Posts made by F. Riska Elisa 2213053249

Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249

Tahap perkembangan Menurut Kholber di bagi menjadi 3 level yaitu
Level 1 : Pra- Konvensional
Terbagi menjadi 2 tahap yaitu
Tahap 1. Mengindari hukum
Pada tahap ini seseorang memiliki alasan untuk bertindak ataupun tidak untuk menghindari hukum.
Contohnya, seseorang yang mematuhi lampu lalulintas karena takut di tilang polisi.
Tahap 2. Keuntungan dan minat pribadi
Pada tahap ini tindakan dilakukan dengan memperhitungkan apa yang didapatkan olehnya.
Contohnya, seseorang membantu orang lain dengan berharap akan di bantu pula suatu saat nanti.

Level 2 : Konvensional
Terbagi menjadi 2 tahap yaitu
Tahap 3. Menjaga sikap orang baik.
Pada tahap ini seseorang memikirkan bagaimana kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya.
Contohnya ketika kita memilih untuk tidak bertengkar tidak dikarenakan pertengkaran itu tidak baik dan orang baik tidak melakukan pertengkaran.
Tahap 4 Memelihara peraturan
Pada tahap ini seseorang harus mematuhi peraturan jika tidak di patuhi maka keadaan akan kacau.
Contohnya ketika ketua melerai kedua temanya yang bertengkar karena ia berfikir bahwa peraturan harus di tegakan , jika tidak ada yg mematuhi keadaan akan kacau

Level 3 : Pasca Konvensional
Terbagi menjadi 2 tahap yaitu
Tahap 5 : Orientasi kontrak sosial
Pada tahap ini seseorang menyadari setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda .Tidak ada yang absolut atau pasti ketika melihat kasus , sehingga hak-hak individu harus dilihat bersamaan dengan hukum yang ada.
Tahap 6 : Prinsip etika universal
Pada tahap ini menggambarkan prinsip internal seseorang. Contohnya ketika kita melakukan hal yang kita anggap benar, meskipun hal tersebut bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249

Menurut saya, ada perbedaan yang besar antara trolley problem yg digambarkan dan nilai moral yg sebenarnya dalam kehidupan sehari2 yaitu pilihan.
Teori trolley problem adalah suatu kondisi seandainya kita gak punya pilihan lain selain A atau B, secara logisnya, mau tidak mau, pasti kita akan memilih mengorbankan yg lebih sedikit, atau memilih untuk tidak ikut campur. Permasalahannya adalah, dalam kehidupan sebagaimana pun, selalu ada jalan yg lebih baik. Dengan pilihan tidak mengorbankan orang lain tetapi ada opsi untuk mengorbankan diri. Selalu ada pilihan untuk tidak memulai perang, genosida, mendiskriminasi kaum minoritas. Ketika beberapa orang memilih untuk melakukan itu semua, artinya pada saat itu nilai moral mereka tidakberperan, karena nilai moral terlalu sempit untuk diukur menggunakan teori ini. Karena teori ini terlalu sederhana untuk mendalami luasnya nilai moral yg dimiliki manusia.
Nama : 2213053249
NPM. : 2213053249

Video diatas membahas mengenai beberapa peristiwa kekerasan di lingkungan sekolah, kekerasan ini meyebabkan korban jiwa serta terganggunya mental siswa. Kekerasan di lingkungan sekolah ini disebabkan karena kurangnya pengawasan dari orang tua dan guru saat di rumah dan di sekolah seperti kurangnya didikan,  pembinaan perilaku , kasih sayang serta kurangnya kepekaan terhadap anak.
Hal ini yang menyebabkan kekerasan  seperti pembullyan, perkelahian bahkan sampai pembunuhan terjadi. Maka dari itu pengajaran serta penanaman pendidikan nilai dan moral pada anak sangat penting agar kejadian kekerasan tidak terjadi kembali
Nama : F Riska Elisa
NPM : 2213053249

Indonesia sampai saat ini masih mengalami multidimensi di bidang pendidikan. Pendidikan dianggap telah gagal dalam membentuk manusia yang berkepribadian, beriman, menghargai perbedaan dan berakhlak mulia. Pendidikan juga gagal dalam mengembangkan nilai-nilai dalam diri peserta didik.
Penyebabnya ialah karena pendidikan nilai masih diajarkan dengan paksa untuk diketahui secara kognitif dan dilaksanakan. Keterpaksaan tersebut menyebabkan pengajaran pendidikan nilai tersebut tidak sampai menyentuh hati. Hasilnya sikap dan perilaku anak didik tidak berakar dari pengalaman nilai yang otentik.

Juga pengaruh perkembangan zaman saat ini , tidak dapat kita bendung ,akibatnya membuat anak penasran dengan nilai-nilai yang sedang trend. Adapun hal yang dapat kita lakukan sebagai pendidik yaitu mendampingi dan mendorong anak agar menjalani hidup dengan menggunakan nalar dan hati sehingga diharapkan mereja akan dapat mempertimbangkan keputusan yang akan diambil. Serta pembekalam dengan nalar dan hati yang benar, norma dan agama yang kuat, rasa nasionalisme yang benar, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.
Nama : F. Riska Elisa
NPM : 2213053249

Pendidikan berperan penting dalam pembentukan nilai dan moral pada peserta didik, dimana pendidikan juga menjadi tumpuan berbudaya masyarakat yang di harapkan dapat membentuk nilai-nilai kebaikan hal ini  mengarah pada kohesi siswa, iklim terbuka, komunikasi yang jujur, penguatan hubungan, seni mendengarkan, kepercayaan, bersikap positif kepada teman, ekspresi dan sentimen emosional, dan pertumbuhan harga diri. Karena hal tersebut selain menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh juga melakukan pembelajaran khusus yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. 

Penyelenggaraan pembelajaran Islami ini mengacu pada Qanun No 9 Tahun 2015 pergantian atas Qanun Aceh No 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembelajara pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam.
Selain pada pendidikan nasiaonal pengajaran pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan juga melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Pembelajaran ini dilakukan dengan berbasis serta berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.