གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Christin ananta putri 2213053061

Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

Menurut pendapat saya, hard skill adalah kemampuan teknis spesifik yang dapat diukur dan dipelajari, sedangkan soft skill adalah kemampuan umum yang berkaitan dengan ciri-ciri kepribadian dan keterampilan interpersonal yang sulit diukur tetapi dapat dikembangkan melalui interaksi dengan orang lain. Baik hard skill maupun soft skill penting untuk kesuksesan di tempat kerja.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

Analisis Jurnal 2
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Penulis: Lia Yuliana, M.Pd.

Pengertian moral
Menurut Sjarkawi, (2006: 28), mengemukakan bahwa moral merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Pendidikan moral bukan sesuatu yang dapat ditambahkan atau boleh dikaitkan pada pendidikan begitu saja, melainkan sesuatu yang hakiki dan bahkan menduduki tempat yang amat sentral dan strategis dalam pendidikan sehingga perlu dirancang secara khusus agar dapat mentransferkan makna pendidikan nilai moral yang hakiki menuju peradaban bangsa.

Nilai-nilai Moral
Menurut Henry Hazlitt ( 2003: 32) mengemukakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang. Menurut Sjarkawi, 2005: 29 Nilai moral diartikan sebagai isi mengenai keseluruhan tatanan yang mengatur perbuatan, tingkah laku, sikap dan kebiasaan manusia dalam masyarakat berdasarkan pada ajaran nilai, prinsip dan norma. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55) nilai moral memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berkaitan dengan tanggung jawab kita
2. Berkaitan dengan hati nurani
3. Mewajibkan
4. Bersifat formal
dalam moral yang menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan,Adapun nilai-nilai moral yang bersifat relativistic dikategorikan sebagai moral kesopanan.

Pengertian anak usia dini
Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami 5 proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri (Isjoni, 2009:24-26), diantaranya:
1. Usia 0-1 tahun, Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan. Mempelajari menggunakan panca indera. Mempelajari komunikasi sosial.
2. Usia 2-3 tahun, Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya. Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Dan mulai mengembangkan emosi.
3. Usia 4-6 tahun, Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan kegiatan. Perkembangan bahasa semakin baik, Perkembangan kognitif sangat pesat, Bentuk permainan anak masih bersifat individu.

Penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini
Hamid Darmadi, (2007: 56-57) Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu :
1. Metode Bermain, Dengan bermain banyak nilai-nilai moral dan sosial yang dapat diajarkan, diantaranya: a) Mengajarkan kepada anak agar mau bersosialisasi dan mampu bekerjasama dengan teman-teman sepermainan. b) Mengajarkan kepada anak agar memiliki sikap tenggang rasa, menolong sesama yang sedang membutuhkan, dan sebagainya.
2. Metode Bercerita, Melalui cerita dapat menyampaikan pesan-pesan atau informasi moral yang dapat menambah pengetahuan anak tentang nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Setelah bercerita dapat menyampaikan pesan-pesan moral misalnya sikap rendah hati, kejujuran, dll.
3. Metode Pemberia Tugas, Nilai moral yang dapat disisipkan melalui metode pemberian tugas individu antara lain: Melatih kesabaran seorang anak, mengajari untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah menjadi tugasnya. Belajar untuk menaati aturan yang telah disepakati bersama.
4. Metode Bercakap-cakap, Melalui bercakap-cakap pendidik mengajarkan aturan, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat, agar anak dapat menjalin hubungan dan dapat diterima oleh lingkungan sosial sekitar dengan baik.

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang Sekolah Dasar. Cara pelaksanaan penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini, pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini bisa dilakukan melalui pendidikan keluarga dan pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, pada jalur pendidikan formal dapat dilakukan melalui kegiatan pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan lingkungan bermain, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

Analisis Jurnal 1
Identitas Jurnal
Nama jurnal: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah
Volume: 1
Nomor: 1
Tahun: 2016
Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa di Sd Negeri Lampeuneurut
Penulis: Ruslan, Rosma Elly, Nurul Aini

Pembahasan
Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral mengenai persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga dibutuhkan kembali untuk menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu:
1. Penyalahgunaan sebagian ajaran moral,
2. Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral,
3. Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan),
4. Perkembangan Teknologi,
5. Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan
6. Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun, 2013:5).

Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal–hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal–hal yang baik yang bisa mengubah kepribadiannya menjadi lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian di SD Negeri Lampeuneurut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Guru di SD tersebut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosial, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggung jawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, bisa juga melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu, peserta didik di SD Negeri Lampeuneurut memiliki perilaku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkan penanaman nilai moral yang lainnya.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053061

Analisis Video 2
Pendidikan Moral di Sekolah Dasar
Pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan kelakuan yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat

Tahap-tahap perkembangan moral
1. Usia 6-12 bulan orangtua memandu mengendalikan dan melindungi bayi
2. Usia 12-18 bulan membuat komitmen dan patuh sesuai dengan keadaan merupakan awal tanda hati nurani perhatian terhadap objek yang cacat atau rusak mencerminkan cemasan diri dalam melakukan hal yang salah.
3. Usia 18-30 bulan anak mungkin menunjukkan perilaku menolong, rasa bersalah, malu, dan empati mendorong perkembangan moral akurasi terkait mainin dan ruang muncul.
4. Usia 30-36 bulan Atau si fisik berkurang lebih banyak verbal.
5. Usia 3-4 tahun akruIsma dan perilaku menolong yang lain menjadi lebih lazim motifnya untuk mendapat pujian dan menarik penolakan rasa bersalah dan kepedulian mengenai berbuat salah memuncak.
6. Usia 4-6 tahun penalaran moral makin fleksibel.
7. Usia 7-8 tahun penalaran moral makin fleksibel dan perilaku prososial meningkat agresi terutama jenis permusuhan berkurang.
8. Usia 9-11 tahun penalaran moral makin dipandu oleh rasa keadilan anak ingin menjadi baik untuk memelihara tatanan sosial, agresif beralih ke hubungan.
9. Usia 12-15 tahun moral mencerminkan peningkatan kesadaran akan keadilan dan pembuat aturan yang kooperatif.
10. Usia 16-20 tahun relativisme memainkan peran penting dalam penalaran moral
11. Usia 20-40 (dewasa muda) penilaian moral bisa menjadi lebih rumit
12. dewasa tengah pada usia 40 sampai 65 tahun penilaian moral bisa membeli lebih rumit
13. dewasa tua pada usia 65 tahun penilaian moral bisa menjadi lebih rumit.

Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di sekolah dasar
pada implikasi dalam KBM baik perkembangan pribadi dan sosial sangat diperlukan dalam belajar, anak kadang memerlukan teman untuk membantu proses belajar tapi kadang anak bisa melakukannya sendiri atau Mandiri.

Implikasi identitas gender dalam perkembangan moral anak sekolah dasar
yaitu guru sebaiknya mengajarkan murid mengenai identitas gender supaya mengontrol atau perilaku mereka Sesuai. Bukan hanya guru saja, tetapi orang tua juga memiliki peranan yang sangat

Permasalahan serta solusi perkembangan Moral anak di Sekolah Dasar
1. Hilangnya kejujuran, ketika anak sudah terbiasa bersikap bohong itu akan membuat anak menjadi pribadi yang pembohong dan akan ketakutan ketika bersikap jujur masalah ini sering terjadi di sekolah ataupun di tempat lainnya misalnya ketika sedang lafalkan ujian sekarang ada selesai siswa yang mencontek atau bekerjasama dengan temannya solusi atau untuk mengatasinya yaitu dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri akan jawabannya, mengajarkan anak untuk bersikap jujur.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab, Guru diharuskan untuk membimbing anak didiknya dan mengajarkan anaknya untuk memiliki rasa tanggungjawab misalnya ketika anak diberikan Tugas atau pekerjaan rumah ada saja siswa yang tidak mengerjakan tugasnya, solusi dari hilangnya rasa tanggung jawab yaitu mengajarkan anak untuk bersikap tanggungjawab hal terkecil yang bisa guru lakukan yaitu ketika ada siswa yang tidak mengerjakan Tugasnya akan diminta untuk maju kedepan dan mengerjakan soal yang akan diberikan oleh gurunya
3. rendahnya disiplin, misalnya masih saja ada siswa yang tidak tepat waktu untuk datang ke sekolah Jika ada siswa yang sedang terlambat ke sekolah sebaiknya guru dan kepala sekolah bersikap tegas jika guru tidak bersifat tegas akan membuat anak tersebut menjadi terbiasa
4. kurang bisa bekerjasama, misalnya tapi kerja kelompok, solusinya yaitu membiasakan anak untuk lebih banyak dalam kerjasama Jangan biarkan anak tidak aktif ketika kerjasama
5. Mengambil hak orang lain, misalnya mencuri, solusinya yaitu membiasakan anak untuk menerima apa ya dia miliki Dan tidak boleh mengambil hak milik orang lain.
Nama : Christin Ananta Putri
NPM : 2213053062

Analisis Video 1
Pendidikan Moral Tanggung Jawab Diri Dalam Keluarga

Tanggung jawab dalam keluarga meliputi:
1. Mendengar nasihat ayah
2. Membantu ibu
3. Menemani kakak
4. Menjaga keselamatan adik

Kepentingan tanggung jawab dalam keluarga yaitu agar hubungan di dalam keluarga menjadi erat, keselamatan keluarga terjamin, meringankan tugas keluarga, dan membanggakan keluarga.