Posts made by Nadia Ayu Nurjanah 2213053119

Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119

ANALISIS VIDEO
Dari video yang telah saya simak dengan judul “PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL” maka dapat disimpulkan bahwa, Pendekatan Pentahelix dalam pendidikan nilai dan moral adalah sebuah kerangka kerja yang mengintegrasikan lima pilar utama, yaitu pemerintah, bisnis/industri, akademisi, masyarakat sipil, dan media, untuk bekerja sama dalam membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral dalam masyarakat. Pendekatan ini mengakui bahwa pendidikan nilai dan moral tidak hanya tanggung jawab sekolah dan keluarga, tetapi juga melibatkan kontribusi yang signifikan dari berbagai pihak dalam masyarakat. Dengan bekerja bersama, kelima pilar tersebut dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih holistik dan beragam, yang membantu mendorong perkembangan moral dan etika individu, serta mempromosikan nilai-nilai positif dalam masyarakat secara keseluruhan. Pendekatan Pentahelix dalam pendidikan nilai dan moral didasarkan pada pemahaman bahwa pembentukan karakter dan nilai-nilai moral dalam masyarakat adalah tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah, bisnis/industri, akademisi, masyarakat sipil, dan media. Dasar dari pendekatan ini adalah keyakinan bahwa pembelajaran nilai dan moral tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah atau keluarga, melainkan juga dalam interaksi sosial yang lebih luas. Kolaborasi antara kelima pilar ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter yang kuat, membantu masyarakat memahami nilai-nilai moral yang positif, serta mempromosikan etika dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan di berbagai sektor masyarakat. Dengan demikian, pendekatan Pentahelix menjadi dasar bagi upaya untuk meningkatkan kesadaran moral dan nilai-nilai positif dalam masyarakat secara lebih komprehensif dan terintegrasi.
Nama Jurnal : Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg
Vol dan No : (6) dan (2)
Halaman : 131 - 145
Tahun Terbit : September 2019
Penulis : Enung Hasanah

ANALISIS :
Kohlberg mengidentifikasi beberapa isu filosofis mendasar yang menjadi dasar studi perkembangan moral, seperti pertanyaan tentang bagaimana mendefinisikan konsep yang adil secara budaya. Psikolog yang mempelajari moral atau perkembangan moral harus menghadapi tantangan terkait relativisme moral atau netralitas nilai, yang berakar dari kata-kata "moral" dan "pengembangan" yang membawa nilai-nilai. Relativisme moral adalah pandangan bahwa nilai-nilai moral bervariasi di antara berbagai budaya dan masyarakat, sehingga tidak bersifat universal. Untuk menentukan tahapan perkembangan moral seseorang, Kohlberg mengembangkan alat penelitian untuk mengkategorikan proses penalaran individu ketika mereka dihadapkan pada dilema moral. Individu diminta memberikan solusi langsung terhadap dilema tersebut dan menjelaskan mengapa mereka membuat keputusan seperti itu. Dalam penelitian ini, responden adalah siswa Sekolah Dasar berusia antara 11-12 tahun. Berdasarkan teori Kohlberg, pada umumnya anak-anak berusia sekitar 10-13 tahun berada pada tahap pra-konvensional. Hasil analisis data dengan menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg menunjukkan bahwa anak-anak usia 11-12 tahun umumnya berada pada tahap pra-konvensional, khususnya pada tahap 1 tahap ½ yang paling umum, diikuti oleh tahap 2 dan 2/3. Mereka cenderung membuat keputusan karena takut akan hukuman. Meskipun demikian, dalam situasi tertentu, ada kemungkinan pengecualian, dan individu usia 11-12 tahun bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau lebih tinggi.

KELEBIHAN JURNAL : Dalam jurnal ini penulis sudah menggunakan abstrak dengan format bahasa Indonesia dan bahasa Inggris hal ini yang mendukung jurnal ini berpotensi menjadi rujukan secara internasiona. Dalam jurnal juga sudah dicantumkan contoh dari penelitian sehingga pembaca tidak bingung saat membaca jurnal.
KEKURANGAN JURNAL : Pada penelitian terdapat ketidak lengkapan bagian-bagian jurnal yang membuat pembaca harus mengklasifikasikan sendiri yaitu tidak tercantumnya Tujuan penelitian pada jurnal tersebut.
Nama Jurnal : Pendidikan Nilai Moral Ditinjau Dari Perspektif Global
No : (2)
Halaman : 209 - 221
Tahun Terbit : Juni 2009
Penulis : Sudiati

ANALISIS :
Pendidikan nilai moral adalah kebutuhan esensial dalam lingkup global bagi manusia sebagai perwujudan kehidupan bersama dalam masyarakat, negara, dan dalam konteks global yang diwarnai oleh masalah yang sangat kompleks dan mendunia. Solusi terhadap tantangan yang dihadapi manusia tidak bisa hanya dilakukan secara lokal, tetapi seringkali memerlukan dukungan dan kerjasama dari luar negeri, seperti dalam kasus terorisme global, masalah ekonomi, dan krisis multidimensional. Pendidikan nilai moral menawarkan alternatif untuk mengatasi permasalahan yang ada di tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional. Isu pendidikan nilai moral menjadi perhatian di berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina, meskipun terdapat perbedaan dan persamaan dalam pendekatan yang diambil. Perbedaan ini disebabkan oleh variasi ideologi nasional. Namun, semua negara tersebut menekankan pentingnya nilai-nilai etik-moral dalam pendidikan, terutama yang memiliki karakteristik universal dan global yang mendasar bagi kemanusiaan. Konsep pendidikan nilai moral yang diperkenalkan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik, sehingga perlu disempurnakan dengan mempertimbangkan paradigma yang diajukan oleh Capra. Dalam mengimplementasikannya, diperlukan strategi yang tepat dalam pendidikan nilai moral melalui pemilihan pendekatan, metode, dan teknik yang sesuai.

KELEBIHAN JURNAL : Dalam jurnal ini penulis sudah menggunakan abstrak dengan format bahasa Indonesia dan bahasa Inggris hal ini yang mendukung jurnal ini berpotensi menjadi rujukan secara internasiona
KEKURANGAN JURNAL : Pada penelitian terdapat ketidak lengkapan bagian-bagian jurnal yang membuat pembaca harus mengklasifikasikan sendiri yaitu tidak tercantumnya Tujuan penelitian pada jurnal tersebut, kemudian tidak disediakannya diagram untuk mempermudah pembaca dalam membaca data-data penelitian.
Nama : Nadia Ayu Nurjanah
NPM : 2213053119

ANALISIS VIDEO
Kasus dimana siswa memukul guru hingga meninggal adalah peristiwa yang sangat tragis dan menyedihkan. Ini mencerminkan seriusnya tantangan yang dihadapi pendidikan dan masyarakat saat ini dalam menjaga keamanan di sekolah dan mengatasi perilaku kekerasan. Selain peran orang tua dalam mendidik anak, tentunya peran pendidik dalam mendidik peserta didiknya pun sangat besar, baik secara fisik,intelektual, sosial, dan moral peserta didik. Selain pengajaran akademis, pendidik juga dapat mengintegrasikan pengajaran tentang nilai-nilai moral dan etika dalam mata pelajaran. Mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan kerjasama akan membantu peserta didik menjadi individu yang beretika dan peduli. Membina peserta didik dengan baik adalah tugas yang menuntut tanggung jawab dan komitmen, dengan mendekati pendidikan dengan cinta, empati, dan dedikasi, pendidik dapat memberikan pengaruh positif yang akan membentuk masa depan peserta didik. Sangat penting untuk mendorong lingkungan sekolah yang aman dan mendukung dimana peserta didik dapat merasa nyaman untuk mengungkapkan masalah mereka, dan pendidik dapat mengatasi konflik dengan efektif. Hal ini juga mencakup penerapan kebijakan dan prosedur yang tegas terkait dengan tindakan kekerasan di sekolah. Kasus semacam ini harus diselidiki secara serius oleh otoritas hukum dan pendidikan tentang empati, toleransi, penyelesaian konflik yang damai, dan nilai-nilai moral harus semakin diintegrasikan dalam kurikulum untuk membantu mencegah kasus kekerasan semacam ini terjadi di masa depan.