Kiriman dibuat oleh Nura Assyifa 2213053134

Nama: Nura Assyifa
NPM: 2213053134
Kelas: 2G

Analisis Artikel berjudul "EFEKTIVITAS DESAIN PEMBELAJARAN TERPADU BERBASIS CORE CONTENT DI SEKOLAH DASAR"
Penulis :Een Y. Haenilah

Dapat saya simpulkan dari materi yang saya pelajari diatas bahwa, Desain pembelajaran mencerminkan keputusan guru tentang materi pelajaran, aktivitas siswa, skenario pembelajaran, metode yang mendidik, dan media yang mempermudah siswa belajar untuk mencapai tujuan dan cara mengevaluasinya. Kurikulum akan menentukan materi pelajaran yang penting sebagai alat untuk mencapainya dan metode yang tepat untuk menciptakan wahana pembelajarannya berdasarkan target yang harus dicapai. Berbagai macam desainer pembelajaran yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran. Dengan cara demikian guru dapat membentuk ide-ide tentang apa dan bagaimana mengajar yang dapat mencapai target kurikulum tersebut. Proses belajar adalah proses berpengalaman membentuk kemampuan dari pengalaman konkrit. Siswa memandang sesuatu, berbicara tentang sesuatu, dan menilai sesuatu secara komprehensif karena dalam proses belajar mereka tidak dibatasi oleh identitas mata pelajaran secara kaku. Keberadaan desain pembelajaran sangat penting, karena dengan desain yang baik akan menciptakan pembelajaran yang terarah, nyaman dan menyenangkan, serta memudahkan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam meningkatkan prestasi belajar dibutuhkan kinerja dan kreativitas seorang guru dalam mendesain pembelajaran.
Nama : Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas : 2G

Hasil Anilisis Jurnal dengan judul:
"KEARIFAN BUDAYA LOKAL PEREKAT IDENTITAS BANGSA"

-Abstrak
Kearifan lokal merupakan elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya begitu penting dalam penguatan fondasi jatidiri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pertanyaan yang muncul adalah apakah nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa masih relevan untuk direvitalisasi dalam menghadapi berbagai permasalahan di era kesejagatan ini.

-PENDAHULUAN
Multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co-existence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain. Multikulturalisme juga merupakan sebuah formasi sosial yang membukakan jalan bagi dibagunnya ruang-ruang bagi identitas yang beragam dan sekaligus jembatan yang menghubungkan ruang-ruang itu untuk sebuah integrasi (Sparingga, 2003).

II. KERANGKA KONSEPSUAL DAN
TEORETIK
Sementara Poespowardojo (dalam Astra, 2004:114) secara tegas menyebutkan bahwa sifat-sifat hakiki kearifan lokal adalah: 1) mampu bertahan terhadap budaya luar; 2) memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar; 3) mempunyai kemampuan mengintegrasi unsur unsur budaya luar ke dalam kebudayaan asli; 4) mampu mengendalikan; dan 5) mampu memberikan arah pada perkembangan budaya.

Maunati (2004:30) menjelaskan bahwa penanda-penanda identitas budaya misalnya bisa berasal dari sebuah kekhasan yang diyakini ada pada agama, bahasa, dan adat pada budaya yang bersangkutan.

III. KEARIFAM LOKAL SEBAGAI
PEREKAT IDENTITAS BANGSA
Franz Magnis Suseno (2005:216) secara tegas mengatakan bahwa Indonesia hanya dapat bersatu jika pluralitas yang menjadi kenyataan sosialnya dihormati. Ke-Indonesia-an dibangun bukan untuk menghilangkan identitas khas semua komponen bangsa, melainkan agar semuanya dapat menjadi warga Negara Indonesia tanpa merasa terasing. Sikap saling menghormati dalam identitas masing-masing, tidak memaksakan kehendak atas kelompok yang lain merupakan syarat dasar membangun masa depan bangsa Indonesia.

-KESIMPULAN
Kearifan lokal yang dimiliki daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat luar biasa banyaknya dan yang menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkatbsebagai asset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas/jati diri bangsa.
Nama: Nura Assyifa
NPM : 2213053134
Kelas :2G

Hasil Anilisis Video "Indentitas Nasional"

Identitas nasional merupakan hal yang mendasari suatu negara serta menjadikannya beda dari negara lain. Identitas nasional menggambarkan siapa diri kita sebenarnya serta menjadi penting demi terjaganya keutuhan bangsa karena tak akan mungkin mampu menjaga suatu negara tanpa mengenali identitas negara tersebut.

Terdapat 4 unsur identitas nasional:
1. Suku bangsa, ialah golongan sosial yang khusus bersifat askritif ada sejak lahir yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin Indonesia. Dari ±210 juta jiwa penduduk Indonesia separuhnya beretnis jawa.
2. Agama, Agama-agama yang tumbuh di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu .
3. Kebudayaan, adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung nya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi sebagai rujukan untuk bertindak sesuai dengan lingkungannya.
4. Bahasa, merupakan sistem perlambang yang dibentuk atas unsur-unsur bumi dan dari ucapan manusia yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia baik secara lisan, tulisan, gerakan, dan isyarat.

Identitas nasional yang menunjukan jati diri Indonesia diantaranya yaitu:
1. Bahasa persatuan Indonesia
2. Bendera merah putih
3. Lagu kebangsaan Indonesia raya
4. Lambang negara Pancasila
5. Semboyan bhinneka tunggal Ika
6. Dasar falsafah negara Pancasila
7. Konstitusi hukum dasar UUD 1945
8. Bentuk Negara Kesatuan republik Indonesia
9. Konsepsi wawasan Nusantara
10. Kebudayaan daerah yang menjadi kebudayaan nasional

Sebagai generasi penerus bangsa kita harus memantapkan wawasan Nusantara kita dan mengenal serta memahami apa identitas negara kita sebenarnya dan menjadi penerus dalam melestarikan budaya yang menjadi identitas negara.