Kiriman dibuat oleh Siti Nurhaliza

Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028

Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan moral di lingkungan keluarga untuk mencegah kenakalan remaja dan menekankan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran dalam membentuk moral dan nilai-nilai anak-anak Keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama, pertama karena keluarga
merupakan lingkungan awal sebelum anak itu mengenal luar dan utama karena
keluarga menjadi lingkungan sosial dan emosional dimana hal itu sangat
memberikan kualitas pengalaman sehingga menjadi faktor determinan untuk
pembentukan kepribadian seorang anak.
Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian orang dimana saja,
baik dalam masyarakat yang telah maju, maupun dalam masyarakat yang masih
terbelakang. Karena kerusakan moral seseorang mengganggu ketenteraman yang
lain.
Dengan demikian pengertian moral dapat dipahami dengan
mengklasifikasikannya sebagai berikut:
1. Moral sebagai ajaran kesusilaan, berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan
tuntutan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan meningalkan perbuatan
jelek yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat.
2. Moral sebagai aturan, berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk
menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya buruk.
3. Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan, seperti
berani, jujur, sabar, gairah dan sebagainya Sofyan Sauri, 2010: 34).
Lingkungan keluarga sangat besar peranannya dalam pendidikan nilai moral
keagamaan, karena di lingkungan keluargalah anak-anak pertama kali menerima
pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan anak Agar anak-anak memiliki moral yang baik dan terhindar dari pelanggaran-
pelanggaran moral, maka perlu adanya pembinaan sejak dini kepada anak-anak
dalam keluarga dan adanya kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sebaik apa pun pendidikan moral dalam keluarga tanpa adanya dukungan dari
sekolah dan masyarakat, sulit bagi anak-anak untuk memiliki moral yang baik.
Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028

Jurnal tersebut mambahas pentingnya pendidikan moral disekolah dalam membentuk generasi bangsa yang berkualitas dan pentingnya pendidikan moral di sekolah sebagai bagian integral dari pengembangan siswa sebagai manusia utuh, serta perlunya pendekatan yang komprehensif dalam perencanaannya. Ini menciptakan kesadaran akan kebutuhan akan pendidikan moral yang baik di lingkungan sekolah.
jurnal tersebut membahas komponen pendidikan moral disekolah
-Peran Pendidik Moral hal inimenekankan bahwa peran pendidik moral di sekolah tidak hanya terbatas pada guru. Seluruh staf sekolah dan komite sekolah memiliki tanggung jawab untuk membantu membangun moral siswa. Guru dianggap sangat penting dalam membentuk moral siswa, dan sekolah diharapkan menjadi ruang publik yang demokratis yang mendorong pemberdayaan sosial dan pertumbuhan siswa dalam berbagai aspek.
-Materi Pendidikan Moral Materi pendidikan moral mencakup nilai-nilai moral dalam berbagai konteks, seperti hubungan dengan diri sendiri, sesama manusia, alam, dan hubungan dengan Tuhan. Ini mencakup nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan banyak lagi. Dalam konteks Indonesia, pendidikan agama dan nilai-nilai moral agama memiliki tempat khusus dalam kurikulum, tetapi harus selalu diiringi dengan sikap toleransi.
- Metode Pendidikan Moral menyajikan berbagai metode untuk pendidikan moral, termasuk inkulkasi nilai, keteladanan, klarifikasi nilai, fasilitasi nilai, dan keterampilan nilai moral. Setiap metode memiliki pendekatan yang berbeda dalam menanamkan nilai-nilai moral dalam diri siswa. Ini mencerminkan pentingnya fleksibilitas dalam pendekatan untuk memengaruhi moral siswa.
- Evaluasi Pendidikan Moral: Evaluasi dalam pendidikan moral harus mencakup tiga ranah, yaitu penalaran moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Ini berarti mengukur pemahaman, emosi, dan tindakan siswa terkait dengan nilai-nilai moral. Evaluasi perilaku moral seringkali dilakukan melalui observasi yang cermat, dan tujuannya adalah mengukur perilaku yang mencerminkan karakter moral yang diinginkan.
hal ini menekankan pentingnya pendidikan moral yang komprehensif dan mencakup peran guru, materi, metode, dan evaluasi untuk membentuk karakter moral siswa. dan komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh.Dengan memperhatikan komponen- komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal.
Nama : Siti Nurhaliza
Npm : 2253053028

Video kedua ini membahas mengenai pendidikan moral disekolah dasar.
Pada video tersebut dijelaskan bahwa pendidikan moral adalah usaha yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan, yang dilakukan peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sesuai dengan nilai dan moral masyarakat setempat.
Tahap tahap perkembangan Moral
1. usia 6-12 bulan
2. usia 12-18 bulan
3. usia 18-30 bulan
4. usia 30-36 bulan
5. usia 3-4 tahun
6. usia 4-6 tahun
7. usia 7-8 tahun
8. usia 9-11 tahun
9. usia 12-15 tahun
10. usia 16-20 tahun
11. Dewasa muda(usia 20-40 tahun)
12. Dewasa tengah (usia 40-65 tahun)
13. Dewasa Tua ( usia 65 tahun )
video tersebut juga menjelaskan tentang Implikasi perkembangan sosial dan pribadi anak dalam KBM di Sekolah Dasar.
Nama : Siti Nurhaliza
Npm : 2253053028

Video tersebut membahasa mengenai tanggung jawab dalam keluarga.
Seperti mendengarkan nasihat ayah, membantu ibu,menemani kakak dan menjaga keselamatan adik.
apabila kita melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga dengan baik maka keluarga akan merasa bangga dan hubungan antar keluarga akan semakin erat. Selain itu apabila kita melaksanakan tanggung jawab dengan baik maka ayah dan ibu beserta keluarga akan sayang kepada kita.
Secara keseluruhan vidio tersebut mengajarkan kita pentingnya tanggung jawab dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari, serta mengajak para siswa untuk menjadi anak yang bertanggung jawab
Nama : Siti Nurhaliza
NPM : 2253053028

Judul: Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini

Jurnal ini membahas pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini
Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.. Dari pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran, prinsip, atau norma. Akan tetapi lebih konkret dari itu, moral juga sering dimaksudkan sudah berupa tingkah laku, perbuatan, sikap atau karakter yang didasarkan pada ajaran nilai, prinsip atau norma.
-Moral sebagai seperangkat ide-ide tentang tingkah laku dengan warna dasar tertentu yang dipegang oleh sekelompok manusia dalam lingkungan hidup tertentu.
-Moral adalah ajaran tentang tingkah laku hidup yang berdasarkan pandangan hidup atau agama tertentu.
-Moral sebagai tingkah laku hidup manusia yang mendasarkan pada kesadaran bahwa ia terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik, sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungannya.
dalam moral yang menjadi tolak ukur suatu perbuatan itu bernilai baik atau buruk adalah adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Nilai-nilai moral yang bersifat objectivistic dikategorikan sebagai moral kesusilaan, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, tanggung jawab

jurnal ini juga membahas metode-metode penanaman nilai-nilai moral pada anak usia dini.
-Metode Bermain: Melalui bermain, anak-anak dapat belajar nilai-nilai moral seperti bersosialisasi, bekerjasama, tenggang rasa, berbagi, dan tata bicara yang sopan. Mereka juga dapat memahami aturan-aturan di berbagai konteks.
-Metode Bercerita: Cerita dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral seperti rendah hati, kejujuran, dan sikap toleransi. Anak-anak diajarkan untuk menyayangi orang lain, bukan hanya keluarga.
-Metode Pemberian Tugas: Melalui pemberian tugas individu, anak-anak belajar kesabaran dan tanggung jawab. Dalam kelompok, mereka diajarkan bekerja sama dan bersosialisasi.
-Metode Bercakap-cakap: Bercakap-cakap membantu perkembangan komunikasi anak dan mengajarkan aturan, nilai, dan norma sosial. Misalnya, anak diajarkan cara bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua.
Seluruh metode ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral anak usia dini serta membantu mereka berintegrasi dalam masyarakat dengan baik.