Posts made by Memorila Dini Oktavia 2213053289

Memorila Dini Oktavia
2213053289
Video tersebut menjelaskan perbedaan antara pendidikan dasar di Jepang dan di Indonesia. Di bawah ini rangkuman penjelasannya:
1. Kebersihan sejak dini
Di Jepang, sekolah tidak ada petugas keberihan karena peserta didiknya diajarkan bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan kelas mereka sendiri. Sedangkan di Indonesia pada kurikulum 2013 tidak diajarkan cara menjaga kebersihan dan mengelola sampah.
2. Makan bersama
Makan siang di jepang dilakukan bersama sama dan diikuti para guru. Menu makanannya pun diatur oleh sekolah dengan tetap memperhatikan gizi bagi anak. Berbeda dengan di Indonesia yang terdapat banyak sekali makanan dan juga kantin.
3. Mata pelajaran yang sedikit
Pendidikan dasar di jepang hanya sedikit dan diajarkan pada hari tertentu jadi tidak ada mata pelajaran yang diulang dalam seminggu.
4. Pendidikan karakter
Di jepang, pada tiga tahun pertama peserta didik diminta fokus dalam pendidikan karakter. Berbeda dengan Indonesia yang berupa ujian.
5. Literasi
Membiasakan para peserta didik untuk membaca buku selama 10 menit sebelum masuk pelajaran.
6. Perlengkapan sekolah
Di Jepang semua serba sama dan sudah disediakan oleh sekolah.
7. Seragam sekolah
Seragam sekolah di jepang hanya ada satu macam.
Memorila Dini Oktavia
2213053289
Video tersebut menampilkan ilustrasi tentang seorang pelajar yang melakukan pelanggaran nilai dan norma kejujuran yaitu korupsi dengan melakukan penyelewengan uang kas kemudian dia mengakui kesalahannnya dan bertanggung jawab untuk mengembalikan dana yang sebelumnya ia salah gunakan. Dalam video tersebut terdapat bagian yang menyampaikan tentang dampak dari korupsi yaitu bahwasannya menurut agama, korupsi itu dosa dan uang hasil korupsi akan menimbulkan penyakit untuk tubuh. Maka dari itu, selain merugikan orang lain, korupsi juga dapat merugikan diri sendiri.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Analisis Jurnal Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan

Timur menitikberatkan sifat hakiki manusia sebagai makhluk sosial, sedangkan Huijbers menitikberatkan manusia sebagai pibadi individual. Karena pandangan ahli tersebut, maka sifat hakiki manusia yaitu sebagai makluk individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang mengindividu.
Kehidupan bermasyarakat merupakan suatu sistem pengelolaan untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial agar tujuan bersama setiap anggota individunya dapat terwujud.
Secara langsung atau tidak langsung, moralitas dan etika hanya bisa berlaku secara sempurna di dalam kehidupan bermasyarakat. Kesadaran moral berfungsi sebagai pengendali perilaku sehingga seseorang mampu berperilaku jujur menurut moralitas bersyukur (ketika memperoleh sesuatu), bersabar (ketika mendapat ujian hidup) dan berikhlas (ketika harus kehilangan).
Kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk social enforcement (panduan penegakkan norma sosial), sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum.
Komponen moral dan etika bermasyarakat yang perlu dibina untuk dikembangkan secara berkelanjutan:
- Kesadaran moral
- Kreativitas dan reproduksi
- Pengendalian perilaku dan berproduksi
Memorila Dini Oktavia
2213053289
Analisis Jurnal Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat

Dalam penerapannya, masih ada yang melakukan pelanggran etika maupun moral hal ini akan membuatmasyarakat gelisah dan akan menimbulkan kerugian baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. Perlunya menegakkan hukum bagi yang melakukan pelanggaran etika dan moral yang merugikan masyarakat. Di bawah ini terdapat hal yang harus diketahui sebelum melakukan penegakkan hukum:
1. Kepastian Hukum (Rechtssicherheit)
2. Keadilan (gerechtigkeit)
3. Kemanfaatan (Zweckmassigkeit)
Saat ini perkembangan moral, etika maupun akhlak menjadi terkikis karena pengaruh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang tidak dipergunakan dengan baik. Berikut upaya (internal juga eksternal) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
1. Tiga upaya internal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa:
- Meningkatkan peran keluarga dalam membentuk moral
- Menciptkan lingkungan yang baik dalam masyarakat
- Membatasi teknologi yang ada (mampu bertenologi dengan baik dan tau batasan)
2. Upaya eksternal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa meliputi :
- Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah
- Seminar tentang kesadaran hukum
- Menegakkan HAM di masyarakat
- Adanya tindakan dari pemerintah

Kanesa, P., & Maryana, M. E. (2021) menyampaikan gagasan dalam pembentukan hukum yang mengatur etika dalam masyarakat diantaranya:
1. Mewajibkan masyarakat menempuh pendidikan formal dan nonformal paling rendah tingkat pendidikan sampai SMA
2. Membentuk lembaga atau organisasi yang menjamin terselenggaranya penegakkan hukum etika dan moral
3. Membuat aturan - aturan yang disahkan oleh negara mengatur khusus mengenai hukum etika
4. Mengembalikan budaya masyarakat Indonesia pada jaman dulu agar etika dan moral yang terbentuk dari kebiasaan dari zaman dulu tetap terjaga.
5. Pembentukan dan penanaman dasar akidah dalam setiap generasi sesui dengan kepercayaan agama.
6. Membuat aturan yang mengatur hubungan beretika baik masyarakat dengan masyarakat ataupun pemerintah dengan masyarakat.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Menurut Pangemanan, J. I. H. (2022) :
- Hard skill merupakan kemampuan yang bisa diukur dan dinilai. Hard skill dapat dipelajari melalui edukasi atau pelatihan spesifik, dapat dinilai oleh instrumen tertentu dan dibuktikan dengan sertifikat, nilai, ataupun ijazah.
Contoh hard skill : kemampuan berbahasa asing, copywriting, microsoft office, desain grafis, dll.

- Soft skill merupakan kemampuan yang subjektif dan sulit diukur, soft skill identik dengan kecerdasan emosional. Dapat dipelajari melalui kursus atau pelatihan, namun cara terbaiknya yaitu dengan memperbanyak interaksi engan orang lain.
Contoh soft skill : komunikasi, cara berpikir, kepemimpinan, public speaking, dll.