Kiriman dibuat oleh ALYA RIFA DWI PANGESTU 2213053152

Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Nilai hardskill adalah keterampilan atau keahlian yang bisa diukur biasanya hard skill dapat diperoleh melalui program pendidikan atau pelatihan formal dan hasilnya bisa dilihat dalam bentuk sertifikasi, nilai, dan gelar kuliah.Sedangkan nilain softskill adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu secara alami seperti kecerdasan, baik emosional maupun sosial.
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Sebagai generasi muda kita harus bisa melihat mana yang baik dan buruk untuk kita. Di permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan, kemudian penggunaan obat terlarang, penistaan agama, tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua. Permasalahan tersebut merupakan polemik yang sangat memprihatinkan.

Tiga persamaan etika moral
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan,tingkah laku,dan perbuatan.
2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia.
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang.
Terdapat berbagai macam aturan yang terkandung dalam nilai-nilai seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran, dan lainnya. Etika dan moral sering kita lupakan,seperti tidak mencium tangan kedua orangtua sebelum pergi keluar rumah, tidak meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan, tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah, tidak saling menghormati,berbohong kepada orang tua. Dalam mengembangkan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya yaitu sekolah.Karena melalui pendidikan, perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik, serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap individu di mana ia berinteraksi. Dari interaksi dengan lingkungan pertama inilah individu memperoleh unsur-unsur dan ciri-ciri dasar daripada kepribadiannya.Individu itu perlu pada keluarga bukan hanya pada tingkat awal hidupnya dan pada masa kanak-kanak, tetapi ia memerlukannya sepanjang hidupnya, sebab di dalam keluargalah, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, orang tua maupun manula mendapatkan rasa kasih sayang, rasa tenteram dan ketenangan.Peranan pendidikan yang sepatutnya dipegang oleh keluarga bagi anggota- anggotanya secara umum adalah peranan yang paling pokok dibanding dengan peranan-peranan lain.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEMEROSOTAN MORAL
1.Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2.Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3.Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah
tangga, sekolah maupun masyarakat.
4.Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5.Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti
hamil.
6.Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, kesenian-
kesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7.Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan
cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.
8.Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi
anak-anak dan pemuda-pemuda.
9.Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi.

PROSES PENDIDIKAN NILAI MORAL UNTUK MENGATASIKENAKALAN REMAJA DALAM KELUARGA
1.Penanaman pendidikan keimanan sejak dini kepada anak-anak.
2.Menanamkan pendidikan moral kepada anak-anak.
3.Menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Sekolah sebagai tempat demokratis yang didedikasikan untuk membentuk pemberdayaan diri dan sosial. Dalam arti ini, sekolah adalah tempat publik bagi peserta didik untuk dapat belajar pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk hidup dalam demokrasi yang sesungguhnya. Peserta didik belajar wacana tentang organisasi umum dan tanggung jawab sosial. Dalam konteks inilah, guru berfungsi untuk mewujudkan peserta didik agar menjadi warga negara yang aktif dalam masyarakat yang demokratis.Dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif.
Alya Rifa Dwi Pangestu
2213053152

Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa ada seorang siswa yang memiliki sikap tidak sopan terhadap guru yang sedang menjelaskan materi didalam kelas. Lalu, guru tersebut memberikan hukuman terhadap siswa tersebut dengan meminta siswa tersebut untuk meninggalkan kelas saat jam belajar berlangsung,perlakukan tersebut dilakukan guru untuk memberikan pelajaran kepada siswa tersebut.Peristiwa selanjutnya, terdapat dua murid yang merokok dan meminum-minuman keras saat pulamg sekolah,lalu guru mengetahui perbuatan mereka dan langsung memberikan nasehat kepada kedua siswa tersebut.Dapat disimpulkan bahwa pendidikan nilai dan moral sangat penting untuk moral peserta didik. Dengan pendidikan moral generasi selanjutnya dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.