Posts made by Ngusman Aris 2213053202

Nama : Ngusman Aris
NPM : 2213053202
Kelas : 2/A
Prodi : PGSD
Post Test

A. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawab : Dari teks tersebut, saya menyimpulkan bahwa dalam rangka penegakan HAM di Indonesia masih memiliki banyak hambatan dan tantangan, misalny seperti kembalinya rezim otoritarian yang mana hal ini adalah sebuah ancaman nyata. Pemerintah banyak andik dalam kemacetan penegakan HAM yang terjadi, misalnya mereka bertindak sewenang-wenang dalam aturan dan tidak memberikan keadilan terhadap para pelanggar hukum HAM.

Hal positif yang dapat saya ambil yaitu saya mengetahui bahwa HAM di Indonesia belom terlaksana dengan baik, sehingga saya bisa turut andil untuk meningkatkan penegakkan HAM, seperti dari lingkup kecil terlebih dahulu yaitu diri saya probadi.

B. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa ?
Jawab : Demokrasi Indonesia, dari segi perspektif adat istiadat dan budaya masyarakat Indonesia, memiliki beberapa elemen yang khas dan berbeda dengan konsep demokrasi di negara lain. Nilai-nilai adat istiadat tersebut dapat mempengaruhi pemahaman dan praktik demokrasi di Indonesia. Salah satu nilai adat istiadat yang mendasar dalam masyarakat Indonesia adalah gotong royong atau kerja sama kolektif. Konsep gotong royong mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, saling membantu, dan saling peduli antara anggota masyarakat. Nilai-nilai ini dapat mendukung pembentukan dan pelaksanaan demokrasi yang inklusif.

Pendekatan berke-Tuhanan yang Maha Esa dalam prinsip demokrasi Indonesia merupakan cerminan dari nilai-nilai religius yang mendalam di masyarakat Indonesia. Prinsip ini menegaskan bahwa demokrasi Indonesia mengakui dan menghargai keberagaman agama, serta menempatkan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan moral dalam menjalankan negara.

C. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab : Praktik demokrasi di Indonesia saat ini melibatkan berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam konteks Pancasila, UUD 1945, dan nilai-nilai hak asasi manusia. Meskipun belum sempurna, upaya terus dilakukan untuk memastikan agar praktik demokrasi Indonesia tetap sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut. Nilai hak asasi manusia juga merupakan bagian penting dalam praktik demokrasi Indonesia. Prinsip-prinsip hak asasi manusia, seperti kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, kebebasan berekspresi, perlindungan terhadap diskriminasi, dan hak-hak dasar lainnya, harus dijunjung tinggi dan dihormati dalam setiap aspek kehidupan masyarakat dan negara. Namun dalam pelaksanaan demokrasi, pastinya akan ada beberapa masalah yang akan timbul yang menganggu jalannya demokrasi. Dalam menghadapi hal tersebut, pemerintah terus berupaya untuk menghadapi dan mencegah hal tersebut timbul.

D. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawab : Situasi di mana anggota parlemen mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri, yang berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat, dapat dianggap sebagai pengkhianatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya melayani kepentingan publik. Mereka seharusnya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi rakyat yang mereka wakili, bukan hanya agenda politik pribadi atau kelompok mereka. Hal seperti ini dapat merusak integritas demokrasi dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik.

E. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawab : Kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama dapat memiliki pengaruh besar terhadap massa dan masyarakat dalam banyak situasi. Ketika pihak-pihak dengan kekuasaan semacam itu memanipulasi loyalitas dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak jelas atau bahkan merugikan, hal tersebut dapat menjadi ancaman terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Manipulasi loyalitas dan emosi rakyat oleh pihak-pihak dengan kekuasaan kharismatik dapat melanggar hak asasi manusia. Ketika rakyat diperlakukan sebagai tumbal atau dimanipulasi untuk tujuan yang tidak jelas atau merugikan, hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia, seperti hak atas kehidupan, kebebasan berpikir, ekspresi, dan partisipasi politik yang bebas.
Nama: Ngusman Aris
NPM: 2213053202
Kelas: 2A
Prodi: PGSD
Pretest

Ketahanan nasional secara etimologi adalah mampu, kuat, dan tangguh dari sebuah bangsa dalam pengertian politik. Sedangkan secara terminologi, pengertian ketahanan nasional dapat dilihat berdasarkan 3 hal, yaitu
1. Berdasarkan wajah ketahanan nasional Indonesia (Asta Gatra/3 wajah ketahanan nasional).
2. Berdasarkan dimensi dan ketahanan nasional berlapis (ideologi, politik, sosial, ekonomi, san budaya).
3. Bela negara sebagai upaya mewujudkan ketahanan nasional (pasal 27 ayat 3 UUD NRI 1945).

6 aspek yang dapat mewujudkan ketahanan nasional antara lain:
1. Aspek ekonomi → mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
2. Aspek Sosial Budaya →mewujudkan kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarakat Indonesia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, serta mampu memfilter budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.
3. Aspek pertahanan dan keamanan →harus semangat dan memiliki ketangguhan dan keuletan dalam menghadapi segala tantangan, baik yang datang dari luar maupun dalam yang mengancam ketahanan nasional.
4. Aspek ilmu pengetahuan →penguatan dalam sistem pendidikan dan teknologi dan mewujudkan masyarakat yang mengikuti kemajuan IPTEK.
5. Aspek ideologi →mengamalkan Pancasila dan menguatkan pendidikan moral Pancasila.
6. Aspek Politik →Untuk politik dalam negeri adalah menciptakan politik yang adil dan mewujudkan politik 3 arah, antara pemerintah dan masyarakat. Upaya untuk politik luar negeri adalah meningkatkan kerjasama Internasional dan juga mengembangkan sistem politik luar negeri untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama dengan negara-negara lain.