Analisis Video 2
Nama : Aziyatun Adinda Fitria
NPM. : 2213053239
Pada video tersebut menjelaskan mengenai penganiayaan seorang guru yang dilakukan oleh para peserta didiknya sendiri hingga membuatnya meninggal dunia. Kasus kekerasan di indonesia sendiri memang cukup tinggi baik yang dilakukan anak-anak sebagai pelaku maupun korban, dalam hal ini untuk melihat sebab penyebab mengapa anak-anak dapat melakukan hal menyimpang seperti itu ialah dengan melihat pola asuhnya sendiri dari dalam keluarga bagaimana orang tua mendidik sang anak dan juga berkaitan bagaimana guru melakukan pengolaan di kelasnya. Dalam pendidik seharusnya memiliki kompetensi kepribadian, sosial, profesional dan pedagogik tetapi pembekalan untuk menjadi guru saat ini tidak sesuai dimana pembekalan dilakukan bersifat pengetahuan sedangkan pembekalan dalam pembenahan prilaku belum menjadi fokus yang utama. Untuk melatih peserta didik dalam mengolah emosinya agar tidak bertindak implusif sangat diperlukan bagi peserta didik agar mereka tidak mengambil tindakan secara gamblang tampa memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya dalam menangani kasus seperti ini maka diperlukannya pendidikan nilai dan moral untuk membenahi dan membangun moralitas para peserta didik tentunya dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan hal ini para pendidik harus terlebih dahulu memiliki moralitas yang baik dan mampu untuk mengontrol emosinya dalam menghadapi segala macam sifat anak didik yang berbeda.
Nama : Aziyatun Adinda Fitria
NPM. : 2213053239
Pada video tersebut menjelaskan mengenai penganiayaan seorang guru yang dilakukan oleh para peserta didiknya sendiri hingga membuatnya meninggal dunia. Kasus kekerasan di indonesia sendiri memang cukup tinggi baik yang dilakukan anak-anak sebagai pelaku maupun korban, dalam hal ini untuk melihat sebab penyebab mengapa anak-anak dapat melakukan hal menyimpang seperti itu ialah dengan melihat pola asuhnya sendiri dari dalam keluarga bagaimana orang tua mendidik sang anak dan juga berkaitan bagaimana guru melakukan pengolaan di kelasnya. Dalam pendidik seharusnya memiliki kompetensi kepribadian, sosial, profesional dan pedagogik tetapi pembekalan untuk menjadi guru saat ini tidak sesuai dimana pembekalan dilakukan bersifat pengetahuan sedangkan pembekalan dalam pembenahan prilaku belum menjadi fokus yang utama. Untuk melatih peserta didik dalam mengolah emosinya agar tidak bertindak implusif sangat diperlukan bagi peserta didik agar mereka tidak mengambil tindakan secara gamblang tampa memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya dalam menangani kasus seperti ini maka diperlukannya pendidikan nilai dan moral untuk membenahi dan membangun moralitas para peserta didik tentunya dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan hal ini para pendidik harus terlebih dahulu memiliki moralitas yang baik dan mampu untuk mengontrol emosinya dalam menghadapi segala macam sifat anak didik yang berbeda.