གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ F. Riska Elisa 2213053249

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

F. Riska Elisa 2213053249 གིས-
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249
Kelas : 3/I

Yang dapat saya simpulkan dari video diatas yaitu tentang perbedaan pendidikan dasar di Jepang dan Indonesia. Adapun beberapa perbedaan tersebut ialah
1. Kebersihan sejak dini
Di jepang diajarkan kebersihan sejak dini sehingga di Jepang tidak ada petugas kebersihan, sedangkan di Indonesia tidak mengajarkan tentang kebersihan, sehingga menyebabkan masih banyaknya siswa membuang sampah sembarang.

2. Makan bersama
Di Jepang, makanan siswa dilakukan secara bersamaan sama dengan gizi yang sudah diatur, tujuannya agar membangun hubungan yang positif antara murid dengan murid atau murid dengan guru. Sedangkan di Indonesia para siswa mebeli jajanan di luar sekolah maupun di kantin.

3. Mata pelajaran sedikit
Mata pelajaran di Jepang sedikit dan tidak akan berulang dalam seminggu, sedangkan di Indonesia tergolong cukup memiliki banyak mata pelajaran dan diajarkan secara berulang.

4. Pendidikan karakter
Di Jepang pada 3 tahun pertama siswa tidak diberikan ujian hal ini bertujuan untuk memfokuskan mereka belajar pendidikan karakter. Sedangkan di Indonesia memiliki beberapa ujian yang menjadi tolak ukur kelulusan bagi siswa.

5. Membaca
Di Jepang para siswa dibiasakan untuk membaca selama 10 menit sebelum memulai pelajaran. Sedangkan di Indonesia tidak terdapat pembiasaan membaca yang menyebabkan rendahnya minat baca peserta didik.

6. Perlengkapan sekolah
Di jepang peralatan sekolah disamakan hal ini bertujuan agar tidak ada siswa yang merasa kecil atau minder. Sedangkan di Indonesia masih menggunakan perlengkapan sekolah yang berbeda beda hal ini kadang menyebabkan ke minderan atau perasaan kecil dan iri.

7. Seragam sekolah
Di Jepang seragam hanya ada satu di setiap sekolah, sedangkan di Indonesia memiliki 3 seragam yang berbeda menyesuaikan hari

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 4

F. Riska Elisa 2213053249 གིས-
Nama : F Riska Elisa
NPM : 2213053249
Kelas : 3/I

Yang dapat saya simpulkan dari video berjudul "Pelajar Anti Korupsi" ialah kita sebagai pelajar hendak menolak dengan tegas tentang bentuk apapun dari korupsi. Karena korupsi merupakan penyakit bangsa yang harus dicegah mulai dari diri kita sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membiasakan diri kita untuk bersikap jujur mulai dari hal kecil sampai besar.
Contoh kecil kita sebagai pelajar yaitu dengan jujur dalam membeli atau membayar apa yang kita beli seperti bukan korupsi seperti pada Video tersebut menceritakan seorang pelajar yang melakukan korupsi uang fotokopian.

Selain itu pendidikan anti korupsi harus lah di terapkan salah kehidupan belajar dan mengajar di sekolah. Sehingga menjadikan anak bangsa yang anti korupsi.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

F. Riska Elisa 2213053249 གིས-
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249
Kelas : 3/I

Moral merupakan perilaku yang baik yang
menjadi karakter dari individu atau kelompok yang bisa di lihat dari cara berfikir bertindak dan merespon suatu keadaan. Dalam hal ini pancasila sebagai moral dari bangsa Indonesia yang menjadi
dasar perilaku dan acuan bangsa dan negara dalam mengambil sikap dan kebijakan. Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

Moral menrcerminkan karakteristik dari bangsa Indonesia itu sendiri. Indonesia terkenal dengan pluralisme yang dapat mempengaruhi etika dalam suatu masyarakat yang dikenal dengan aturan adat istiadat.

Pelanggaran etika yang terjadi di dalam masyarakat menyebabkan moral bangsa menjadi rendah. Karena kurangnya pengetahuan dalam hukum dan minimnya didikan mengenai moral, sehinggal hal berpengaruh tehadap perkembangan Indonesia. Untuk menumbuhkan moral
dan mencegah pelanggaran etika di dalam masyarakat diperlukanlah penegak dan upaya hukum. Penegakan hukum ini bisa dimulai dari dibuatnya undang- undang yang mengatur tentang etika masyarakat, sedangkan upaya hukum didirikan dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan moral kepada setiap individu. Oleh karena itu sebagai masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral keadaan ini harus segera diatasi.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

F. Riska Elisa 2213053249 གིས-
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada dua konflik kepentingan yang saling bertentangan dalam setiap kehidupan masyarakat.
Mereka adalah individualisme yang sangat menekankan pada titik kepentingan individu dan kolektivisme yang menekankan pada kepentingan masyarakat. Kenyataan tersebut sebenarnya dipahami sebagai
sifat alamiah dari masyarakat manusia itu sendiri. Itulah mengapa konflik, secara historis, masih berlangsung hingga
sekarang dan mungkin akan terus berlangsung hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Lebih dari itu, konflik tersebut sekarang sepenuhnya diwarnai oleh perilaku korupsi.

Dari pendekatan filosofi moralitas (etika),
bagaimanapun juga, tidak ada hal yang penting untuk mengakhiri konflik tersebut. Oleh karena itu, masalah yang penting adalah 'bagaimana masalahnya memadukan dua potensi yang ada di balik konflik tersebut'.Untuk mewujudkan hal tersebut, diyakini bahwa baik moralitas atau perilaku etis memiliki kekuatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu. Ada dua alasan, a) Kesadaran Moralitas, yaitu hati nurani merupakan kebebasan individu dan sumber daya kreativitas, dan, b) Norma-norma etis harus mampu mengarahkan kreatifitas individu dalam rangka meningkatkan perkembangan masyarakat. Akhirnya, dapat
disimpulkan bahwa masyarakat yang sarat dengan kesadaran moralitas harus ditumbuhkan dan berkembang, dan sebaliknya, masyarakat yang sarat dengan norma-norma etis harus diterapkan.

3I 2023 Pendidikan nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

F. Riska Elisa 2213053249 གིས-
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249
Kelas : 3/I

Di dalam video terlihat para siswa SD Negeri Glak Kabupaten SIKKA, membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pasalnya sekolah yang terletak di sebuah dusun terpencil ini, terpaksa harus melakukan kegiatan belajar-mengajar di teras kelas yang dipakai sebagai ruang kelas lantaran ketiadaan ruang kelas , sekolah ini hanya memiliki enam ruangan dimana lima ruangan dipakai sebagai ruang kelas dan satu ruangan sebagai ruang guru. Jangankan kelas, perpustakaan saja tidak dimiliki sekolah ini, meski begitu para siswa tetap bersemangat untuk bersekolah setiap hari mereka harus berjalan kaki hingga dua kilometer guna bisa belajar di sekolah. Disaat masa pandemic of 19 ketika pemerintah aktif mengkampanyekan belajar jarak jauh, sekolah ini tak mampu melaksanakannya karena di wilayah ini belum ada jaringan telekomunikasi sama sekali. Diharapkan kepada pemerintah supaya pemerintah segera membangunkan satu ruang kelas supaya anak aman belajar jadi pihak sekolah pun berharap pemerintah bisa membuka mata melihat keadaan mereka dengan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.