Memorila Dini Oktavia
2213053289
Analisis Jurnal Pendidikan Moral di Sekolah
Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai
pendidikan moral yang komprehensif.
Materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, sesama manusia dan alam semesta serta Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).
Metode yang dapat dilaksanakan untuk menanamkan pendidikan moral
- metode inkulkasi nilai (mengidentifikasi nilai-nilai yang diharapkan akan tertanam
dalam diri subjek didik, hasilnya berupa “nilai-nilai target” yang akan dicapai dalam program pendidikan moral.
- metode keteladanan (mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional dan masyarakat modern, orang tua dan guru merupakan sosok yang memberikan teladan yang baik karena anak cenderung lebih mudah meniru apa yang dilakukan oleh orang tua dan guru)
- metode klarifikasi nilai (memberikan kebebasan anak dalam menentukan nilai-nilainya)
- metode fasilitasi nilai (memfasilitasi peserta didik agar dapat merealisasikan nilai moral)
- metode keterampilan nilai moral (dapat diwujudkan dengan pembiasaan)
Evaluasi pendidikan nilai mencakup tiga ranah berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi
perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
Samsu Nizar (2002: 80) mengatakan bahwa evaluasi pendidikan Islam ditujukan untuk mengetahui penguasaan sikap dan perilaku daripada penguasaan aspek kognitif. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan subjek didik yang meliputi empat hal, yaitu:
a. Sikap dan pengalaman peserta didik
terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya;
b. Sikap dan pengalaman peserta didik
terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat;
c. Sikap dan pengalaman peserta didik
terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya;
d. Sikap dan pandangan peserta didik
terhadap diri sendiri selaku hamba
Allah, anggota masyarakat, serta
khalifah Allah SWT.
2213053289
Analisis Jurnal Pendidikan Moral di Sekolah
Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai
pendidikan moral yang komprehensif.
Materi pendidikan moral mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, sesama manusia dan alam semesta serta Tuhan Yang Maha Esa (Zuriah, 2010).
Metode yang dapat dilaksanakan untuk menanamkan pendidikan moral
- metode inkulkasi nilai (mengidentifikasi nilai-nilai yang diharapkan akan tertanam
dalam diri subjek didik, hasilnya berupa “nilai-nilai target” yang akan dicapai dalam program pendidikan moral.
- metode keteladanan (mengestafetkan moral yang digunakan oleh masyarakat religius tradisional dan masyarakat modern, orang tua dan guru merupakan sosok yang memberikan teladan yang baik karena anak cenderung lebih mudah meniru apa yang dilakukan oleh orang tua dan guru)
- metode klarifikasi nilai (memberikan kebebasan anak dalam menentukan nilai-nilainya)
- metode fasilitasi nilai (memfasilitasi peserta didik agar dapat merealisasikan nilai moral)
- metode keterampilan nilai moral (dapat diwujudkan dengan pembiasaan)
Evaluasi pendidikan nilai mencakup tiga ranah berupa evaluasi penalaran moral, evaluasi karakteristik afektif, dan evaluasi
perilaku (Darmiyati, 2009: 51).
Samsu Nizar (2002: 80) mengatakan bahwa evaluasi pendidikan Islam ditujukan untuk mengetahui penguasaan sikap dan perilaku daripada penguasaan aspek kognitif. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan subjek didik yang meliputi empat hal, yaitu:
a. Sikap dan pengalaman peserta didik
terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya;
b. Sikap dan pengalaman peserta didik
terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat;
c. Sikap dan pengalaman peserta didik
terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya;
d. Sikap dan pandangan peserta didik
terhadap diri sendiri selaku hamba
Allah, anggota masyarakat, serta
khalifah Allah SWT.