Posts made by Bunga Gesyarini

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Bunga Gesyarini -
Teknik dalam menyusun draf wawancara untuk sejarah lisan adalah sebagai berikut:

Tentukan tujuan wawancara. Apa yang ingin Anda ketahui dari narasumber? Apakah Anda ingin mengumpulkan informasi tentang peristiwa sejarah tertentu, pengalaman hidup narasumber, atau perspektif narasumber tentang suatu isu?

Pilih narasumber yang tepat. Siapa yang paling tepat untuk diwawancarai tentang topik yang Anda pilih? Pastikan narasumber memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan topik wawancara.

Pelajari topik wawancara. Pelajari sebanyak mungkin tentang topik wawancara agar Anda dapat mengajukan pertanyaan yang tepat dan mendalam.

Susun daftar pertanyaan. Susun daftar pertanyaan yang akan Anda ajukan kepada narasumber. Pertanyaan harus jelas, singkat, dan lugas. Hindari mengajukan pertanyaan yang sugestif atau mengarahkan.

Urutkan pertanyaan. Urutkan pertanyaan dari yang umum ke yang spesifik. Anda juga dapat mengurutkan pertanyaan berdasarkan tema atau kronologi.

Tulis pertanyaan tambahan. Selain daftar pertanyaan utama, Anda juga dapat menyiapkan pertanyaan tambahan untuk diajukan kepada narasumber jika diperlukan.

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Bunga Gesyarini -
Teknik wawancara yang baik untuk sejarah lisan

- Lakukan persiapan yang matang. Sebelum melakukan wawancara, pewawancara harus melakukan persiapan yang matang, seperti mempelajari topik wawancara, menyusun daftar pertanyaan, dan mempersiapkan peralatan wawancara.
- Bangun rapport dengan narasumber. Ciptakan suasana yang nyaman dan santai agar narasumber merasa bebas dan terbuka untuk berbagi informasi.
- Ajukan pertanyaan yang terbuka dan lugas. Hindari mengajukan pertanyaan yang sugestif atau mengarahkan.
Dengarkan dengan penuh perhatian. Dengarkan dengan saksama apa yang dikatakan oleh narasumber dan ajukan pertanyaan tambahan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
- Hormati pendapat narasumber. Jangan menginterupsi atau memotong pembicaraan narasumber. Biarkan narasumber menyelesaikan perkataannya sebelum pewawancara mengajukan pertanyaan berikutnya.
- Akhiri wawancara dengan baik. Ucapkan terima kasih kepada narasumber atas waktu dan informasinya

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Bunga Gesyarini -
Ada tiga jenis wawancara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan sumber sejarah lisan, yaitu:

- Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang menggunakan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Pewawancara akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada narasumber secara berurutan. Jenis wawancara ini cocok untuk mengumpulkan informasi yang spesifik dan dapat diukur.

- Wawancara semi terstruktur
Wawancara semi terstruktur adalah wawancara yang menggunakan daftar pertanyaan sebagai panduan, tetapi pewawancara juga dapat mengajukan pertanyaan tambahan yang relevan dengan topik wawancara. Jenis wawancara ini cocok untuk mengumpulkan informasi yang lebih mendalam dan eksploratif.

- Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang tidak menggunakan daftar pertanyaan. Pewawancara akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber secara bebas, mengikuti alur percakapan. Jenis wawancara ini cocok untuk mengumpulkan informasi yang lebih personal dan subjektif.

Ada beberapa teknik wawancara yang baik untuk mengumpulkan sumber sejarah lisan:

1. Lakukan persiapan yang matang.
2. Ciptakan suasana yang nyaman dan santai agar narasumber merasa bebas dan terbuka untuk berbagi informasi.
3. Ajukan pertanyaan yang terbuka dan lugas. Hindari mengajukan pertanyaan yang sugestif atau mengarahkan.
3. Hormati pendapat narasumber. Jangan menginterupsi atau memotong pembicaraan narasumber.
4. Akhiri wawancara dengan baik. Ucapkan terima kasih kepada narasumber atas waktu dan informasinya

PSPS_SLTL_Kelas A_Ganjil_2023/2024 -> Forum Diskusi

by Bunga Gesyarini -
Sejarah lisan adalah salah satu sumber sejarah yang diperoleh dari tuturan atau perkataan yang disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. Sejarah lisan dapat berupa kesaksian lisan, tradisi lisan, atau cerita rakyat
Sejarah lisan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Saksi lisan adalah sumber sejarah lisan yang diungkapkan oleh pelaku yang terlibat secara langsung dalam peristiwa sejarah yang berkaitan.
Tradisi lisan adalah sumber sejarah lisan berupa pesan atau kesaksian yang diturunkan secara turun temurun dalam suatu tradisi atau kebudayaan. Tradisi lisan dapat berbentuk mitos, legenda, dongeng, dan cerita rakyat.