sesuaikan bahasa dan level kompleksitas pertanyaan dengan audiens narasumber.
- Perhatikan konteks budaya dan sosial.
4. Bina Hubungan:
- Luangkan waktu untuk membangun hubungan dan kenyamanan dengan narasumber.
- Tunjukkan ketertarikan dan empati terhadap cerita mereka.
5. Aktif Mendengarkan:
- Dengarkan dengan penuh perhatian dan tunjukkan bahwa Anda memahami.
- Hindari menginterupsi narasumber selama penyampaian cerita.
6. Fleksibilitas:
- Biarkan percakapan mengalir, dan bersikap fleksibel untuk mengeksplorasi cabang cerita yang menarik.
- Sediakan ruang bagi narasumber untuk mengekspresikan pemikiran mereka.
7. Catatan atau Rekaman:
- Pilih metode dokumentasi yang sesuai, baik catatan tulisan atau rekaman audio/video.
- Pastikan mendapatkan izin dari narasumber sebelum merekam.
8. Pertanyaan Tindak Lanjut:
- Gunakan pertanyaan tindak lanjut untuk mendapatkan klarifikasi atau rincian lebih lanjut.
- Dorong narasumber untuk merinci atau memberikan contoh.
9. Etika Wawancara:
- Pertimbangkan etika wawancara, termasuk hak narasumber untuk menolak menjawab atau menyebutkan topik tertentu.
- Jaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan oleh narasumber.
10. Evaluasi dan Analisis:
- Tinjau catatan atau rekaman dengan cermat setelah wawancara.
- Analisis narasi, temukan pola atau tema, dan tetap terbuka terhadap temuan yang mungkin mengejutkan.
1. Persiapan:
- Siapkan pertanyaan terstruktur atau tematis terlebih dahulu.
- Kenali latar belakang narasumber dan topik yang akan dibahas.
2. Pendekatan Terbuka:
- Gunakan pertanyaan terbuka untuk mendorong narasi yang mendalam.
- Hindari pertanyaan ya/tidak yang dapat membatasi informasi.
3. Ketahui Audiens:
- Sesuaikan bahasa dan level kompleksitas pertanyaan dengan audiens narasumber.
- Perhatikan konteks budaya dan sosial.
4. Bina Hubungan:
- Luangkan waktu untuk membangun hubungan dan kenyamanan dengan narasumber.
- Tunjukkan ketertarikan dan empati terhadap cerita mereka.
5. Aktif Mendengarkan:
- Dengarkan dengan penuh perhatian dan tunjukkan bahwa Anda memahami.
- Hindari menginterupsi narasumber selama penyampaian cerita.
6. Fleksibilitas:
- Biarkan percakapan mengalir, dan bersikap fleksibel untuk mengeksplorasi cabang cerita yang menarik.
- Sediakan ruang bagi narasumber untuk mengekspresikan pemikiran mereka.
7. Catatan atau Rekaman:
- Pilih metode dokumentasi yang sesuai, baik catatan tulisan atau rekaman audio/video.
- Pastikan mendapatkan izin dari narasumber sebelum merekam.
8. Pertanyaan Tindak Lanjut:
- Gunakan pertanyaan tindak lanjut untuk mendapatkan klarifikasi atau rincian lebih lanjut.
- Dorong narasumber untuk merinci atau memberikan contoh.
9. Etika Wawancara:
- Pertimbangkan etika wawancara, termasuk hak narasumber untuk menolak menjawab atau menyebutkan topik tertentu.
- Jaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan oleh narasumber.
10. Evaluasi dan Analisis:
- Tinjau catatan atau rekaman dengan cermat setelah wawancara.
- Analisis narasi, temukan pola atau tema, dan tetap terbuka terhadap temuan yang mungkin mengejutkan.