Posts made by Tantri Ayu Ratna Sari 2213053269

Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269
analisis video 1
Video tersebut membahas mengenai topik etika, moral, dan nilai-nilai dalam masyarakat. Beberapa poin yang dapat diambil yaitu:

Hubungan antara Nilai dan Moral
Di dalam video disebutkan bahwa nilai dan moral saling berkaitan. Ia menjelaskan bahwa keduanya berusaha untuk membimbing manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam kehidupan sosial dan berbangsa dan salah satu pembicara lainnya mulai menjelaskan mengenai etika dan moral. Etika adalah aturan perilaku yang digunakan untuk mengukur perilaku seseorang, sementara moral adalah dorongan internal yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang benar atau baik.

Pembicara di dalam video juga menyebutkan bahwa moral dapat mendorong manusia untuk bertindak sesuai kewajiban atau keharusan, dan ini adalah cara untuk mengukur perilaku yang benar. Serta dalam percakapan tersebut juga terdapat contoh etika dan moral yang disebutkan. Salah satunya adalah tentang tidak membuang sampah sembarangan sebagai tindakan yang baik dalam masyarakat. Ini merupakan contoh etika dan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam video juga disebutkan mengenai pentingnya toleransi, etika yang baik, dan peningkatan kemampuan. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti toleransi dan peningkatan pengetahuan atau skill juga dianggap penting dalam pembahasan yang ada di video.

Percakapan tersebut terlihat memiliki fokus pada pemahaman konsep etika, moral, dan nilai-nilai dalam konteks sosial dan individu. Mereka mencoba menyampaikan pentingnya memiliki pandangan etis dan perilaku moral dalam masyarakat serta pentingnya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan.
Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269

Artikel ini memberikan analisis komprehensif tentang pendidikan nilai moral di berbagai negara, menyoroti pentingnya nilai instrumental dan terminal, klasifikasi nilai, dan pengaruh ideologi terhadap pendidikan moral. Bab ini juga membahas kritik terhadap tahapan perkembangan moral Kohlberg dan pentingnya pandangan dunia yang sistemik dan holistik dalam mengatasi isu-isu global.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam artikel ini adalah pentingnya nilai-nilai instrumental dan terminal dalam pendidikan moral. Nilai-nilai instrumental berfungsi sebagai perantara yang menuju pada nilai-nilai terminal, yang melekat dan tersembunyi di balik nilai-nilai instrumental. Hal ini menyoroti perlunya pendekatan komprehensif terhadap pendidikan moral yang mencakup sarana dan tujuan.
Pasal tersebut juga menekankan pada pengklasifikasian nilai, meliputi nilai terminal dan instrumental, nilai intrinsik dan ekstrinsik, nilai personal dan sosial, serta nilai subjektif dan objektif. Klasifikasi ini membantu untuk memahami keterkaitan dan ketidakterpisahan nilai-nilai. Artikel tersebut menyarankan bahwa pendidikan nilai moral harus menggabungkan semua klasifikasi ini untuk memberikan pemahaman nilai yang holistik.
Selanjutnya artikel membahas tentang pengaruh ideologi terhadap pendidikan moral. Buku ini menyoroti perbedaan latar belakang ideologi negara-negara seperti india, Malaysia, India, dan Tiongkok, dan bagaimana ideologi-ideologi tersebut membentuk pendidikan nilai-nilai moral di masing-masing negara. Misalnya Pancasila di india, federalisme di India, Islam di Malaysia, dan komunisme sosialis di Tiongkok semuanya berperan penting dalam membentuk sistem pendidikan moral.
Artikel ini juga mengkritik tahapan perkembangan moral Kohlberg, dengan menunjukkan kurangnya bukti empiris untuk tahap 5 dan tidak adanya bukti empiris untuk tahap 6. Artikel ini menyoroti kritik dari Gilligan, yang berpendapat bahwa perempuan memiliki proses pengambilan keputusan moral yang berbeda dibandingkan dengan perempuan. laki-laki, dengan perempuan lebih mengutamakan “tanggung jawab” daripada “hak”.
Selain itu, artikel tersebut menekankan pentingnya pandangan dunia yang sistemik dan holistik dalam mengatasi permasalahan global. Disebutkannya tesis Fritjof Capra yang menganjurkan pandangan dunia yang sistemik dan holistik yang mempertimbangkan keterhubungan seluruh aspek kehidupan. Perspektif ini dipandang sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan global seperti perang, etika, dan kelestarian lingkungan.

Kesimpulannya, artikel ini memberikan analisis secara rinci tentang pendidikan nilai moral, membahas pentingnya nilai instrumental dan terminal, klasifikasi nilai, pengaruh ideologi, dan kritik terhadap tahapan perkembangan moral Kohlberg. Laporan ini juga menyoroti pentingnya pandangan dunia yang sistemik dan holistik dalam mengatasi permasalahan global. Analisis ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pendidikan nilai-nilai moral dan nya
Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269

Artikel tersebut membahas permasalahan pendidikan nilai moral di beberapa negara yaitu india, Malaysia, India, dan China. Negara-negara tersebut mewakili latar belakang ideologi yang berbeda, seperti Pancasila di india, federalisme di India, Islam di Malaysia, dan komunisme sosialis di Tiongkok.
Artikel tersebut juga menyebutkan pentingnya nilai instrumental dan terminal dalam pendidikan moral. Nilai-nilai instrumental berfungsi sebagai perantara yang menuju pada nilai-nilai terminal, yang melekat dan tersembunyi di balik nilai-nilai instrumental. Pendidikan nilai moral hendaknya dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan, khususnya pada pendidikan dasar dan menengah, serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi spesifik masing-masing negara berdasarkan ideologinya.
Artikel ini membahas lebih lanjut tentang klasifikasi nilai, meliputi nilai terminal dan instrumental, nilai intrinsik dan ekstrinsik, nilai pribadi dan sosial, serta nilai subjektif dan objektif. Kategorisasi nilai mencakup enam klasifikasi: nilai teoritis, ekonomi, estetika, sosial, politik, dan agama. Nilai-nilai tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dan dapat ditanamkan melalui pendidikan nilai moral.
Artikel tersebut juga menyebutkan kritik terhadap tahapan perkembangan moral Kohlberg, yang tidak memiliki bukti empiris untuk tahap 5 dan tidak memiliki bukti empiris untuk tahap 6. Gilligan berpendapat bahwa perempuan memiliki perbedaan dalam pengambilan keputusan moral dibandingkan dengan laki-laki, dengan laki-laki lebih mengutamakan “hak”. dan perempuan mengutamakan “tanggung jawab”.
Lebih lanjut, artikel tersebut menyoroti pentingnya pandangan dunia yang sistemik dan holistik dalam membangun kehidupan manusia. Ia menyebut tesis Fritjof Capra sebagai solusi yang didasarkan pada pandangan dunia yang sistemik dan holistik, bukan pandangan individualistis yang parsial.
Artikel ini juga membahas pentingnya nilai-nilai moral dalam konteks isu-isu global, seperti perang, etika, dan kelestarian lingkungan. Laporan ini menekankan bahwa pada abad ke-20, waktu yang dihabiskan untuk perang melebihi waktu yang dihabiskan untuk perdamaian. Para ilmuwan kini mengakui bahwa sains tidak bebas nilai dan bahwa nilai-nilai melekat dalam penelitian ilmiah.
Singkatnya, artikel ini memberikan analisis pendidikan nilai moral di berbagai negara, menyoroti pentingnya nilai instrumental dan terminal, klasifikasi nilai, dan pengaruh ideologi terhadap pendidikan moral. Hal ini juga membahas kritik terhadap tahapan perkembangan moral Kohlberg dan pentingnya pandangan dunia yang sistemik dan holistik dalam mengatasi masalah global.
Nama: Tantri Ayu Ratna Sari
NPM: 2213053269
Video ini membahas mengenai tragedi di dunia pendidikan Indonesia di mana seorang siswa dilaporkan telah menganiaya gurunya sendiri. Korban dalam kasus ini adalah seorang guru bernama Ahmad Budi Cahjono, yang meninggalkan istri yang sedang hamil 5 bulan. Selain itu, video lain juga menunjukkan seorang murid sekolah menengah pertama yang tampaknya ingin mengajak duel dengan kepala sekolahnya, menunjukkan sikap yang arogan dan tidak takut kepada guru dan kepala sekolah.

Diskusi dalam video mencerminkan keprihatinan atas kondisi moral anak-anak di Indonesia dan bagaimana sulitnya mengendalikan perilaku mereka. Pertanyaan pun muncul, apakah moral anak-anak saat ini sulit diatur atau apakah mereka semakin bebas untuk melakukan tindakan agresif seperti ini?
Berikut ada beberapa poin yang dapat diambil dari video ini yaitu:
1. Tingkat Kekerasan Anak-Anak
Data yang disebutkan dalam video menunjukkan bahwa kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak, baik sebagai pelaku maupun korban, telah mengalami peningkatan sejak 2014. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2017, tetapi tetap menjadi isu yang perlu diperhatikan.
2. Penyebab Kekerasan
Video membahas bahwa perilaku anak-anak ini tidak muncul begitu saja, tetapi ada penyebab di baliknya. Hal ini bisa berkaitan dengan pola pengasuhan di rumah dan bagaimana guru mengelola kelasnya. Guru perlu memiliki keterampilan dalam menghadapi siswa dengan perilaku yang berbeda.
3. Kompetensi Guru
Diskusi menyoroti bahwa guru harus memiliki kompetensi lebih dari sekadar pengetahuan. Mereka juga harus dilengkapi dengan kompetensi kepribadian dan sosial untuk dapat mengelola siswa dengan berbagai perilaku.
4. Pelatihan Guru
Ada kritik terhadap pelatihan guru yang saat ini lebih fokus pada pengetahuan dan penilaian kompetensi guru (UKG) yang lebih berfokus pada pengetahuan profesi dan pedagogi. Kompetensi kepribadian dan sosial juga perlu ditekankan dalam pelatihan guru.
5. Emosi dan Stres Anak-Anak
Video membahas bagaimana anak-anak mungkin kesulitan mengelola emosi mereka. Mereka mungkin impulsif dan reaktif, terutama saat emosi mendominasi tanpa pertimbangan konsekuensi. Tingkat toleransi terhadap stres dan frustrasi juga menjadi perhatian.
6. Tuntutan Sekolah dan Informasi
Beberapa pertanyaan diajukan mengenai apakah lebih penting bagi anak-anak untuk memiliki kemampuan mengelola emosi atau untuk belajar pelajaran sekolah. Dalam konteks tuntutan modern, informasi yang berlimpah dan tuntutan akademis yang tinggi juga dapat memengaruhi kesejahteraan emosional anak-anak.

Kesimpulannya, video ini membawa isu penting tentang pendidikan dan moral anak-anak di Indonesia. Ini menyoroti perlunya pendekatan holistik dalam pembekalan guru dan pendidikan yang mencakup aspek kepribadian dan sosial, bukan hanya pengetahuan akademis. Diperlukan perubahan dalam sistem pendidikan dan pengasuhan agar dapat membantu anak-anak mengelola emosi, mengatasi stres, dan tumbuh menjadi individu yang lebih baik secara moral.