Nama: Nova enjelina simanullang
NPM: 2213053227
Jurnal yang berjudul "Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial" membahas tentang pentingnya evaluasi dalam pendidikan moral untuk mencapai harmoni sosial . Dalam konteks pendidikan nasional di Indonesia, evaluasi memiliki peran yang signifikan dalam mengatasi konflik dan kerusuhan yang sering terjadi akibat perbedaan agama, suku, budaya, dan paham ideologi .
Evaluasi pendidikan moral haruslah lebih dari sekadar penilaian kognitif melalui ulangan, tetapi juga harus mencakup aspek afektif dan psikomotorik . Kurikulum laten, yang merupakan inovasi kurikulum yang dikonstruksi oleh pihak sekolah, dapat memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan karakter siswa . Oleh karena itu, evaluasi pendidikan moral harus mampu menilai tumbuhnya perilaku moral yang berbudi luhur pada peserta didik .
Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang baik, implementasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan stakeholder sangatlah penting . Namun, kurikulum manifes yang telah mengalami banyak perubahan dari pemerintah belum menunjukkan dampak yang optimal terhadap keberhasilan pendidikan di Indonesia . Oleh karena itu, kurikulum laten dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan yang ada dalam kurikulum manifes .
Dalam konteks evaluasi pendidikan moral, penting untuk memperhatikan penekanan pada perilaku moral yang berbudi luhur yang tumbuh dan mengakar pada kepribadian peserta didik . Evaluasi ini harus mampu mengkomunikasikan sikap sekolah terhadap berbagai persoalan, termasuk bagaimana sekolah memandang siswa sebagai manusia, laki-laki, perempuan, siswa luar biasa, dan siswa dari beragam kelompok agama, budaya, ras, dan etnis .
NPM: 2213053227
Jurnal yang berjudul "Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial" membahas tentang pentingnya evaluasi dalam pendidikan moral untuk mencapai harmoni sosial . Dalam konteks pendidikan nasional di Indonesia, evaluasi memiliki peran yang signifikan dalam mengatasi konflik dan kerusuhan yang sering terjadi akibat perbedaan agama, suku, budaya, dan paham ideologi .
Evaluasi pendidikan moral haruslah lebih dari sekadar penilaian kognitif melalui ulangan, tetapi juga harus mencakup aspek afektif dan psikomotorik . Kurikulum laten, yang merupakan inovasi kurikulum yang dikonstruksi oleh pihak sekolah, dapat memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan karakter siswa . Oleh karena itu, evaluasi pendidikan moral harus mampu menilai tumbuhnya perilaku moral yang berbudi luhur pada peserta didik .
Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang baik, implementasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan stakeholder sangatlah penting . Namun, kurikulum manifes yang telah mengalami banyak perubahan dari pemerintah belum menunjukkan dampak yang optimal terhadap keberhasilan pendidikan di Indonesia . Oleh karena itu, kurikulum laten dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan yang ada dalam kurikulum manifes .
Dalam konteks evaluasi pendidikan moral, penting untuk memperhatikan penekanan pada perilaku moral yang berbudi luhur yang tumbuh dan mengakar pada kepribadian peserta didik . Evaluasi ini harus mampu mengkomunikasikan sikap sekolah terhadap berbagai persoalan, termasuk bagaimana sekolah memandang siswa sebagai manusia, laki-laki, perempuan, siswa luar biasa, dan siswa dari beragam kelompok agama, budaya, ras, dan etnis .