Kiriman dibuat oleh Reviana Dewi

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Foum Diskusi

oleh Reviana Dewi -
Folklor lisan merujuk pada bagian dari warisan budaya rakyat yang disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini mencakup berbagai ekspresi mulai dari cerita rakyat hingga lagu rakyat, tarian, peribahasa, dan tuntunan. Ciri khasnya adalah pengalihan tradisi secara lisan, tanpa keterlibatan bentuk tertulis
Contoh folklor lisan termasuk:

Cerita Rakyat (Folktales): Narasi tradisional yang diwariskan melalui lisan dan seringkali disampaikan oleh perantara seperti pencerita atau pendongeng.

Lagu Rakyat (Folk Songs): Lagu-lagu tradisional yang dinyanyikan dan diwariskan secara lisan, mencerminkan kehidupan sehari-hari atau peristiwa-peristiwa sejarah.

Tarian Tradisional: Gerakan tarian dan pola-pola yang diwariskan melalui lisan, sering kali sebagai bagian dari perayaan atau ritual budaya.

Tuntunan (Proverbs): Ungkapan bijak atau peribahasa yang diucapkan secara lisan, sering kali mengandung ajaran moral atau nasihat praktis

Folklor atau folkloristik merujuk pada tradisi lisan dan budaya rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Ciri-ciri jenis folklor mencakup:

Lisan: Sebagian besar folklor disampaikan secara lisan, dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui cerita, lagu, atau rima.

Anonim: Banyak karya folklor tidak dapat diatribusikan kepada penulis tertentu; mereka menjadi bagian dari warisan budaya kolektif.

Variasi: Cerita atau lagu folklor sering mengalami variasi ketika disampaikan melalui berbagai komunitas atau waktu, mencerminkan adaptasi lokal dan perubahan kreatif.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum diskusi

oleh Reviana Dewi -
Folklor adalah ekspresi budaya rakyat yang diwariskan secara lisan atau melalui tindakan, dan memainkan peran penting dalam membentuk identitas kelompok serta menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat.
*Menurut William Bascom
Folklor sebagai segala bentuk tradisi yang diwariskan secara lisan, termasuk cerita, mitos, legenda, lagu, dan praktik-praktik kebudayaan lainnya.

*Alan Dundes
Menekankan pada analisis struktural dan fungsional dari cerita rakyat, mitos, dan legenda, serta memperkenalkan konsep "folkloristik" sebagai studi ilmiah tentang folklor.
Ciri-ciri folklor:
- Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum.
- Menjadi milik bersama (kolektif) dari masyarakat tertentu.
- Umumnya bersifat lugu atau polos sehingga seringkali kelihatan kasar atau terlalu sopan.
- Rentan terhadap perubahan karena penyebarannya secara lisan.

Jenis-jenis folklor
Folklor: Ciri dan Jenis

Default (GPT-3.5)

User
Pengertian ciri-ciri jenis foklor

ChatGPT
Folklor atau folkloristik merujuk pada tradisi lisan dan budaya rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Ciri-ciri jenis folklor mencakup:

Lisan: Sebagian besar folklor disampaikan secara lisan, dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui cerita, lagu, atau rima.

Anonim: Banyak karya folklor tidak dapat diatribusikan kepada penulis tertentu; mereka menjadi bagian dari warisan budaya kolektif.

Variasi: Cerita atau lagu folklor sering mengalami variasi ketika disampaikan melalui berbagai komunitas atau waktu, mencerminkan adaptasi lokal dan perubahan kreatif.

Fungsi Sosial: Folklor memiliki peran dalam membentuk dan mempertahankan identitas budaya suatu kelompok masyarakat serta menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma mereka.

Oralitas dan Tertulis: Meskipun awalnya lisan, beberapa elemen folklor telah direkam dalam bentuk tertulis seiring berjalannya waktu.

Simbolisme: Folklor seringkali mengandung simbolisme dan metafora yang merujuk pada nilai-nilai dan keyakinan dalam masyarakat.

Contoh jenis folklor termasuk cerita rakyat, mitos, lagu rakyat, tarian tradisional, dan banyak lagi.




User
Pengertian fokl

ChatGPT
Saya kira ada kesalahan penulisan pada pertanyaan Anda. Apakah Anda ingin bertanya tentang "folk" atau "folklore"? Jika Anda bisa memberikan klarifikasi, saya akan dengan senang hati membantu.




User
Pengertian foklor

ChatGPT
Folklor adalah studi tentang tradisi lisan dan budaya rakyat, yang mencakup cerita rakyat, mitos, lagu rakyat, tarian tradisional, dan berbagai ekspresi budaya lainnya yang diwariskan secara turun-temurun melalui lisan atau tindakan. Studi folklor mencakup analisis terhadap cara-cara di mana warisan budaya ini membentuk dan mencerminkan identitas suatu kelompok masyarakat.




User
Pengertian foklor menurut ahli

ChatGPT
Berbagai ahli memiliki definisi yang bervariasi mengenai folklor, namun secara umum, folklor dapat dijelaskan sebagai:

William Bascom: Menggambarkan folklor sebagai segala bentuk tradisi yang diwariskan secara lisan, termasuk cerita, mitos, legenda, lagu, dan praktik-praktik kebudayaan lainnya.

Alan Dundes: Menekankan pada analisis struktural dan fungsional dari cerita rakyat, mitos, dan legenda, serta memperkenalkan konsep "folkloristik" sebagai studi ilmiah tentang folklor.

Richard Dorson: Memandang folklor sebagai warisan budaya kelompok manusia yang mencakup cerita, lagu, tarian, ritual, dan berbagai bentuk ekspresi budaya rakyat.

Secara umum, ahli folklor sepakat bahwa folklor adalah ekspresi budaya rakyat yang diwariskan secara lisan atau melalui tindakan, dan memainkan peran penting dalam membentuk identitas kelompok serta menyampaikan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat.




User
Jenis jenis foklor

ChatGPT
Ada beberapa jenis folklor yang mencakup berbagai bentuk ekspresi budaya rakyat. Beberapa di antaranya meliputi:

Cerita Rakyat (Folktales): Narasi tradisional yang diwariskan secara lisan, seringkali mengandung unsur-unsur fantasi dan moral.

Mitos: Cerita-cerita yang menceritakan asal-usul atau makna dari fenomena alam, dewa-dewi, atau tokoh-tokoh mitologis.

Legenda: Cerita-cerita yang berakar pada kisah nyata atau tokoh sejarah, tetapi sering kali telah mengalami penyimpangan dan diubah seiring waktu.

Lagu Rakyat (Folk Songs): Lagu-lagu tradisional yang diwariskan melalui lisan, mencerminkan sejarah, kehidupan sehari-hari, atau perasaan masyarakat.

Tarian Tradisional: Gerakan dan pola tarian yang diwariskan melalui generasi, mencerminkan nilai-nilai dan identitas budaya suatu kelompok.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Reviana Dewi -
1.Riset dan persiapan : Lakukan riset tentang subjek atau orang yang akan diwawancarai. Ketahui latar belakang, pengalaman, dan minat mereka. Ini akan membantu Anda merumuskan pertanyaan yang relevan.Pelajari karya-karya narasumber, wawancara sebelumnya, atau biografi mereka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perspektif dan pengalaman mereka.
2.Tentukan tujuan wawancara: Mulailah dengan menentukan tujuan Anda dalam melakukan wawancara tersebut. Apakah Anda ingin mendapatkan informasi spesifik, menggali pendapat seseorang, atau memperoleh wawasan baru tentang topik tertentu? Menentukan tujuan akan membantu Anda fokus dalam menyusun pertanyaan.
3.Menyusun kerangka dan struktur wawancara
Buatlah kerangka atau struktur wawancara untuk memastikan alur wawancara yang logis dan runtut. Kerangka ini dapat mencakup poin-poin utama yang ingin dibahas, urutan pertanyaan, dan alokasi waktu untuk setiap segmen.

4. Merumuskan pertanyaan
Persiapkan pertanyaan yang terbuka, spesifik, dan tidak memihak. Pertanyaan terbuka mendorong narasumber untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam, sedangkan pertanyaan spesifik membantu Anda mendapatkan informasi yang lebih akurat dan relevan. Hindari pertanyaan yang terlalu luas atau menjebak.

5. Menentukan urutan pertanyaan
Awali wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan ringan dan umum untuk membuat narasumber merasa nyaman. Secara bertahap, beralihlah ke pertanyaan yang lebih spesifik dan mendalam. Sesuaikan urutan pertanyaan berdasarkan tanggapan narasumber dan alur percakapan.
6.Fleksibilitas
Fleksibel dalam mengadaptasi pertanyaan Anda sesuai dengan respons yang diberikan. Jika narasumber memberikan informasi menarik yang tidak terduga, jangan takut untuk mengeksplorasi lebih lanjut dengan pertanyaan tambahan.

7. Rekam dan dokumentasikan : Selama wawancara, rekam atau catat jawaban narasumber secara akurat dan jelas. Ini akan membantu Anda mengingat detail penting dari wawancara tersebut.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Reviana Dewi -
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berwawancara adalah sebagai berilut:

1. Menentukan topik wawancara
2. Menetapkan narasumber
3. Menulis daftar pertanyaan
4. Merencanakan kegiatan wawancara
5. Mengidentifikasi pernyataan yang tepat untuk pendahuluan wawancara
6. Membuat janji dengan narasumber dan mengawali kegiatan wawancara
7. Menyempurnakan pernyataan untuk menutup wawancara
8. Melaksanakan wawancara

Kerangka wawancara
Kerangka wawancara adalah segala hal yang berisi atau menyangkut kegiatan wawncara seperti
1. Topik wawancara
2. Calon narasumber
3. Pokok-pokok isi pertanyaan

Teknik wawancara sebagai berikut;
1.Wawancara Bebas
Wawancara yang dilakukan kepada masyarakat dengan mengkaji topik wawancara bebas, yang dimana tidak terfokus pada satu titik tertentu, dan orang yang akan diwawancara dapat menjawab pertanyaan secara bebas Dalam wawancara bebas ini dapat dikombinasikan dengan teknik wawancara sambil lalu (casual interview), merupakan wawancara yang dilakukan tanpa perencanaan, dan dalam situasi yang ditentukan sepert responden, tempat, waktu berlangsungnya wawancara.
2.Wawancara Mendalam
cara menggunakan pedoman umum wawancara sebagai pegangan atau petunjuk dalam wawancara, sehingga peneliti tidak kehilangan petunjuk atau kurangnya bahan pertanyaan. Sebelum melakukan wawancara mendalam disarankan untuk membuat janji kepada informan, dimaksudkan guna informan memiliki waktu dalam melakukan wawancara, sehingga informasi berfokus terhadap pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang akan diberikan oleh informan. Selain itu, dalam wawancara ini sebaiknya menggunakan tape recorder, sebagai alat perekam hasil wawancara atau bukti informasi yang didapat (Siregar, 2002: 17--19).
3.Wawancara Berencana Wawancara ini menggunakan pedoman daftar pertanyaan dengan tipe terbuka yang telah direncanakan untuk memperoleh informasi tambahan dari tiap individu yang menjadi percobaan dalam melakukan wawancara, yaitu pendapat serta pengetahuan terhadap objek yang akan diteliti Teknik wawancara ini dibagi menjadi 2, yaitu Wawancara Terbuka Wawancara Tertutup.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

oleh Reviana Dewi -
Wawancara merupakan salah satu kaedah mengumpulkan data yang paling biasa digunkan dalam penelitian sosial. Kaedah ini digunakan ketika subjek kajian (responden) dan peneliti berada langsung bertatap muka dalam proses mendapatkan informasi bagi keperluan data primer. Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan fakta, kepercayaan, perasaan, keinginan dan sebagainya yang diperlukan untuk memenuhi tujuan (Rosaliza, 2015: 71) Menurut Lincoln dan Guba dalam Nugrahani, (2014: 124) wawancara dapat dilakukan untuk mengkonstruksi perihal orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, merekonstruksi kebulatan harapan pada masa yang akan datang, memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi dari berbagai sumber, dan mengubah atau memperluas konstruksi yang dikembangkan peneliti sebagai triangulasi.

Jenis-jenis wawancara disebutkan dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif yang disusun oleh Muhammad Rizal Pahleviannur, ‎Anita De Grave, ‎Dani Nur Saputra (2022: 125).
1.Wawancara Terstruktur: digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan didapat. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu menyiapkan instrumen berupa tertulis yang alternatif, alat bantu seperti tape recorder, dan lainnya.
2.Wawancara semi terstruktur: dilakukan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta untuk berpendapat, dan ide-idenya. Wawancara ini dilakukan relatif lebih bebas dibanding wawancara terstruktur.
3.Wawancara tidak terstruktur: wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data dari informan. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis permasalahan yang akan ditanyakan pada informan. Wawancara ini digunakan dalam penelitian pendahuluan atau untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subyek yang diteliti.
Langkah-langkah wawancara sebagai berikut;
1.Identifikai Narasumber
2. Menentukan Tipe Wawancara
3.Menyiapkan prosedur alat yang memadai 4.Merancang panduan wawancara
5.Menentukan Lokasi Wawancara
6.Meminta izin dengan Narasumber
7.Tetap fokus pada pertanyaan yang sudah dirancang